alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Singo Siap Terkam Mahesa Jenar

MALANG KOTA- Perjuangan Arema FC menembus babak final Piala Presiden 2022 diprediksi tidak akan berjalan gampang. Itu karena mereka harus berjuang ekstra yakni melawan PSIS Semarang, 7 Juli mendatang. Tim Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, dipastikan lolos babak semifinal setelah mengalahkan Bhayangkara FC, Minggu sore kemarin 9-9 (adu penalti).

Tak hanya lawan PSIS, Arema FC juga menghadapi ancaman kelelahan. Jhon Alfarizi dan kawan-kawan ke depan hanya mempunyai waktu jeda tiga hari saja untuk tampil di leg pertama dan kedua.

Ini terbilang cukup riskan. Pasalnya, berpotensi pemain mengalami kelelahan hingga cedera. Selain itu juga bisa membuat perfoma di lapangan kurang maksimal. Alhasil, perlu dilakukan maintenance sebaik mungkin. Ini supaya Singo Edan, julukan Arema, siap menerkam Mahesa Jenar demi lolos ke partai final.

Terkait kondisi pemain yang dihadapkan dengan jadwal padat, dokter tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi menyebut, selepas pertandingan minimal seorang pemain butuh waktu recovery minimal 2 hari. “Jeda pertandingan itu idealnya adalah 72-96 jam,”paparnya. Artinya paling minim adalah tiga hari. Baginya kalau seminggu sudah bermain dua kali menjadi hal yang kurang bagus.

Karena dalam jangka panjang resikonya adalah overtraining dan kelelahan yang cukup tinggi. Di mana menurutnya efeknya tidak hanya pada potensi cedera atau penurunan perfoma di lapangan saja. Lebih jauh, juga bisa berdampak kepada kesehatan pemain itu sendiri.

Arema FC sendiri akan memulai perjalanan pada babak semifinal Piala Presiden pada Kamis (7/7) mendatang. Mereka akan terlebih dahulu melakukan away. Alhasil, dalam tiga hari jeda akan satu hari yang tidak efektif untuk melakukan persiapan fase semifinal.

Dihadapkan dengan kondisi tersebut pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida enggan untuk mengeluh. Menurutnya tim Singo Edan akan berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan tim. “Tentunya kami tidak mendapat waktu lebih saat ini. Karenanya harus memaksimalkan jeda sebaik mungkin,”jelas pria asal Portugal tersebut.

Dia ingin memaksimalkan persiapan secara taktikal dan recovery. Kedua hal tersebut dinilai paling bisa dilakukan. Sebab, untuk melakukan persiapan fisik dinilai menjadi hal impossible, lantaran memang jeda waktu di babak semifinal tidak panjang.

Selain hal tersebut, Arema FC sebelumnya juga harus rela menjalani laga cukup panjang selama babak 8 besar. Sebagaimana diketahui mereka harus bermain lebih dari 90 menit lantaran laga ditentukan banak penalti.

“Kami harus memastikan pemain bisa dalam kondisi yang bagus dan siap untuk bertanding”tuturnya.

Karena dalam waktu 72 jam bukan hal mudah membuat pemain dalam kondisi terbaik (100%).

Eduardo sendiri kemarin (3/7) memberikan waktu off 1 hari untuk para pemain Arema FC. Waktu tersebut diharapkan digunakan pemain sedikit refreshing sebelum kembali memulai latihan hari ini (4/7).

Lebih, lanjut terkait babak semifinal eks pelatih Semen Padang itu menilai tidak ada keraguan dari timnya. Semua pemain bersemangat memberikan hasil terbaik di fase tersebut. “Keinginan kami adalah terus melangkah jauh di ajang ini,”jelas Eduardo.

Senada dengan Eduardo Almeida, pemain anyar Arema FC Adam Alis mengatakan bagaimana kondisinya harus siap. “Sebagai pemain tentunya ready untuk tim. Lalu saat diberikan kesempatan tampil memberikan terbaik,”jelas eks pemain Persija Jakarta dan Bhayangkara FC itu.

