24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Jaga Dominasi, Waspadai Strategi Aji

Selama menukangi Persebaya, Aji Santoso sudah tiga kali mencatatkan kemenangan atas Singo Edan. Racikan strateginya patut diwaspadai. Rekor apik di kandang harus terjaga. Jangan sampai kejadian 28 Agustus lalu terulang.

Boleh kalah dengan siapa saja, asal tidak dengan Persebaya Surabaya. Prinsip itu masih berlaku untuk Arema FC. Hal serupa juga berlaku di kubu lawan. Green Force, julukan Persebaya, juga tidak ingin menanggung malu saat bersua Singo Edan. Itu menjadi jaminan bila laga nanti malam (pukul 20.00) bakal berlangsung ketat.

Puluhan ribu pasang mata bakal menjadi saksi duel kedua tim di Stadion Kanjuruhan. Jutaan pasang mata lainnya bakal memantau lewat layar kaca. Tingginya antusias suporter sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Beberapa hari sebelum laga, koordinasi antara manajemen, panpel dan Aremania sudah dilakukan.

Salah satu hasil koordinasi menyatakan bila laga nanti malam wajib dimenangkan Jhon Alfarizi dan kawan-kawan. Kemenangan bakal menjaga rekor apik Arema, yang tidak pernah kalah saat menjamu Persebaya di Malang. Ya, untuk diketahui, Persebaya memang belum pernah menang di Bhumi Arema sejak pertemuan tahun 1992. Sampai pertemuan terakhir 2019 lalu.

Catatannya, dalam 14 kali pertemuan di Malang, Persebaya menelan 12 kali kekalahan. Sisanya berakhir dengan hasil imbang. Di era Liga 1, sejak pertemuan pertama di musim 2018 lalu, Persebaya juga selalu kalah di Malang. Pertama tumbang dengan skor 1-0 di musim 2018. Selanjutnya mereka dibantai dengan skor 4-0 di tahun 2019.

Sadar akan pentingnya menjaga rekor tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca memastikan kalau timnya ingin menang di laga nanti malam. Dia menyebut bila dalam kamus penggawa Singo Edan saat ini, tidak ada kata imbang atau kalah. “Catatan (rekor) itu luar biasa. Kami harus menjaganya,” kata pelatih asal Chile tersebut. Sebelumnya, saat bersua Persija Jakarta, 28 Agustus lalu, rekor apik Singo Edan harus terhenti. Di laga itu, Singo Edan kalah 0-1. Sebelum pertandingan itu digelar, tim berjuluk Macan Kemayoran sudah 19 tahun tak pernah menang di Malang.

Roca cukup paham dengan cerita pahit tersebut. Oleh sebab itu dia berambisi untuk membawa Singo Edan meraih tiga poin. Tak hanya menang dia juga menyebut kalau timnya harus menunjukkan penampilan yang bagus. “Kami akan berusaha menunjukkan performa lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya

Selama masa persiapan beberapa hari terakhir, dia mengaku sudah mempelajari kekuatan Persebaya. Hasilnya, Roca menyebut bila tim asal Surabaya itu mempunyai ciri khas permainan bola pendek dan cepat. “Kami akan mencoba memutus hal itu dengan koneksi bagus antar pemain,” kata dia. Peluang Arema FC untuk memenangkan laga nanti malam memang cukup besar. Itu karena Persebaya sedang tidak berada dalam kondisi bagus.

Mereka tidak pernah menang di tiga laga terakhir. Kondisi itu internal tim juga cukup memberikan pengaruh. Apabila ada yang bisa mengganggu peluang menang Arema FC nanti malam, itu adalah Aji Santoso. Pelatih asal Malang itu selalu mempunyai cara untuk menyulitkan Arema FC.

