alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Lawan Madura United, Pemain Harus Ekstra Hati-hati, Kenapa?

JOGJAKARTA – Empat pemain Arema FC harus berhati-hati dalam laga melawan Madura United malam ini (1/11). Ini karena mereka telah mengantongi masing-masing dua kartu kuning dari pertandingan sebelumnya. Keempat penggawa tersebut antara lain Hanif Sjahbandi, Jayus Hariono, Dave Mustaine, dan Renshi Yamaguchi.

Jika tidak waspada, para penggawa Singo Edan tersebut rawan tidak bisa merumput pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada 6 November mendatang.

Sesuai dengan regulasi Liga 1 di pasal 54, pemain yang memperoleh hukuman akumulasi kartu adalah mereka yang dalam tiga pertandingan berbeda menerima tiga kartu kuning. Bila hukuman itu diberlakukan, pemain tidak diperkenankan turun dalam satu pertandingan. Selain itu, mereka juga bakal mendapatkan denda Rp 3 juta.

Bila Arema FC harus kehilangan nama-nama tadi di laga melawan Persebaya Surabaya, kondisi itu bukanlah hal yang menguntungkan. Alasannya, performa kesebelasan berjuluk Green Force itu kini tengah menanjak. Selain itu, dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya tim Persebaya juga cenderung tampil lebih gigih ketika bertemu Arema.

Menanggapi risiko itu, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida memilih tenang. Dia yakin kalau para pemainnya sudah sangat paham dengan hukuman akumulasi kartu kuning. ”Kami ingin mereka fokus pada pertandingan dulu. Terkait akumulasi, mereka pasti sudah bisa berhitung,” tutur pelatih asal Portugal tersebut.

Bagi juru taktik Lisensi UEFA Pro itu, bermain setengah-setengah di pertandingan juga akan sulit. Sebab, kompetisi Liga 1 cukup kompetitif. Dibutuhkan penampilan yang maksimal dari para pemain untuk raihan tiga poin di setiap laga.

Selain hal tersebut, memberikan instruksi khusus agar pemainnya lebih berhati-hati juga berpotensi jadi beban untuk pemain. Karenanya, Eduardo hanya akan mengingatkan pemainnya tanpa harus merubah gaya bermain Hanif Sjahbandi dan kawan-kawan di pertandingan melawan Madura United. ”Hal yang perlu mereka lakukan untuk setiap laga adalah berkomitmen, menjaga attitude, dan bermain sebagai tim,” tegas Eduardo.

Apalagi pada pertandingan nanti malam Arema FC tidak cukup bermain bagus untuk menang. Mereka wajib mengerahkan semuanya sepanjang laga. Sebab, Madura United menyambut pertandingan malam nanti dengan motivasi tinggi, setelah di laga sebelumnya mampu menang melawan Persiraja Banda Aceh.

Terpisah, para pemain-pemain Arema FC yang kini terancam akumulasi kartu kuning mengaku enggan memikirkan risiko tersebut. Prioritas mereka adalah mendapat kemenangan  di laga nanti malam. ”Untuk antisipasi mungkin lebih hati-hati. Tapi, tetap all out dan kerja keras untuk tiga poin,” jelas gelandang Arema FC Jayus Hariono.

Dia juga menyebut bila pemain terlalu memikirkan kartu kuning, maka itu bisa membuat permainan mereka kurang lepas. ”Pikiran wajib fokus ke pertandingan dan menjalankan instruksi yang diberikan pelatih,” jelasnya. Saat ini, selain keempat nama gelandang itu, para penyerang Arema FC juga berpotensi mendapatkan hukuman akumulasi kartu kuning. Seperti Carlos Fortes yang sudah mengoleksi dua kartu kuning. Sedangkan, Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, dan Muhammad Rafli masing-masing sudah mengoleksi satu kartu kuning. (gp/by/rmc)

JOGJAKARTA – Empat pemain Arema FC harus berhati-hati dalam laga melawan Madura United malam ini (1/11). Ini karena mereka telah mengantongi masing-masing dua kartu kuning dari pertandingan sebelumnya. Keempat penggawa tersebut antara lain Hanif Sjahbandi, Jayus Hariono, Dave Mustaine, dan Renshi Yamaguchi.

Jika tidak waspada, para penggawa Singo Edan tersebut rawan tidak bisa merumput pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada 6 November mendatang.

Sesuai dengan regulasi Liga 1 di pasal 54, pemain yang memperoleh hukuman akumulasi kartu adalah mereka yang dalam tiga pertandingan berbeda menerima tiga kartu kuning. Bila hukuman itu diberlakukan, pemain tidak diperkenankan turun dalam satu pertandingan. Selain itu, mereka juga bakal mendapatkan denda Rp 3 juta.

Bila Arema FC harus kehilangan nama-nama tadi di laga melawan Persebaya Surabaya, kondisi itu bukanlah hal yang menguntungkan. Alasannya, performa kesebelasan berjuluk Green Force itu kini tengah menanjak. Selain itu, dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya tim Persebaya juga cenderung tampil lebih gigih ketika bertemu Arema.

Menanggapi risiko itu, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida memilih tenang. Dia yakin kalau para pemainnya sudah sangat paham dengan hukuman akumulasi kartu kuning. ”Kami ingin mereka fokus pada pertandingan dulu. Terkait akumulasi, mereka pasti sudah bisa berhitung,” tutur pelatih asal Portugal tersebut.

Bagi juru taktik Lisensi UEFA Pro itu, bermain setengah-setengah di pertandingan juga akan sulit. Sebab, kompetisi Liga 1 cukup kompetitif. Dibutuhkan penampilan yang maksimal dari para pemain untuk raihan tiga poin di setiap laga.

Selain hal tersebut, memberikan instruksi khusus agar pemainnya lebih berhati-hati juga berpotensi jadi beban untuk pemain. Karenanya, Eduardo hanya akan mengingatkan pemainnya tanpa harus merubah gaya bermain Hanif Sjahbandi dan kawan-kawan di pertandingan melawan Madura United. ”Hal yang perlu mereka lakukan untuk setiap laga adalah berkomitmen, menjaga attitude, dan bermain sebagai tim,” tegas Eduardo.

Apalagi pada pertandingan nanti malam Arema FC tidak cukup bermain bagus untuk menang. Mereka wajib mengerahkan semuanya sepanjang laga. Sebab, Madura United menyambut pertandingan malam nanti dengan motivasi tinggi, setelah di laga sebelumnya mampu menang melawan Persiraja Banda Aceh.

Terpisah, para pemain-pemain Arema FC yang kini terancam akumulasi kartu kuning mengaku enggan memikirkan risiko tersebut. Prioritas mereka adalah mendapat kemenangan  di laga nanti malam. ”Untuk antisipasi mungkin lebih hati-hati. Tapi, tetap all out dan kerja keras untuk tiga poin,” jelas gelandang Arema FC Jayus Hariono.

Dia juga menyebut bila pemain terlalu memikirkan kartu kuning, maka itu bisa membuat permainan mereka kurang lepas. ”Pikiran wajib fokus ke pertandingan dan menjalankan instruksi yang diberikan pelatih,” jelasnya. Saat ini, selain keempat nama gelandang itu, para penyerang Arema FC juga berpotensi mendapatkan hukuman akumulasi kartu kuning. Seperti Carlos Fortes yang sudah mengoleksi dua kartu kuning. Sedangkan, Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, dan Muhammad Rafli masing-masing sudah mengoleksi satu kartu kuning. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/