alexametrics
22.1 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Kisah Karateka Cantik, Sempat Ditawari Jadi Atlet Brunei Darussalam

MALANG KOTA – Menggeluti dunia bela diri karate sudah ditekuni Shofiyah Nur Yustina sejak duduk dibangku SMA. Teranyar, gadis yang akrab disapa Shofi ini tengah mempersiapkan diri untuk maju dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022.

Meski masih dalam situasi pandemi, Shofi mengaku masih intens melakukan latihan. Dalam sehari, Shofi mengaku bisa melakukan latihan antara dua sampai tiga kali. Hanya saja, karena beberapa kebijakan pembatasan, maka dirinya kesulitan untuk mendapatkan tempat latihan.

“Awalnya merasa keren dan tertantang kalau ikut karate tapi ternyata bisa dapat benefit (keuntungan) lain juga seperti beasiswa ketika dapat prestasi,” kata Shofi.

Selain mengkuti kejuaraan lokal, Shofi juga memiliki pengalaman mengkuti kompetisi di luar negeri. “Yang paling berkesan waktu ikut kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), karena dapat juara 1 nasional jadi ditunjuk untuk mewakili Indonesia untuk terbang ke Italia,” ujarnya.

Shofi bahkan sempat memperoleh tawaran menjadi atlet luar negeri ketika mengikuti kejuaraan World Karate Federation (WKF) di Brunei Darussalam. Namun tawaran tersebut dia tolak karena selain enggan beradaptasi dengan kultur baru, jiwa nasionalisme juga masih kuat.

Secara pribadi, Shofi mengaku sangat bangga menjadi atlet berasal dari Indonesia. Sebab di mata negara lain, kualitas atlet profesional karate asal Indonesia termasuk unggulan. “Aku punya teman (sesama atlet) dari mancanegara, kami saling support satu sama lain. Meskipun kenyataan ketika bertemu (terkadang) mereka masih bersikap sinis, karena atlet dari Indonesia disana diperhitungkan skill-nya. Itu yang bikin aku bangga bertanding mewakili Indonesia,” ujarnya.

Pewarta : Mega Annisa Ni’mais

MALANG KOTA – Menggeluti dunia bela diri karate sudah ditekuni Shofiyah Nur Yustina sejak duduk dibangku SMA. Teranyar, gadis yang akrab disapa Shofi ini tengah mempersiapkan diri untuk maju dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022.

Meski masih dalam situasi pandemi, Shofi mengaku masih intens melakukan latihan. Dalam sehari, Shofi mengaku bisa melakukan latihan antara dua sampai tiga kali. Hanya saja, karena beberapa kebijakan pembatasan, maka dirinya kesulitan untuk mendapatkan tempat latihan.

“Awalnya merasa keren dan tertantang kalau ikut karate tapi ternyata bisa dapat benefit (keuntungan) lain juga seperti beasiswa ketika dapat prestasi,” kata Shofi.

Selain mengkuti kejuaraan lokal, Shofi juga memiliki pengalaman mengkuti kompetisi di luar negeri. “Yang paling berkesan waktu ikut kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), karena dapat juara 1 nasional jadi ditunjuk untuk mewakili Indonesia untuk terbang ke Italia,” ujarnya.

Shofi bahkan sempat memperoleh tawaran menjadi atlet luar negeri ketika mengikuti kejuaraan World Karate Federation (WKF) di Brunei Darussalam. Namun tawaran tersebut dia tolak karena selain enggan beradaptasi dengan kultur baru, jiwa nasionalisme juga masih kuat.

Secara pribadi, Shofi mengaku sangat bangga menjadi atlet berasal dari Indonesia. Sebab di mata negara lain, kualitas atlet profesional karate asal Indonesia termasuk unggulan. “Aku punya teman (sesama atlet) dari mancanegara, kami saling support satu sama lain. Meskipun kenyataan ketika bertemu (terkadang) mereka masih bersikap sinis, karena atlet dari Indonesia disana diperhitungkan skill-nya. Itu yang bikin aku bangga bertanding mewakili Indonesia,” ujarnya.

Pewarta : Mega Annisa Ni’mais

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/