alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Arema FC Kontrak Pelatih Asal Portugal?

MALANG KOTA – Tiga kandidat pelatih kepala santer dikabarkan bakal mengarsiteki tim Singo Edan. Mantan juru taktik tim Semen Padang, Eduardo Almeida, disebut-sebut punya peluang kuat. Namanya sudah disodorkan manajemen ke direksi Arema FC.

Hasil minor yang didapat Arema FC dari turnamen Piala Menpora mengingatkan soal pentingnya sosok pelatih kepala. Ya, sejak tidak memperpanjang kontrak Carlos Oliveira, akhir Februari lalu, skuad Singo Edan hanya dipimpin 3 asisten pelatih. Mereka adalah Kuncoro, Singgih Pitono dan Siswantoro. Racikan strategi dari ketiga mantan penggawa Arema era Galatama itu masih belum mampu membuat tim kebangaan Aremania dan Aremanita berbicara banyak. Kini, setelah perjuangan di Piala Menpora usai, manajemen Singo Edan mulai menyusun kembali kekuatan timnya.

Untuk itu, pemilihan nahkoda tim atau pelatih kepala bakal menjadi fokus awal mereka. Kepada Jawa Pos Radar Malang, manajemen Arema FC mengaku sudah mempunyai beberapa kriteria untuk sosok tersebut. Salah satunya, sang pelatih kepala bukanlah orang baru di sepak bola nasional. Kriteria lainnya yang juga tersirat adalah pemilihan sosok pelatih asing.”Untuk pelatih asing, kami juga tidak mau asal. Kriterianya, selain mumpuni, juga sosoknya harus mengenal bagaimana kultur sepak bola nasional atau Asia Tenggara,” tegas General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Dari sekian kriteria itu, dalam beberapa hari terakhir mencuat sejumlah nama yang dirumorkan bakal jadi juru taktik Dendi Santoso dan kawan-kawan. Seperti nama Milomir Seslija, yang santer digosipkan bakal come back menukangi tim Singo Edan. Lalu juga ada nama Darije Kalezic, yang sebelumnya sempat melatih PSM Makassar di musim 2019 lalu. Berikutnya juga santer nama yang telah dirumorkan sejak lama, yakni Eduardo Almeida. Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang, kapasitas yang dimiliki tiga nama itu terbilang cukup merata.

Disinggung soal nama-nama tersebut, Ruddy menyebutnya saat ini semua masih menjadi rumor. Sebab hingga latihan kemarin (3/4), belum ada sosok pelatih kepala yang memimpin latihan. ”Selagi belum ada hitam di atas putih, berarti masih rumor,” kata petinggi tim Arema FC asal Madiun itu.

Dri informasi yang didapat Jawa Pos Radar Malang, nama Eduardo Almeida lah yang kemungkinan kuat bakal bergabung dengan Arema FC. ”Nama dia (Almeida) kabarnya sudah disodorkan (manajemen) ke direksi (Arema FC). Tapi belum tahu kelanjutannya bagaimana,” kata sumber terpercaya Jawa Pos Radar Malang.

Menurut dia, pihak direksi saat ini memang tengah mengkaji betul siapa sosok yang bakal dipilih untuk melatih penggawa Tim Singo Edan. Kegagalan di Piala Menpora beberapa waktu lalu jadi salah satu penyebab mengapa proses pemilihan pelatih kepala dilakukan sangat hati-hati.

”Mereka (manajemen dan direksi Arema FC) juga masih memilih banyak kandidat lainnya,” sambung sumber di internal tim Singo Edan itu. Dalam perjalanannya, baik Milo, Darije dan Almeida merupakan sosok yang memang sudah mengerti sepak bola Indonesia. Malah, untuk Milo dan Darije, sudah sempat merasakan gelar juara di sejumlah turnamen. Darije sempat merasakan gelar juara Piala Indonesia 2018 bersama PSM Makassar. Sedangkan Milo sudah membantu Arema FC menjadi kampiun di Piala Presiden tahun 2019 lalu. Ia juga sempat mengantarkan tim Singo Edan juara di ajang Torabika Bhayangkara Cup 2016.

Sementara nama Eduardo Almeida, diketahui sempat menyabet gelar juara bersama klub South China AA (Liga Hong Kong), tahun 2008 lalu. Saat itu ia bertindak sebagai asisten pelatih. Ketiga kandidat itu kini juga sudah memegang lisensi kepelatihan UEFA Pro. Sesuai dengan sesuai kriteria yang dipatok PSSI untuk pelatih tim-tim Liga 1.

Terpisah, saat dikonfirmasi Eduardo Almeida mengaku saat ini masih melanjutkan kariernya di salah satu kompetisi sepak bola di Asia Barat. ”Saat ini saya sedang melanjutkan karier saya di negara Oman,” kata dia.

Dalam percakapan via media sosial tersebut, mantan pelatih tim Semen Padang itu juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkarir di Indonesia. Baginya, kompetisi di tanah air sangat menarik. ”Kami tidak akan pernah tahu apa yang terjadi ke depan,” imbuh dia.

Kandidat lainnya, yakni Milomir Seslija juga mengatakan bila saat ini belum mendapatkan pengajuan kontak dari tim Indonesia. Pria asal Bosnia dan Herzegovina juga mengaku selalu merindukan sepak bola Indonesia. ”Akan sangat menarik bila bisa kembali ke Indonesia. Tapi saya tidak tahu kapan,” kata dia. (rmcgp/by)

MALANG KOTA – Tiga kandidat pelatih kepala santer dikabarkan bakal mengarsiteki tim Singo Edan. Mantan juru taktik tim Semen Padang, Eduardo Almeida, disebut-sebut punya peluang kuat. Namanya sudah disodorkan manajemen ke direksi Arema FC.

