alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Almeida Ungkap Kunci Kemenangan Solid Arema FC Saat Lawan Persela

MALANG – Gol ketiga Arema FC di pertandingan Minggu (3/10) malam di ajang BRI Liga 1 lahir lewat tendangan bebas yang dieksekusi Muhammad Rafli di menit 34. Pemain asal Jakarta itu sukses menempatkan bola ke pojok kanan gawang Persela. Itu menjadi gol pertamanya di Liga 1 musim ini. Dalam perayaan golnya kemarin, dia ikut mengenang almarhum H.A. Maschut, mantan Wali Kota Kediri.

Meski kalah, bukan berarti Persela Lamongan tidak memberikan perlawanan. Mereka langsung melakukan perubahan usai kemasukan tiga gol di babak pertama. Pada babak kedua, mereka terus menerus berusaha menjebol gawang tim Singo Edan. Namun upaya mereka beberapa kali harus mental lantaran solitnya kuartet lini belakang Arema FC, yang diisi Rizky Dwi Febrianto, Sergio Silva, Bagas Adi Nugroho, dan Diego Michiels. Penampilan Adilson Maringa juga tangguh dengan beberapa intercept-nya.

Pada babak kedua Arema FC sendiri bermain lebih save. Hanya beberapa kali mereka melakukan serangan balik. Seperti tersaji di menit ke 75 lewat Carlos Fortes. Mereka juga memberikan kesempatan khusus ke beberapa pemain muda seperti Bramantio dan Tito Hamzah di babak kedua. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, capaian apik Arema FC kemarin bisa terjadi lantaran mereka mampu memaksimalkan setiap peluang.

Sepanjang laga, tercatat mereka mampu menciptakan 6 shot on target. Dari total itu, 3 di antaranya berbuah gol. Catatan itulah yang sebelumnya sulit dibukukan pemain Singo Edan. Sementara itu, capaian berbeda tersaji di tim Persela Lamongan. Mereka hanya mencatatkan 1 shot on target dan 5 shot off target.

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida menyebut, hasil kemarin merupakan buah dari kerja keras timnya yang tidak pernah usai. ”Selama ini kami terus berusaha meningkatkan kualitas dari tim ini,” kata -pria asal Portugal tersebut.

Dia juga menyebut sudah ada beberapa perbaikan yang terjadi dari laga sebelumnya. Salah satunya terkait penyelesaian akhir. ”Pada hari ini, kami punya sejumlah kesempatan yang bisa berbuah gol, dan pemain mampu memaksimalkannya,” kata pelatih yang punya lisensi UEFA Pro itu. Lebih lanjut, tiga gol cepat pada babak pertama disebut dia mampu meningkatkan motivasi para pemainnya.

Berkat catatan itu, pemainnya juga lebih solid saat bertahan. ”Itu tentu menjadi salah satu kunci (kemenangan hari ini, red), namun yang paling utama semua bekerja keras dari awal sampai akhir (pertandingan),” imbuhnya.

Masuknya Jhon Alfarizi di line-up dan akhirnya bermain di babak kedua disebut Eduardo lantaran sang pemain tidak dibawa oleh Timnas untuk kualifikasi Piala Asia. ”Dia mengalami flu, sehingga tidak jadi gabung Timnas. Tapi, saat pemeriksaan akhir, kondisinya siap untuk turun bermain bersama Arema FC,” jelas eks Semen Padang itu.

Terpisah, kembali mencetak sebuah gol diakui Carlos Fortes menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Apalagi, torehan itu membuat timnya mendapatkan kemenangan keduanya di Liga 1. ”Tentunya senang dengan capaian ini. Tapi yang terpenting adalah tim mendapatkan tiga poin,” paparnya. Lebih lanjut, Carlos mengaku kalau kemenangan kemarin disebabkan faktor kekompakan tim yang terus meningkat. ”Kami sudah mulai mengerti apa yang diinginkan pelatih. Jadi bisa memperoleh kemenangan,” kata dia.(gp/by/rmc)

MALANG – Gol ketiga Arema FC di pertandingan Minggu (3/10) malam di ajang BRI Liga 1 lahir lewat tendangan bebas yang dieksekusi Muhammad Rafli di menit 34. Pemain asal Jakarta itu sukses menempatkan bola ke pojok kanan gawang Persela. Itu menjadi gol pertamanya di Liga 1 musim ini. Dalam perayaan golnya kemarin, dia ikut mengenang almarhum H.A. Maschut, mantan Wali Kota Kediri.

Meski kalah, bukan berarti Persela Lamongan tidak memberikan perlawanan. Mereka langsung melakukan perubahan usai kemasukan tiga gol di babak pertama. Pada babak kedua, mereka terus menerus berusaha menjebol gawang tim Singo Edan. Namun upaya mereka beberapa kali harus mental lantaran solitnya kuartet lini belakang Arema FC, yang diisi Rizky Dwi Febrianto, Sergio Silva, Bagas Adi Nugroho, dan Diego Michiels. Penampilan Adilson Maringa juga tangguh dengan beberapa intercept-nya.

Pada babak kedua Arema FC sendiri bermain lebih save. Hanya beberapa kali mereka melakukan serangan balik. Seperti tersaji di menit ke 75 lewat Carlos Fortes. Mereka juga memberikan kesempatan khusus ke beberapa pemain muda seperti Bramantio dan Tito Hamzah di babak kedua. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, capaian apik Arema FC kemarin bisa terjadi lantaran mereka mampu memaksimalkan setiap peluang.

Sepanjang laga, tercatat mereka mampu menciptakan 6 shot on target. Dari total itu, 3 di antaranya berbuah gol. Catatan itulah yang sebelumnya sulit dibukukan pemain Singo Edan. Sementara itu, capaian berbeda tersaji di tim Persela Lamongan. Mereka hanya mencatatkan 1 shot on target dan 5 shot off target.

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida menyebut, hasil kemarin merupakan buah dari kerja keras timnya yang tidak pernah usai. ”Selama ini kami terus berusaha meningkatkan kualitas dari tim ini,” kata -pria asal Portugal tersebut.

Dia juga menyebut sudah ada beberapa perbaikan yang terjadi dari laga sebelumnya. Salah satunya terkait penyelesaian akhir. ”Pada hari ini, kami punya sejumlah kesempatan yang bisa berbuah gol, dan pemain mampu memaksimalkannya,” kata pelatih yang punya lisensi UEFA Pro itu. Lebih lanjut, tiga gol cepat pada babak pertama disebut dia mampu meningkatkan motivasi para pemainnya.

Berkat catatan itu, pemainnya juga lebih solid saat bertahan. ”Itu tentu menjadi salah satu kunci (kemenangan hari ini, red), namun yang paling utama semua bekerja keras dari awal sampai akhir (pertandingan),” imbuhnya.

Masuknya Jhon Alfarizi di line-up dan akhirnya bermain di babak kedua disebut Eduardo lantaran sang pemain tidak dibawa oleh Timnas untuk kualifikasi Piala Asia. ”Dia mengalami flu, sehingga tidak jadi gabung Timnas. Tapi, saat pemeriksaan akhir, kondisinya siap untuk turun bermain bersama Arema FC,” jelas eks Semen Padang itu.

Terpisah, kembali mencetak sebuah gol diakui Carlos Fortes menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Apalagi, torehan itu membuat timnya mendapatkan kemenangan keduanya di Liga 1. ”Tentunya senang dengan capaian ini. Tapi yang terpenting adalah tim mendapatkan tiga poin,” paparnya. Lebih lanjut, Carlos mengaku kalau kemenangan kemarin disebabkan faktor kekompakan tim yang terus meningkat. ”Kami sudah mulai mengerti apa yang diinginkan pelatih. Jadi bisa memperoleh kemenangan,” kata dia.(gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/