alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Jurus Hanif Sjahbandi Pertahankan Kebugaran di BRI Liga 1

BALI – Jeda yang cukup panjang sebelum memulai laga selanjutnya bakal dimanfaatkan pemain Arema FC sebaik mungkin. Sebagaimana diketahui, saat ini Singo Edan punya waktu lima hari sebelum menjalani laga melawan Barito Putera, 5 Maret nanti. Waktu tersebut dinilai ideal lantaran setelah laga terakhir, pemain butuh waktu istirahat minimal 72 sampai 96 jam.

Menurut gelandang tengah Hanif Sjahbandi, sedikit keuntungan perihal waktu tersebut harus disikapi dengan baik. ”Kami harus mengambil pelajaran dari jeda waktu mepet untuk bisa lebih baik lagi,” kata pemain asal Bandung itu kepada koran ini. Khususnya perihal pemanfaatannya. Tujuannya supaya recovery bisa berjalan maksimal.

Maklum, ke depan mereka bakal menghadapi jadwal yang cukup padat dan bakal menguras fisik dan mental. Tercatat, dalam seminggu mereka bisa bermain sebanyak dua kali. Contohnya pertandingan mereka pada pekan ke-29 dan 30, yang hanya berjarak empat hari saja.

Salah satu pemanfaatan jeda panjang yang dilakukan Hanif adalah dengan mengatur waktu istirahat. Hal tersebut adalah salah satu kuncinya untuk terus bugar. ”Ibaratnya sebuah motor, jika terus digunakan tanpa dirawat juga bisa rusak,” kata dia. Alhasil, semua harus seimbang. Baik waktu istirahat, latihan, dan asupan makanan.

Hanif sendiri bisa dibilang punya pengalaman menghadapi jadwal yang padat. Sebab, pada musim 2019 lalu, dia juga mengalami hal yang sama. Di mana ketika itu tim Arema FC bisa bermain setiap empat hari sekali. Dampaknya, di akhir-akhir kompetisi tim diterpa badai cedera dan performa menurun.

”Ketika itu mendekati musim akhir kami merasakan letih dan capek karena jadwal yang padat,” kata dia. Beranjak dari pengalaman itu, dia mencoba adaptasi dengan sebaik mungkin. Salah satunya mengoptimalkan recovery saat ada jeda yang panjang. (gp/by)

 

BALI – Jeda yang cukup panjang sebelum memulai laga selanjutnya bakal dimanfaatkan pemain Arema FC sebaik mungkin. Sebagaimana diketahui, saat ini Singo Edan punya waktu lima hari sebelum menjalani laga melawan Barito Putera, 5 Maret nanti. Waktu tersebut dinilai ideal lantaran setelah laga terakhir, pemain butuh waktu istirahat minimal 72 sampai 96 jam.

Menurut gelandang tengah Hanif Sjahbandi, sedikit keuntungan perihal waktu tersebut harus disikapi dengan baik. ”Kami harus mengambil pelajaran dari jeda waktu mepet untuk bisa lebih baik lagi,” kata pemain asal Bandung itu kepada koran ini. Khususnya perihal pemanfaatannya. Tujuannya supaya recovery bisa berjalan maksimal.

Maklum, ke depan mereka bakal menghadapi jadwal yang cukup padat dan bakal menguras fisik dan mental. Tercatat, dalam seminggu mereka bisa bermain sebanyak dua kali. Contohnya pertandingan mereka pada pekan ke-29 dan 30, yang hanya berjarak empat hari saja.

Salah satu pemanfaatan jeda panjang yang dilakukan Hanif adalah dengan mengatur waktu istirahat. Hal tersebut adalah salah satu kuncinya untuk terus bugar. ”Ibaratnya sebuah motor, jika terus digunakan tanpa dirawat juga bisa rusak,” kata dia. Alhasil, semua harus seimbang. Baik waktu istirahat, latihan, dan asupan makanan.

Hanif sendiri bisa dibilang punya pengalaman menghadapi jadwal yang padat. Sebab, pada musim 2019 lalu, dia juga mengalami hal yang sama. Di mana ketika itu tim Arema FC bisa bermain setiap empat hari sekali. Dampaknya, di akhir-akhir kompetisi tim diterpa badai cedera dan performa menurun.

”Ketika itu mendekati musim akhir kami merasakan letih dan capek karena jadwal yang padat,” kata dia. Beranjak dari pengalaman itu, dia mencoba adaptasi dengan sebaik mungkin. Salah satunya mengoptimalkan recovery saat ada jeda yang panjang. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/