Terkait lawan di babak semifinal, Adam mengaku kalau tidak ingin terlalu memikirkannya. Baginya saat ini terpenting adalah melakukan persiapan. “Fokus kepada tim sendiri untuk memberikan yang maksimal,”kata pemain identik nomor punggung 18 itu. (gp/abm)

MALANG KOTA- Perjuangan Arema FC menembus babak final Piala Presiden 2022 diprediksi tidak akan berjalan gampang. Itu karena mereka harus berjuang ekstra yakni melawan PSIS Semarang, 7 Juli mendatang. Tim Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, dipastikan lolos babak semifinal setelah mengalahkan Bhayangkara FC, Minggu sore kemarin 9-9 (adu penalti).

Tak hanya lawan PSIS, Arema FC juga menghadapi ancaman kelelahan. Jhon Alfarizi dan kawan-kawan ke depan hanya mempunyai waktu jeda tiga hari saja untuk tampil di leg pertama dan kedua.

Ini terbilang cukup riskan. Pasalnya, berpotensi pemain mengalami kelelahan hingga cedera. Selain itu juga bisa membuat perfoma di lapangan kurang maksimal. Alhasil, perlu dilakukan maintenance sebaik mungkin. Ini supaya Singo Edan, julukan Arema, siap menerkam Mahesa Jenar demi lolos ke partai final.

Terkait kondisi pemain yang dihadapkan dengan jadwal padat, dokter tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi menyebut, selepas pertandingan minimal seorang pemain butuh waktu recovery minimal 2 hari. “Jeda pertandingan itu idealnya adalah 72-96 jam,”paparnya. Artinya paling minim adalah tiga hari. Baginya kalau seminggu sudah bermain dua kali menjadi hal yang kurang bagus.

Karena dalam jangka panjang resikonya adalah overtraining dan kelelahan yang cukup tinggi. Di mana menurutnya efeknya tidak hanya pada potensi cedera atau penurunan perfoma di lapangan saja. Lebih jauh, juga bisa berdampak kepada kesehatan pemain itu sendiri.

Arema FC sendiri akan memulai perjalanan pada babak semifinal Piala Presiden pada Kamis (7/7) mendatang. Mereka akan terlebih dahulu melakukan away. Alhasil, dalam tiga hari jeda akan satu hari yang tidak efektif untuk melakukan persiapan fase semifinal.

Dihadapkan dengan kondisi tersebut pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida enggan untuk mengeluh. Menurutnya tim Singo Edan akan berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan tim. “Tentunya kami tidak mendapat waktu lebih saat ini. Karenanya harus memaksimalkan jeda sebaik mungkin,”jelas pria asal Portugal tersebut.

Dia ingin memaksimalkan persiapan secara taktikal dan recovery. Kedua hal tersebut dinilai paling bisa dilakukan. Sebab, untuk melakukan persiapan fisik dinilai menjadi hal impossible, lantaran memang jeda waktu di babak semifinal tidak panjang.

Selain hal tersebut, Arema FC sebelumnya juga harus rela menjalani laga cukup panjang selama babak 8 besar. Sebagaimana diketahui mereka harus bermain lebih dari 90 menit lantaran laga ditentukan banak penalti.

“Kami harus memastikan pemain bisa dalam kondisi yang bagus dan siap untuk bertanding”tuturnya.

Karena dalam waktu 72 jam bukan hal mudah membuat pemain dalam kondisi terbaik (100%).

Eduardo sendiri kemarin (3/7) memberikan waktu off 1 hari untuk para pemain Arema FC. Waktu tersebut diharapkan digunakan pemain sedikit refreshing sebelum kembali memulai latihan hari ini (4/7).

Lebih, lanjut terkait babak semifinal eks pelatih Semen Padang itu menilai tidak ada keraguan dari timnya. Semua pemain bersemangat memberikan hasil terbaik di fase tersebut. “Keinginan kami adalah terus melangkah jauh di ajang ini,”jelas Eduardo.

Senada dengan Eduardo Almeida, pemain anyar Arema FC Adam Alis mengatakan bagaimana kondisinya harus siap. “Sebagai pemain tentunya ready untuk tim. Lalu saat diberikan kesempatan tampil memberikan terbaik,”jelas eks pemain Persija Jakarta dan Bhayangkara FC itu.

Terkait lawan di babak semifinal, Adam mengaku kalau tidak ingin terlalu memikirkannya. Baginya saat ini terpenting adalah melakukan persiapan. “Fokus kepada tim sendiri untuk memberikan yang maksimal,”kata pemain identik nomor punggung 18 itu. (gp/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/