alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Klir, Eduardo Almeida Nakhodai Arema FC

MALANG KOTA – Teka-teki soal siapa pelatih kepala Arema FC yang baru akhirnya terjawab. Juru taktik asal Portugal yang juga eks pelatih tim Semen Padang, Eduardo Almeida kabarnya tinggal selangkah lagi menakhodai Dendi Santoso dan kawan-kawan. Meski belum ada pengumuman resmi dari tim Singo Edan, disebut-sebut bila proses negosiasi antara kedua belah pihak berjalan positif. Kini Almeida hanya tinggal menunggu waktu untuk datang ke Indonesia.

Mencuatnya nama pelatih asal Portugal itu juga sudah diprediksi Jawa Pos Radar Malang sebelumnya. Ada sejumlah alasan yang membuatnya cocok menangani tim Arema FC. Salah satunya yakni lisensi kepelatihan yang sudah dikantongi Almeida. Sebagaimana diketahui, manajemen tim Singo Edan memang ingin mendatangkan pelatih dengan kualitas terbaik.

Nah, lisensi kepelatihan itu menjadi salah satu tolok ukurnya. Ketentuan lisensi itu juga diberlakukan untuk mempermudah langkah tim saat mengurus club licensing AFC (Asian Football Confederation) atau proses standardisasi dan verifikasi kualitas manajemen klub sepak bola profesional versi AFC.

Almeida saat ini diketahui telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro. Modal tersebut sudah memenuhi syarat agar dia bisa melatih sebuah tim di kompetisi kasta teratas di Indonesia. Lisensi UEFA Pro itu juga sudah setara dengan AFC Pro, standar minimal yang ditetapkan PSSI untuk klub-klub Liga 1.

Di sisi lain, Almeida juga bukan sosok baru di percaturan sepak bola nasional. Ketentuan itu sesuai dengan keinginan direksi dan manajemen Arema FC sebelumnya. Sebab, sejak awal mereka tidak ingin juru taktiknya buta soal kekuatan tim-tim di Liga 1.

Pelatih berusia berusia 43 tahun itu diketahui sempat menukangi tim Semen Padang tahun 2019 lalu. Sebelumnya, dia juga sudah berkiprah di kompetisi Asia Tenggara bersama Ubon United, Liga Thailand, tahun 2018 lalu. Dalam perjalanannya di kancah sepak bola Asia, Almeida diketahui sempat merasakan gelar juara bersama klub Liga Hongkong, South China, di musim 2007/2008 lalu.

General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo mengakui, negoisasi pihaknya dengan eks juru taktik Semen Padang itu memang berjalan baik. Salah satu indikasinya adalah offering letter atau surat penawaran kerja yang dikirim tim Singo Edan sudah mendapatkan respons positif. ”Alhamdulillah semua berjalan baik. Offer yang kami kirim juga sudah ditandatangani dia (Almeida),” jelas petinggi tim Singo Edan asal Madiun itu. Dia menyebut bila saat ini pihaknya sedang mengurus visa sang pelatih. Rencananya, hari ini (4/5) visa sudah bisa keluar.

Setelah proses tersebut dilalui, bapak dua anak itu akan segera merencanakan kedatangan Almeida. Sesuai jadwal tim Singo Edan, eks pelatih Malaka United itu diharapkan sampai di Indonesia pada 11 atau 12 Mei mendatang. Bila terealisasi, pada pertengahan bulan Mei ini dia sudah bisa memimpin latihan Jayus Hariono dan kawan-kawan. ”Kenapa kami segera rencanakan dia datang? Salah satu tujuannya adalah ketika di latihan perdana Arema FC setelah Lebaran nanti, dia sudah bisa bergabung,” jelas pria berusia 49 tahun itu.

Selain itu, Ruddy melanjutkan, jadwal kedatangan itu juga menjadi bentuk antisipasi terhadap ketentuan karantina untuk orang asing yang masuk ke Indonesia. Dari beberapa kabar yang didapat manajemen Singo Edan, nantinya sebelum melatih, Almeida membutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk menjalani karantina. ”Lalu kami juga antisipasi (ketentuan) karantina yang akan dilakukan Pemkot Malang selama tiga hari untuk orang asing yang masuk ke Malang,” tuturnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, Almeida kabarnya bakal dikontrak selama satu musim. Manajemen Singo Edan sudah menjanjikan perpanjangan kontrak ketika dia bisa membawa prestasi. Minimal finis di tiga besar kompetisi Liga 1. (rmc/gp/c1/by)

MALANG KOTA – Teka-teki soal siapa pelatih kepala Arema FC yang baru akhirnya terjawab. Juru taktik asal Portugal yang juga eks pelatih tim Semen Padang, Eduardo Almeida kabarnya tinggal selangkah lagi menakhodai Dendi Santoso dan kawan-kawan. Meski belum ada pengumuman resmi dari tim Singo Edan, disebut-sebut bila proses negosiasi antara kedua belah pihak berjalan positif. Kini Almeida hanya tinggal menunggu waktu untuk datang ke Indonesia.