Pada Liga 1 musim lalu, dia sukses membawa Persebaya tidak kalah dari Arema FC. Pada putaran pertama duel Green Force versus Singo Edan, laga berakhir imbang 2-2. Sedangkan, pada putaran kedua, Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 0-1. Sejak menangani Persebaya, mantan pemain PSM Makassar itu sudah menang tiga kali saat berhadapan dengan Dendi Santoso dan kawan-kawan.

Tidak hanya itu, Aji juga sempat menyulitkan Arema FC saat masih menjadi pelatih Persela Lamongan. Momen itu terjadi pada Piala Presiden 2019 lalu. Ketika itu, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir menang 1-0 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan.

Menanggapi hal itu, Roca menyebut bila catatan itu tidak bisa dijadikan patokan. “Kondisi saat ini sudah berbeda,” kata dia. Senada dengan sang pelatih, Evan Dimas Darmono juga menyebut bila timnya tidak ingin kehilangan poin. “Kami semua menginginkan kemenangan,” jelasnya.

Terpisah, Pelatih Kepala Persebaya Surabaya Aji Santoso mengungkapkan kalau timnya sudah sangat siap untuk pertandingan nanti malam. Baik itu secara taktik, fisik, sampai mental. “Kami juga akan tampil dengan skuad yang komplet,” kata pelatih asal Kepanjen itu. Aji optimistis pemainnya tidak akan keder dengan tekanan suporter dan atmosfer di Stadion Kanjuruhan. “Banyak penonton tentunya lebih kami suka. Jadi hadirnya Aremania akan menjadi motivasi pemain saya,” papar eks pemain Arema dan Persebaya tersebut.

Soal rekor Arema selama atas Persebaya, dia melihat bila itu menjadi tantangan tersendiri. Dia ingin bisa mencatatkan torehan baru. “Saya ketika melatih di sini (Persebaya), juga pernah mematahkan rekor tidak pernah menang Persebaya di kandang Persija Jakarta, yang bertahan 25 tahun,” jelasnya. Berangkat dari catatan itu, dia sangat yakin bila di sepak bola semua hal bisa terjadi. (gp/by)

Selama menukangi Persebaya, Aji Santoso sudah tiga kali mencatatkan kemenangan atas Singo Edan. Racikan strateginya patut diwaspadai. Rekor apik di kandang harus terjaga. Jangan sampai kejadian 28 Agustus lalu terulang.

Boleh kalah dengan siapa saja, asal tidak dengan Persebaya Surabaya. Prinsip itu masih berlaku untuk Arema FC. Hal serupa juga berlaku di kubu lawan. Green Force, julukan Persebaya, juga tidak ingin menanggung malu saat bersua Singo Edan. Itu menjadi jaminan bila laga nanti malam (pukul 20.00) bakal berlangsung ketat.

Puluhan ribu pasang mata bakal menjadi saksi duel kedua tim di Stadion Kanjuruhan. Jutaan pasang mata lainnya bakal memantau lewat layar kaca. Tingginya antusias suporter sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Beberapa hari sebelum laga, koordinasi antara manajemen, panpel dan Aremania sudah dilakukan.

Salah satu hasil koordinasi menyatakan bila laga nanti malam wajib dimenangkan Jhon Alfarizi dan kawan-kawan. Kemenangan bakal menjaga rekor apik Arema, yang tidak pernah kalah saat menjamu Persebaya di Malang. Ya, untuk diketahui, Persebaya memang belum pernah menang di Bhumi Arema sejak pertemuan tahun 1992. Sampai pertemuan terakhir 2019 lalu.

Catatannya, dalam 14 kali pertemuan di Malang, Persebaya menelan 12 kali kekalahan. Sisanya berakhir dengan hasil imbang. Di era Liga 1, sejak pertemuan pertama di musim 2018 lalu, Persebaya juga selalu kalah di Malang. Pertama tumbang dengan skor 1-0 di musim 2018. Selanjutnya mereka dibantai dengan skor 4-0 di tahun 2019.