Hasil minor yang didapat Arema FC dari turnamen Piala Menpora mengingatkan soal pentingnya sosok pelatih kepala. Ya, sejak tidak memperpanjang kontrak Carlos Oliveira, akhir Februari lalu, skuad Singo Edan hanya dipimpin 3 asisten pelatih. Mereka adalah Kuncoro, Singgih Pitono dan Siswantoro. Racikan strategi dari ketiga mantan penggawa Arema era Galatama itu masih belum mampu membuat tim kebangaan Aremania dan Aremanita berbicara banyak. Kini, setelah perjuangan di Piala Menpora usai, manajemen Singo Edan mulai menyusun kembali kekuatan timnya.

Untuk itu, pemilihan nahkoda tim atau pelatih kepala bakal menjadi fokus awal mereka. Kepada Jawa Pos Radar Malang, manajemen Arema FC mengaku sudah mempunyai beberapa kriteria untuk sosok tersebut. Salah satunya, sang pelatih kepala bukanlah orang baru di sepak bola nasional. Kriteria lainnya yang juga tersirat adalah pemilihan sosok pelatih asing.”Untuk pelatih asing, kami juga tidak mau asal. Kriterianya, selain mumpuni, juga sosoknya harus mengenal bagaimana kultur sepak bola nasional atau Asia Tenggara,” tegas General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Dari sekian kriteria itu, dalam beberapa hari terakhir mencuat sejumlah nama yang dirumorkan bakal jadi juru taktik Dendi Santoso dan kawan-kawan. Seperti nama Milomir Seslija, yang santer digosipkan bakal come back menukangi tim Singo Edan. Lalu juga ada nama Darije Kalezic, yang sebelumnya sempat melatih PSM Makassar di musim 2019 lalu. Berikutnya juga santer nama yang telah dirumorkan sejak lama, yakni Eduardo Almeida. Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang, kapasitas yang dimiliki tiga nama itu terbilang cukup merata.

Disinggung soal nama-nama tersebut, Ruddy menyebutnya saat ini semua masih menjadi rumor. Sebab hingga latihan kemarin (3/4), belum ada sosok pelatih kepala yang memimpin latihan. ”Selagi belum ada hitam di atas putih, berarti masih rumor,” kata petinggi tim Arema FC asal Madiun itu.

Dri informasi yang didapat Jawa Pos Radar Malang, nama Eduardo Almeida lah yang kemungkinan kuat bakal bergabung dengan Arema FC. ”Nama dia (Almeida) kabarnya sudah disodorkan (manajemen) ke direksi (Arema FC). Tapi belum tahu kelanjutannya bagaimana,” kata sumber terpercaya Jawa Pos Radar Malang.

Menurut dia, pihak direksi saat ini memang tengah mengkaji betul siapa sosok yang bakal dipilih untuk melatih penggawa Tim Singo Edan. Kegagalan di Piala Menpora beberapa waktu lalu jadi salah satu penyebab mengapa proses pemilihan pelatih kepala dilakukan sangat hati-hati.

”Mereka (manajemen dan direksi Arema FC) juga masih memilih banyak kandidat lainnya,” sambung sumber di internal tim Singo Edan itu. Dalam perjalanannya, baik Milo, Darije dan Almeida merupakan sosok yang memang sudah mengerti sepak bola Indonesia. Malah, untuk Milo dan Darije, sudah sempat merasakan gelar juara di sejumlah turnamen. Darije sempat merasakan gelar juara Piala Indonesia 2018 bersama PSM Makassar. Sedangkan Milo sudah membantu Arema FC menjadi kampiun di Piala Presiden tahun 2019 lalu. Ia juga sempat mengantarkan tim Singo Edan juara di ajang Torabika Bhayangkara Cup 2016.

Sementara nama Eduardo Almeida, diketahui sempat menyabet gelar juara bersama klub South China AA (Liga Hong Kong), tahun 2008 lalu. Saat itu ia bertindak sebagai asisten pelatih. Ketiga kandidat itu kini juga sudah memegang lisensi kepelatihan UEFA Pro. Sesuai dengan sesuai kriteria yang dipatok PSSI untuk pelatih tim-tim Liga 1.

Terpisah, saat dikonfirmasi Eduardo Almeida mengaku saat ini masih melanjutkan kariernya di salah satu kompetisi sepak bola di Asia Barat. ”Saat ini saya sedang melanjutkan karier saya di negara Oman,” kata dia.

Dalam percakapan via media sosial tersebut, mantan pelatih tim Semen Padang itu juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkarir di Indonesia. Baginya, kompetisi di tanah air sangat menarik. ”Kami tidak akan pernah tahu apa yang terjadi ke depan,” imbuh dia.

Kandidat lainnya, yakni Milomir Seslija juga mengatakan bila saat ini belum mendapatkan pengajuan kontak dari tim Indonesia. Pria asal Bosnia dan Herzegovina juga mengaku selalu merindukan sepak bola Indonesia. ”Akan sangat menarik bila bisa kembali ke Indonesia. Tapi saya tidak tahu kapan,” kata dia. (rmcgp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru