alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Meninggal, Hero Tito Telah Mengubur Mimpinya untuk Tanding di Australia

JAKARTA– Sesuai rencana, Maret ini, petinju kebanggaan Malang Raya, Hero Tito harus berlaga di Australia. Namun rencana tersebut gagal total. Ini karena Hero Tito dinyatakan meninggal pada Kamis (3/3/2022) pukul 17.00 di RS Mitra Keluarga, Jakarta.

Dia dirawat sejak Minggu (27/2/2022) setelah mengalami koma akibat pukulan telak James Mokogenta di rahangnya pada ajang Holywings Sport Show di Jakarta. Manajer Agustiadi Wijaya mewakili pihak keluarga mengabarkan Hero Tito meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB. ”Hari ini tadi keluarga dipanggil dan dilakukan evaluasi. Kemudian sore pukul 17.00, alat bantu ventilator dicabut dan Mas Tito dinyatakan meninggal,” ujarnya, lewat sambungan telephone

Dia menambahkan, untuk penyebab utama meninggalnya Hero Tito masih akan dilakukan pemeriksaan 1×24 jam ke depan. Agustiadi juga memastikan, kehadirannya mewakili keluarga Hero Tito untuk meluruskan kabar hoax yang beberapa waktu lalu beredar. Di mana menurutnya, Tito dikabarkan sempat meninggal dunia sejak hari pertama dirawat.

Hal itu dikatakannya, membuat pihak keluarga semakin sedih dengan hoax tersebut. ”Dengan ini saya memastikan, kabar Hero Tito meninggal dunia selain hari ini (Kamis) dipastikan hoax. Istrinya sempat malas membaca pesan singkat WhatsApp, hingga berita karena terdapat kabar hoax,” terang Agustiadi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, mendiang Hero Tito rencananya bakal langsung dibawa ke Malang pada malam hari ini, Kamis (3/3/2022). Mendiang rencananya akan dikebumikan pada esok hari atau Jumat (4/3/2022).

Sementara itu, istri Hero Tito Didin Nurul Wijayanti menceritakan, bahwa mendiang suaminya sebenarnya masih ingin melanjutkan karier sebagai petinju profesional hingga usia 40 tahun. Pada tahun ini, usia Tito di angka 36 tahun, sehingga dirinya masih bertekad bertarung hingga empat tahun lagi.

Namun takdir berkata lain, sebelum usianya menginjak 40, Tito dipanggil terlebih dahulu oleh Sang Pencipta. ”Pada bulan ini seharusnya Tito juga ada pertandingan di Australia. Sejak dia dirawat di rumah sakit, pertandingan itu sudah dipastikan batal,” tandas Nurul. (adk/abm)

JAKARTA– Sesuai rencana, Maret ini, petinju kebanggaan Malang Raya, Hero Tito harus berlaga di Australia. Namun rencana tersebut gagal total. Ini karena Hero Tito dinyatakan meninggal pada Kamis (3/3/2022) pukul 17.00 di RS Mitra Keluarga, Jakarta.

Dia dirawat sejak Minggu (27/2/2022) setelah mengalami koma akibat pukulan telak James Mokogenta di rahangnya pada ajang Holywings Sport Show di Jakarta. Manajer Agustiadi Wijaya mewakili pihak keluarga mengabarkan Hero Tito meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB. ”Hari ini tadi keluarga dipanggil dan dilakukan evaluasi. Kemudian sore pukul 17.00, alat bantu ventilator dicabut dan Mas Tito dinyatakan meninggal,” ujarnya, lewat sambungan telephone

Dia menambahkan, untuk penyebab utama meninggalnya Hero Tito masih akan dilakukan pemeriksaan 1×24 jam ke depan. Agustiadi juga memastikan, kehadirannya mewakili keluarga Hero Tito untuk meluruskan kabar hoax yang beberapa waktu lalu beredar. Di mana menurutnya, Tito dikabarkan sempat meninggal dunia sejak hari pertama dirawat.

Hal itu dikatakannya, membuat pihak keluarga semakin sedih dengan hoax tersebut. ”Dengan ini saya memastikan, kabar Hero Tito meninggal dunia selain hari ini (Kamis) dipastikan hoax. Istrinya sempat malas membaca pesan singkat WhatsApp, hingga berita karena terdapat kabar hoax,” terang Agustiadi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, mendiang Hero Tito rencananya bakal langsung dibawa ke Malang pada malam hari ini, Kamis (3/3/2022). Mendiang rencananya akan dikebumikan pada esok hari atau Jumat (4/3/2022).

Sementara itu, istri Hero Tito Didin Nurul Wijayanti menceritakan, bahwa mendiang suaminya sebenarnya masih ingin melanjutkan karier sebagai petinju profesional hingga usia 40 tahun. Pada tahun ini, usia Tito di angka 36 tahun, sehingga dirinya masih bertekad bertarung hingga empat tahun lagi.

Namun takdir berkata lain, sebelum usianya menginjak 40, Tito dipanggil terlebih dahulu oleh Sang Pencipta. ”Pada bulan ini seharusnya Tito juga ada pertandingan di Australia. Sejak dia dirawat di rumah sakit, pertandingan itu sudah dipastikan batal,” tandas Nurul. (adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/