Sadar akan pentingnya menjaga rekor tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca memastikan kalau timnya ingin menang di laga nanti malam. Dia menyebut bila dalam kamus penggawa Singo Edan saat ini, tidak ada kata imbang atau kalah. “Catatan (rekor) itu luar biasa. Kami harus menjaganya,” kata pelatih asal Chile tersebut. Sebelumnya, saat bersua Persija Jakarta, 28 Agustus lalu, rekor apik Singo Edan harus terhenti. Di laga itu, Singo Edan kalah 0-1. Sebelum pertandingan itu digelar, tim berjuluk Macan Kemayoran sudah 19 tahun tak pernah menang di Malang.

Roca cukup paham dengan cerita pahit tersebut. Oleh sebab itu dia berambisi untuk membawa Singo Edan meraih tiga poin. Tak hanya menang dia juga menyebut kalau timnya harus menunjukkan penampilan yang bagus. “Kami akan berusaha menunjukkan performa lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya

Selama masa persiapan beberapa hari terakhir, dia mengaku sudah mempelajari kekuatan Persebaya. Hasilnya, Roca menyebut bila tim asal Surabaya itu mempunyai ciri khas permainan bola pendek dan cepat. “Kami akan mencoba memutus hal itu dengan koneksi bagus antar pemain,” kata dia. Peluang Arema FC untuk memenangkan laga nanti malam memang cukup besar. Itu karena Persebaya sedang tidak berada dalam kondisi bagus.

Mereka tidak pernah menang di tiga laga terakhir. Kondisi itu internal tim juga cukup memberikan pengaruh. Apabila ada yang bisa mengganggu peluang menang Arema FC nanti malam, itu adalah Aji Santoso. Pelatih asal Malang itu selalu mempunyai cara untuk menyulitkan Arema FC.

Pada Liga 1 musim lalu, dia sukses membawa Persebaya tidak kalah dari Arema FC. Pada putaran pertama duel Green Force versus Singo Edan, laga berakhir imbang 2-2. Sedangkan, pada putaran kedua, Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 0-1. Sejak menangani Persebaya, mantan pemain PSM Makassar itu sudah menang tiga kali saat berhadapan dengan Dendi Santoso dan kawan-kawan.

Tidak hanya itu, Aji juga sempat menyulitkan Arema FC saat masih menjadi pelatih Persela Lamongan. Momen itu terjadi pada Piala Presiden 2019 lalu. Ketika itu, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir menang 1-0 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan.

Menanggapi hal itu, Roca menyebut bila catatan itu tidak bisa dijadikan patokan. “Kondisi saat ini sudah berbeda,” kata dia. Senada dengan sang pelatih, Evan Dimas Darmono juga menyebut bila timnya tidak ingin kehilangan poin. “Kami semua menginginkan kemenangan,” jelasnya.

Terpisah, Pelatih Kepala Persebaya Surabaya Aji Santoso mengungkapkan kalau timnya sudah sangat siap untuk pertandingan nanti malam. Baik itu secara taktik, fisik, sampai mental. “Kami juga akan tampil dengan skuad yang komplet,” kata pelatih asal Kepanjen itu. Aji optimistis pemainnya tidak akan keder dengan tekanan suporter dan atmosfer di Stadion Kanjuruhan. “Banyak penonton tentunya lebih kami suka. Jadi hadirnya Aremania akan menjadi motivasi pemain saya,” papar eks pemain Arema dan Persebaya tersebut.

Soal rekor Arema selama atas Persebaya, dia melihat bila itu menjadi tantangan tersendiri. Dia ingin bisa mencatatkan torehan baru. “Saya ketika melatih di sini (Persebaya), juga pernah mematahkan rekor tidak pernah menang Persebaya di kandang Persija Jakarta, yang bertahan 25 tahun,” jelasnya. Berangkat dari catatan itu, dia sangat yakin bila di sepak bola semua hal bisa terjadi. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/