alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Pelatih Arema FC: Masih Terlalu Dini Berbicara Juara

BALI – Jarak poin Arema FC dengan pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1 makin menjauh. Dari sebelumnya berjarak dua poin, saat ini menjadi lima poin. Kemenangan 2-1 Bali United atas Persela Lamongan Selasa lalu (1/3) menjadi penyebabnya. Kini, sampai pekan ke-28 tim Singo Edan masih duduk posisi ketiga dengan koleksi 55 poin.

Melihat margin poin tersebut, elemen tim Arema FC mengaku enggan untuk melempar handuk dari perburuan gelar liga. Mereka percaya bila peluang masih ada. ”Saya akui langkah kami semakin berat. Tapi, sekarang terlalu dini berbicara tim juara,” kata Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida.

Dasar keyakinannya soal peluang Arema FC yakni masih adanya enam pertandingan sisa untuk kompetisi musim ini. Selain itu, margin poin antar tim di papan atas juga tidak terlalu jauh. ”Saya pikir ketika kami mendapatkan hasil kurang bagus, bukan berarti kami terlempar atau gugur dari perburuan gelar,” tambah eks pelatih Semen Padang tersebut.

Karena itu, Eduardo berharap kalau Dendi Santoso dan kawan-kawan terus bekerja keras. Baginya, tidak ada yang impossible jika mau terus berkomitmen, berusaha, dan tampil dengan spirit tinggi. Dia lantas menyinggung perjalanan tim di awal musim, yang berangkat dari sebuah keyakinan dan komitmen besar untuk berada di papan atas.

Hasilnya adalah Arema FC mampu tidak terkalahkan di 23 laga secara beruntun. ”Ke depan kami hanya perlu mengerahkan seluruh tenaga di setiap laga untuk mendapatkan hasil maksimal,” papar pelatih berusia 44 tahun tersebut. Saat ini, Eduardo mengaku kalau timnya terus melakukan persiapan dan berbenah.

Senada dengan sang-pelatih, para pemain Arema FC juga optimistis bisa mengejar margin poin yang dikoleksi Bali United. Apalagi dalam enam sisa laga, Arema FC mempunyai kesempatan untuk mengalahkan tim berjuluk Serdadu Tridatu itu. Ya, mereka memang bakal berhadapan pada pekan ke-31, tepatnya 15 Maret nanti. ”Tidak boleh menyerah, kami harus berjuang sampai akhir kompetisi,” terang Ridwan Tawainellla.

Dia melihat bila saat ini adalah peluang emas untuk meraih lambang supremasi tertinggi sepak bola nasional. ”Terpenting adalah kami berusaha untuk kembali menang dulu,” kata dia. Tambahan tiga poin di laga selanjutnya bakal menjaga asa timnya untuk berprestasi.

Di tempat lain, Pelatih Bali United Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues memprediksi kalau persaingan bakal berlangsung ketat sampai akhir. ”Saya pikir semua tim bakal berjuang sampai akhir kompetisi,” kata dia dalam press conference usai Bali United melawan Persela Lamongan Selasa lalu (1/3).

Berangkat dari hal tersebut, dia berharap pemainnya tidak jemawa dengan hasil didapatkan saat berduel dengan Persela. Baginya, tim harus terus konsisten menunjukkan yang terbaik. ”Ketika kami terus begini (menang), kami akan berada di puncak klasemen terus,” terang pelatih asal Brazil itu. (gp/by)

 

BALI – Jarak poin Arema FC dengan pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1 makin menjauh. Dari sebelumnya berjarak dua poin, saat ini menjadi lima poin. Kemenangan 2-1 Bali United atas Persela Lamongan Selasa lalu (1/3) menjadi penyebabnya. Kini, sampai pekan ke-28 tim Singo Edan masih duduk posisi ketiga dengan koleksi 55 poin.

Melihat margin poin tersebut, elemen tim Arema FC mengaku enggan untuk melempar handuk dari perburuan gelar liga. Mereka percaya bila peluang masih ada. ”Saya akui langkah kami semakin berat. Tapi, sekarang terlalu dini berbicara tim juara,” kata Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida.

Dasar keyakinannya soal peluang Arema FC yakni masih adanya enam pertandingan sisa untuk kompetisi musim ini. Selain itu, margin poin antar tim di papan atas juga tidak terlalu jauh. ”Saya pikir ketika kami mendapatkan hasil kurang bagus, bukan berarti kami terlempar atau gugur dari perburuan gelar,” tambah eks pelatih Semen Padang tersebut.

Karena itu, Eduardo berharap kalau Dendi Santoso dan kawan-kawan terus bekerja keras. Baginya, tidak ada yang impossible jika mau terus berkomitmen, berusaha, dan tampil dengan spirit tinggi. Dia lantas menyinggung perjalanan tim di awal musim, yang berangkat dari sebuah keyakinan dan komitmen besar untuk berada di papan atas.

Hasilnya adalah Arema FC mampu tidak terkalahkan di 23 laga secara beruntun. ”Ke depan kami hanya perlu mengerahkan seluruh tenaga di setiap laga untuk mendapatkan hasil maksimal,” papar pelatih berusia 44 tahun tersebut. Saat ini, Eduardo mengaku kalau timnya terus melakukan persiapan dan berbenah.

Senada dengan sang-pelatih, para pemain Arema FC juga optimistis bisa mengejar margin poin yang dikoleksi Bali United. Apalagi dalam enam sisa laga, Arema FC mempunyai kesempatan untuk mengalahkan tim berjuluk Serdadu Tridatu itu. Ya, mereka memang bakal berhadapan pada pekan ke-31, tepatnya 15 Maret nanti. ”Tidak boleh menyerah, kami harus berjuang sampai akhir kompetisi,” terang Ridwan Tawainellla.

Dia melihat bila saat ini adalah peluang emas untuk meraih lambang supremasi tertinggi sepak bola nasional. ”Terpenting adalah kami berusaha untuk kembali menang dulu,” kata dia. Tambahan tiga poin di laga selanjutnya bakal menjaga asa timnya untuk berprestasi.

Di tempat lain, Pelatih Bali United Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues memprediksi kalau persaingan bakal berlangsung ketat sampai akhir. ”Saya pikir semua tim bakal berjuang sampai akhir kompetisi,” kata dia dalam press conference usai Bali United melawan Persela Lamongan Selasa lalu (1/3).

Berangkat dari hal tersebut, dia berharap pemainnya tidak jemawa dengan hasil didapatkan saat berduel dengan Persela. Baginya, tim harus terus konsisten menunjukkan yang terbaik. ”Ketika kami terus begini (menang), kami akan berada di puncak klasemen terus,” terang pelatih asal Brazil itu. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/