alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Modal Rekor Apik Jelang Babak 8 Besar

MALANG KOTA – Persiapan intensif terus digeber Arema FC jelang babak 8 besar Piala Presiden 2022, besok (2/7). Sesuai plotting, mereka akan melawan Barito Putera di babak lanjutan tersebut. Pertemuan kedua di turnamen cukup sering terjadi. Terakhir, keduanya bertemu di Piala Menpora 2021 lalu. Ketika itu, tim Singo Edan tumbang dengan skor 2-3.

Sementara duel terakhir kedua tim tersaji pada BRI Liga 1 musim lalu. Pada pertemuan putaran pertama dan kedua, Dendi Santoso berhasil menang. Skornya sama-sama 2-1. Mengenai calon lawan tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut kalau tim berjuluk Laskar Antasari itu bukanlah klub yang sama seperti musim lalu.

Sebab sama seperti tim-tim lain di Liga 1, mereka juga banyak berbenah. ”Kami akan melihat (analisis, red) mereka lagi nantinya. Karena mereka punya pemain baru dan pelatih baru,” jelas pria asal Portugal tersebut.

Ya, saat ini Barito Putera dinakhodai eks pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic. Pemain-pemain anyar juga sudah didatangkan mereka. Seperti Slamet Budiono, Donny Monim, dan Rendy Saputra.

Selama fase grup di Piala Presiden 2022, Barito Putera tidak pernah kalah. Mereka membukukan catatan tiga kali imbang dan sekali kalah.

Beranjak dari catatan itu, eks juru taktik Semen Padang tersebut mengaku bakal fokus menyiapkan timnya. ”Yang kami kerjakan adalah melakukan persiapan untuk bisa menciptakan sesuatu yang bagus di pertandingan,” jelasnya.

Mengenai rekor pertemuan sebelumnya, dia menyebut bila itu tidak bisa menjadi patokan untuk laga besok. Saat ini, Arema FC memang mempunyai lebih banyak waktu untuk laga itu. Terpisah, Pelatih Barito Putera Dejan Antonic mengaku bila capaian timnya di Piala Presiden sudah cukup positif. Baik itu untuk timnya, dan juga sepak bola Kalimantan secara keseluruhan. ”Ini menjadi sebuah prestasi dan juga kebanggaan daerah ini. Ada dua tim Kalimantan yang tampil di babak selanjutnya di ajang (Piala Presiden 2022) ini,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut beberapa kunci performa timnya bisa lolos ke babak 8 besar. Salah satunya yakni hasil dari perjuangan para pemain. Dia menyebut bila skuadnya selalu bermain secara Spartan. ”Kami sukses tidak terkalahkan di babak grup. Ini adalah upaya dan kerja keras para pemain,” tuturnya. (gp/by)

MALANG KOTA – Persiapan intensif terus digeber Arema FC jelang babak 8 besar Piala Presiden 2022, besok (2/7). Sesuai plotting, mereka akan melawan Barito Putera di babak lanjutan tersebut. Pertemuan kedua di turnamen cukup sering terjadi. Terakhir, keduanya bertemu di Piala Menpora 2021 lalu. Ketika itu, tim Singo Edan tumbang dengan skor 2-3.

Sementara duel terakhir kedua tim tersaji pada BRI Liga 1 musim lalu. Pada pertemuan putaran pertama dan kedua, Dendi Santoso berhasil menang. Skornya sama-sama 2-1. Mengenai calon lawan tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut kalau tim berjuluk Laskar Antasari itu bukanlah klub yang sama seperti musim lalu.

Sebab sama seperti tim-tim lain di Liga 1, mereka juga banyak berbenah. ”Kami akan melihat (analisis, red) mereka lagi nantinya. Karena mereka punya pemain baru dan pelatih baru,” jelas pria asal Portugal tersebut.

Ya, saat ini Barito Putera dinakhodai eks pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic. Pemain-pemain anyar juga sudah didatangkan mereka. Seperti Slamet Budiono, Donny Monim, dan Rendy Saputra.

Selama fase grup di Piala Presiden 2022, Barito Putera tidak pernah kalah. Mereka membukukan catatan tiga kali imbang dan sekali kalah.

Beranjak dari catatan itu, eks juru taktik Semen Padang tersebut mengaku bakal fokus menyiapkan timnya. ”Yang kami kerjakan adalah melakukan persiapan untuk bisa menciptakan sesuatu yang bagus di pertandingan,” jelasnya.

Mengenai rekor pertemuan sebelumnya, dia menyebut bila itu tidak bisa menjadi patokan untuk laga besok. Saat ini, Arema FC memang mempunyai lebih banyak waktu untuk laga itu. Terpisah, Pelatih Barito Putera Dejan Antonic mengaku bila capaian timnya di Piala Presiden sudah cukup positif. Baik itu untuk timnya, dan juga sepak bola Kalimantan secara keseluruhan. ”Ini menjadi sebuah prestasi dan juga kebanggaan daerah ini. Ada dua tim Kalimantan yang tampil di babak selanjutnya di ajang (Piala Presiden 2022) ini,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut beberapa kunci performa timnya bisa lolos ke babak 8 besar. Salah satunya yakni hasil dari perjuangan para pemain. Dia menyebut bila skuadnya selalu bermain secara Spartan. ”Kami sukses tidak terkalahkan di babak grup. Ini adalah upaya dan kerja keras para pemain,” tuturnya. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/