alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Ketika Skuad Singo Edan Makin Terbiasa dengan Sorotan Kamera

JOGJAKARTA – Aktivitas penggawa Arema FC saat ini lebih banyak tersorot kamera. Mulai dari latihan, pertandingan, sampai bagaimana suasana di ruang ganti. Semua bisa diketahui para suporter lewat akun media sosial tim Singo Edan. Upaya lebih mendekatkan diri kepada penggemar tim itu dilakukan karena sampai saat ini suporter belum bisa hadir di lapangan.

Kebiasaan baru itu sempat membuat elemen tim Arema FC canggung. Namun lama kelamaan mereka bisa untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan tersebut. ”Karena aktivitas (pembuatan konten, red) mengerti waktu. Jadi saya lihat tidak mengganggu tim,” jelas asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Pria asal Gondanglegi itu mengungkapkan kalau umumnya sorotan kamera ke pemain maupun pelatih dilakukan saat senggang. Alhasil, skuad Arema FC tetap mempunyai waktu untuk fokus, beristirahat, dan mempersiapkan diri untuk bertanding. ”Orang-orang juga sudah kami kenal. Jadi anak-anak tidak merasa terganggu,” tuturnya.

Lebih lanjut, sering tampil dihadapkan kamera sejatinya juga menyimpan sebuah pembelajaran. Pemain dan pelatih bisa mengasah kemampuan public speaking-nya. Ya, sebagai publik figur, atlet sepak bola memang semestinya mempunyai kemampuan publik speaking yang bagus. Sebab, mereka bakal sering berhubungan dengan awak media. (gp/by)

 

JOGJAKARTA – Aktivitas penggawa Arema FC saat ini lebih banyak tersorot kamera. Mulai dari latihan, pertandingan, sampai bagaimana suasana di ruang ganti. Semua bisa diketahui para suporter lewat akun media sosial tim Singo Edan. Upaya lebih mendekatkan diri kepada penggemar tim itu dilakukan karena sampai saat ini suporter belum bisa hadir di lapangan.

Kebiasaan baru itu sempat membuat elemen tim Arema FC canggung. Namun lama kelamaan mereka bisa untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan tersebut. ”Karena aktivitas (pembuatan konten, red) mengerti waktu. Jadi saya lihat tidak mengganggu tim,” jelas asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Pria asal Gondanglegi itu mengungkapkan kalau umumnya sorotan kamera ke pemain maupun pelatih dilakukan saat senggang. Alhasil, skuad Arema FC tetap mempunyai waktu untuk fokus, beristirahat, dan mempersiapkan diri untuk bertanding. ”Orang-orang juga sudah kami kenal. Jadi anak-anak tidak merasa terganggu,” tuturnya.

Lebih lanjut, sering tampil dihadapkan kamera sejatinya juga menyimpan sebuah pembelajaran. Pemain dan pelatih bisa mengasah kemampuan public speaking-nya. Ya, sebagai publik figur, atlet sepak bola memang semestinya mempunyai kemampuan publik speaking yang bagus. Sebab, mereka bakal sering berhubungan dengan awak media. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/