alexametrics
27C
Malang
Sunday, 24 January 2021

Pamor Moncer, Striker Arema FC Sempat Jadi Rebutan

MALANG KOTA – Pamor Arema FC masih begitu kuat. Itu setidaknya tecermin dari sejumlah pemainnya yang jadi incaran sejumlah klub, baik klub Indonesia maupun luar negeri. Lihat saja, sejumlah pemain lokal yang keluar dari Arema FC seperti tidak kesulitan cari klub baru. Bahkan, mereka langsung dinanti. Terutama para striker.

Saat ini ada dua striker lokal yang sempat jadi incaran klub lain, yakni Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo. Tak salah jika keduanya jadi rebutan klub lain. Dedik Setiawan misalnya. Penampilan striker asal Dampit itu sempat moncer pada musim lalu. Dia sukses menjadi salah satu penyerang lokal di Indonesia yang mampu mencetak banyak gol.

Sementara nama Kushedya Hari Yudo begitu meroket pada musim 2020. Dia menjadi penyerang lokal di skuad Arema FC paling bertaji. Yudo menjadi salah satu pilar penting pada tiga pertandingan Liga 1 lalu. Selain selalu menjadi pilihan utama, dua golnya juga membuat dia menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim Singo Edan.

Karena ketajaman naluri golnya itu pula yang membuat Yudo menjadi bagian dari skuad tim nasional. Dia dipanggil PSSI bersama tiga pemain Arema FC yang lain, yakni Muhammad Rafli, Titan Agung, dan Dedik Setiawan. Sementara itu, bukti lain kalau striker Arema FC tak sulit cari klub top lain adalah pindahnya Rivaldi Bawuo ke Madura United dan Ahmad Hardianto ke Bhayangkara Solo FC.

General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo mengakui pemain Arema yang sempat menjadi incaran klub luar negeri dari Thailand dan Malaysia adalah Dedik Setiawan. Menurut dia, hal itu terjadi pada musim lalu ketika performa Dedik sedang bagus-bagusnya. ”Kalau dulu dan mungkin sampai sekarang yang ditaksir klub luar itu adalah Dedik,” ungkap pria berusia 49 tahun itu.

Memang, pendekatan klub luar negeri terhadap Dedik itu belum terlalu jauh. Masih sebatas penjajakan. Belum ada proses langsung dari klub peminat Dedik kepada Arema FC. Bagi Ruddy, kalaupun ada pemain tim Singo Edan memilih berkarir di luar negeri bukanlah sebuah masalah. Justru bisa bikin bangga klub. Asalkan pemain tersebut bisa memenuhi standar sebagai klub papan atas di level tertinggi se-Asia Tenggara. ”Baru apabila mereka berkarir di Jepang dan Korea Selatan, tidak apa-apa main di Liga 2,” tutur Ruddy.

Kalau Dedik diminati klub luar, berbeda dengan Kushedya Hari Yudo. Mantan PSS Sleman dan Kalteng Putra itu beberapa waktu lalu sempat ”digoda” untuk berlabuh ke klub Liga 2. Di mana pemain berusia 27 tahun itu diharapkan bisa membantu klub-klub kasta kedua untuk promosi.

Tim-tim yang mengincar pemain asli jebolan Akademi Arema FC itu di antaranya adalah PSMS Medan, PSIM Jogjakarta, sampai Sriwijaya FC. Namun, akibat kompetisi tertunda, rencana itu pun berantakan.

Menurut Ruddy, meski ada yang meminjam dari klub lokal, namun ketika pemain masih dibutuhkan Arema, dia tidak akan melepaskan. ”Ya, intinya pelatih bagaimana. Soalnya, mereka yang meracik klub,” tuturnya. Ibaratnya adalah saat koki memasak, apabila bahan diperlukan untuk penyedap, maka bahan itu harus tetap ada di sampingnya.

Pewarta: Galih P

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca