MALANG KOTA – Di mana pun Arema FC berlatih, biasanya selalu ada saja penonton yang hadir. Tapi di masa new normal ini, hal seperti itu tak boleh terjadi.
”Pilihannya untuk saat ini memang harus menggelar latihan tertutup,” tegas asisten pelatih Arema Charis Yulianto.
Menurut Charis, Covid-19 menjadi virus yang tidak boleh disepelekan. Sebab, bisa menyerang pada siapa saja. ”Karena itu, kami harus tetap waspada,” kata mantan pemain Timnas Indonesia itu.
Rencananya, Arema FC bakal kembali menggelar latihan 15 Juli mendatang.
Meski Liga 1 baru bergulir Oktober, Arema FC merasa perlu untuk menggelar latihan lebih awal.
Sebab, sudah lebih dari tiga bulan, atau pasca laga lawan PSIS Semarang (14/3), mayoritas pemain tidak pernah latihan bersama.
Tentu butuh waktu untuk mengembalikan stamina, hingga feeling ball para pemain.
Sementara itu, Dokter Tim Arema FC dr Nanang Tri Wahyudi SpOK mengatakan bahwa menggelar latihan tertutup adalah keputusan tepat.
”Memang sebisa mungkin meminimalisasi risiko dari pengumpulan massa,” ungkap alumnus Universitas Indonesia itu.
Tujuannya, tak hanya untuk melindungi para pemain, tapi juga masyarakat secara umum.
Pewarta: Galih Prasetya
Editor: Indra M