alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Usung Budaya Ketimuran di Ajang Bursa Transfer Pemain Arema FC

MALANG KOTA – Arema FC langsung mendapat predikat tim gerak cepat dalam bursa transfer pemain untuk musim depan. Itu setelah mereka memastikan telah mendaratkan sembilan pemain baru untuk mengarungi Liga 1 musim 2022/2023.

Kesuksesan manajemen Singo Edan mendaratkan pemain-pemain yang punya skill mumpuni itu terjadi karena mereka melakukan cara-cara yang spesial untuk melobi pemain. Salah satunya yakni mengedepankan budaya ketimuran. Pemain yang hendak gabung Arema FC diwajibkan untuk menyelesaikan semua urusan dengan klub lamanya.

Artinya, mereka tidak ada yang diamdiam atau tanpa sepengetahuan tim lamanya saat memutuskan gabung Singo Edan. ”Semua pemain baru saya wajibkan untuk menyelesaikan urusan dengan klub lama. Juga pamit dengan cara baik-baik,” tutur Manajer Ad Interim Arema FC Muhammad Ali Rifki. Bagi pria yang akrab kerap disapa Sam Manajer tersebut, sikap itu sangat penting. Sebab melakukan segala sesuatu harus dimulai dengan cara yang positif dan baik. ”Apalagi selama ini Arema FC juga punya hubungan baik dengan seluruh kontestan Liga 1. Itu harus terus dijaga, salah satunya dengan cara-cara ini,” tambah pria asal Pasuruan tersebut. Dia lantas mencontohkan kedatangan Syaeful Anwar dan Irsyad Maulana.

Demi menunggu urusan keduanya clear bersama Persita Tangerang, manajemen Singo Edan harus mengundur jadwal perkenalan mereka. Dari sebelumnya hendak digelar 25 April, menjadi mundur di 27 April lalu. Lebih lanjut, Ali mengaku bila sikap tersebut juga berlaku untuk pemain Arema FC yang musim ini meninggalkan klub. Sebab semuanya juga sudah berpamitan baik-baik dengan manajemen tim. (gp/by)

MALANG KOTA – Arema FC langsung mendapat predikat tim gerak cepat dalam bursa transfer pemain untuk musim depan. Itu setelah mereka memastikan telah mendaratkan sembilan pemain baru untuk mengarungi Liga 1 musim 2022/2023.

Kesuksesan manajemen Singo Edan mendaratkan pemain-pemain yang punya skill mumpuni itu terjadi karena mereka melakukan cara-cara yang spesial untuk melobi pemain. Salah satunya yakni mengedepankan budaya ketimuran. Pemain yang hendak gabung Arema FC diwajibkan untuk menyelesaikan semua urusan dengan klub lamanya.

Artinya, mereka tidak ada yang diamdiam atau tanpa sepengetahuan tim lamanya saat memutuskan gabung Singo Edan. ”Semua pemain baru saya wajibkan untuk menyelesaikan urusan dengan klub lama. Juga pamit dengan cara baik-baik,” tutur Manajer Ad Interim Arema FC Muhammad Ali Rifki. Bagi pria yang akrab kerap disapa Sam Manajer tersebut, sikap itu sangat penting. Sebab melakukan segala sesuatu harus dimulai dengan cara yang positif dan baik. ”Apalagi selama ini Arema FC juga punya hubungan baik dengan seluruh kontestan Liga 1. Itu harus terus dijaga, salah satunya dengan cara-cara ini,” tambah pria asal Pasuruan tersebut. Dia lantas mencontohkan kedatangan Syaeful Anwar dan Irsyad Maulana.

Demi menunggu urusan keduanya clear bersama Persita Tangerang, manajemen Singo Edan harus mengundur jadwal perkenalan mereka. Dari sebelumnya hendak digelar 25 April, menjadi mundur di 27 April lalu. Lebih lanjut, Ali mengaku bila sikap tersebut juga berlaku untuk pemain Arema FC yang musim ini meninggalkan klub. Sebab semuanya juga sudah berpamitan baik-baik dengan manajemen tim. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/