Mencuatnya nama pelatih asal Portugal itu juga sudah diprediksi Jawa Pos Radar Malang sebelumnya. Ada sejumlah alasan yang membuatnya cocok menangani tim Arema FC. Salah satunya yakni lisensi kepelatihan yang sudah dikantongi Almeida. Sebagaimana diketahui, manajemen tim Singo Edan memang ingin mendatangkan pelatih dengan kualitas terbaik.

Nah, lisensi kepelatihan itu menjadi salah satu tolok ukurnya. Ketentuan lisensi itu juga diberlakukan untuk mempermudah langkah tim saat mengurus club licensing AFC (Asian Football Confederation) atau proses standardisasi dan verifikasi kualitas manajemen klub sepak bola profesional versi AFC.

Almeida saat ini diketahui telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro. Modal tersebut sudah memenuhi syarat agar dia bisa melatih sebuah tim di kompetisi kasta teratas di Indonesia. Lisensi UEFA Pro itu juga sudah setara dengan AFC Pro, standar minimal yang ditetapkan PSSI untuk klub-klub Liga 1.

Di sisi lain, Almeida juga bukan sosok baru di percaturan sepak bola nasional. Ketentuan itu sesuai dengan keinginan direksi dan manajemen Arema FC sebelumnya. Sebab, sejak awal mereka tidak ingin juru taktiknya buta soal kekuatan tim-tim di Liga 1.

Pelatih berusia berusia 43 tahun itu diketahui sempat menukangi tim Semen Padang tahun 2019 lalu. Sebelumnya, dia juga sudah berkiprah di kompetisi Asia Tenggara bersama Ubon United, Liga Thailand, tahun 2018 lalu. Dalam perjalanannya di kancah sepak bola Asia, Almeida diketahui sempat merasakan gelar juara bersama klub Liga Hongkong, South China, di musim 2007/2008 lalu.

General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo mengakui, negoisasi pihaknya dengan eks juru taktik Semen Padang itu memang berjalan baik. Salah satu indikasinya adalah offering letter atau surat penawaran kerja yang dikirim tim Singo Edan sudah mendapatkan respons positif. ”Alhamdulillah semua berjalan baik. Offer yang kami kirim juga sudah ditandatangani dia (Almeida),” jelas petinggi tim Singo Edan asal Madiun itu. Dia menyebut bila saat ini pihaknya sedang mengurus visa sang pelatih. Rencananya, hari ini (4/5) visa sudah bisa keluar.

Setelah proses tersebut dilalui, bapak dua anak itu akan segera merencanakan kedatangan Almeida. Sesuai jadwal tim Singo Edan, eks pelatih Malaka United itu diharapkan sampai di Indonesia pada 11 atau 12 Mei mendatang. Bila terealisasi, pada pertengahan bulan Mei ini dia sudah bisa memimpin latihan Jayus Hariono dan kawan-kawan. ”Kenapa kami segera rencanakan dia datang? Salah satu tujuannya adalah ketika di latihan perdana Arema FC setelah Lebaran nanti, dia sudah bisa bergabung,” jelas pria berusia 49 tahun itu.

Selain itu, Ruddy melanjutkan, jadwal kedatangan itu juga menjadi bentuk antisipasi terhadap ketentuan karantina untuk orang asing yang masuk ke Indonesia. Dari beberapa kabar yang didapat manajemen Singo Edan, nantinya sebelum melatih, Almeida membutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk menjalani karantina. ”Lalu kami juga antisipasi (ketentuan) karantina yang akan dilakukan Pemkot Malang selama tiga hari untuk orang asing yang masuk ke Malang,” tuturnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, Almeida kabarnya bakal dikontrak selama satu musim. Manajemen Singo Edan sudah menjanjikan perpanjangan kontrak ketika dia bisa membawa prestasi. Minimal finis di tiga besar kompetisi Liga 1. (rmc/gp/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru