alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Maaf, Kabupaten Malang Absen di Porprov 2022

KABUPATEN – Nama kontingen Kabupaten Malang bisa jadi tidak tercantum pada ajang Porprov VII Jatim tahun 2022 mendatang. Ini karena pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang menyampaikan bahwa kemungkinan atlet mereka tidak bisa berlaga di ajang dua tahuna itu. Penyebabnya klasik: dana cekak. KONI tidak mau mau ambil risiko dengan memaksa mengirim kontingen di Porprov.  Sementara anggarannya termeheh-mehek.

Ketua KONI Kabupaten Malang Rosydin menjelaskan, anggaran yang diberikan Pemkab Malang kepada pihaknya pada tahun depan kemungkinan hanya berkisar Rp 2,5 miliar saja. Padahal menurutnya, untuk mencapai target tiga besar di Porprov Jatim, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 13,8 miliar. “Kami ada 56 cabor (cabang olahraga), informasinya kami hanya dapat Rp 2,5 miliar, itu pun yang Rp 500 juta untuk Askab/PSSI Kabupaten Malang,” ucapnya.

Rosydin menegaskan, mengikuti Porprov tentunya harus ada dukungan finansial yang cukup untuk melengkapi perjuangan para atlet dan pelatih. Namun jika anggaran minim, KONI Kabupaten Malang memilih tidak mengikuti kejuaraan tersebut. Karena jika dipaksakan, maka para atlet dan pelatih tidak akan bisa maksimal dalam mendapatkan prestasi. “Padahal, Kabupaten Malang untuk Porprov Jatim pada 2024 berencana sebagai tuan rumah,” imbuhnya.

Melihat kondisi anggaran yang minim itu, Rosydin masih mengusahakan lobi-lobi ke Pemkab Malang dan KONI Jawa Timur. Ini agar bisa memberangkatkan atlet Kabupaten Malang ke Porprov VII yang digelar di Jember, Situbondo, Lumajang dan Situbondo. “Kami disarankan KONI Jatim untuk bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Karena mereka menjadi kunci untuk memberikan anggaran,” tuturnya.

Untuk itu, pihak KONI Kabupaten Malang sudah mengirim surat ke beberapa pihak di antaranya Bupati Malang, Sekda dan DPRD. Agar bisa segera dilakukan audiensi untuk kejelasan nasib para atlet. Harapannya ditemukan titik temu antara pemerintah dan KONI untuk kemajuan olahraga Kabupaten Malang.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang M. Saiful Efendi sangat menyayangkan jika kontingen Kabupaten Malang tidak bisa tampil di Porprov tahun depan. Padahal, banyak atlet Kabupaten Malang telah mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu. Dari 45 atlet yang dikirim, 38 atlet meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu. Selain itu, pada Porprov VI Jatim, Kabupaten Malang masuk lima besar klasemen akhir. “Seharusnya, bagaimana Pemkab Malang bisa mempertahankan prestasi atlet Kabupaten Malang, yang tentunya mereka harus memberikan perhatian,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Saiful mendesak Pemkab Malang menambah anggaran KONI untuk berlaga di Porprov Jatim. Karena Kabupaten Malang merupakan gudangnya atlet yang berprestasi. Jika nantinya atlet tidak bisa mengikuti Porprov, akan menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga Kabupaten Malang. “Sebab, untuk mendapatkan prestasi, tidak hanya mengandalkan kemampuan atlet, tapi juga harus didukung anggaran yang cukup,” tandas Saiful. (adk/abm)

 

KABUPATEN – Nama kontingen Kabupaten Malang bisa jadi tidak tercantum pada ajang Porprov VII Jatim tahun 2022 mendatang. Ini karena pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang menyampaikan bahwa kemungkinan atlet mereka tidak bisa berlaga di ajang dua tahuna itu. Penyebabnya klasik: dana cekak. KONI tidak mau mau ambil risiko dengan memaksa mengirim kontingen di Porprov.  Sementara anggarannya termeheh-mehek.

Ketua KONI Kabupaten Malang Rosydin menjelaskan, anggaran yang diberikan Pemkab Malang kepada pihaknya pada tahun depan kemungkinan hanya berkisar Rp 2,5 miliar saja. Padahal menurutnya, untuk mencapai target tiga besar di Porprov Jatim, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 13,8 miliar. “Kami ada 56 cabor (cabang olahraga), informasinya kami hanya dapat Rp 2,5 miliar, itu pun yang Rp 500 juta untuk Askab/PSSI Kabupaten Malang,” ucapnya.

Rosydin menegaskan, mengikuti Porprov tentunya harus ada dukungan finansial yang cukup untuk melengkapi perjuangan para atlet dan pelatih. Namun jika anggaran minim, KONI Kabupaten Malang memilih tidak mengikuti kejuaraan tersebut. Karena jika dipaksakan, maka para atlet dan pelatih tidak akan bisa maksimal dalam mendapatkan prestasi. “Padahal, Kabupaten Malang untuk Porprov Jatim pada 2024 berencana sebagai tuan rumah,” imbuhnya.

Melihat kondisi anggaran yang minim itu, Rosydin masih mengusahakan lobi-lobi ke Pemkab Malang dan KONI Jawa Timur. Ini agar bisa memberangkatkan atlet Kabupaten Malang ke Porprov VII yang digelar di Jember, Situbondo, Lumajang dan Situbondo. “Kami disarankan KONI Jatim untuk bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Karena mereka menjadi kunci untuk memberikan anggaran,” tuturnya.

Untuk itu, pihak KONI Kabupaten Malang sudah mengirim surat ke beberapa pihak di antaranya Bupati Malang, Sekda dan DPRD. Agar bisa segera dilakukan audiensi untuk kejelasan nasib para atlet. Harapannya ditemukan titik temu antara pemerintah dan KONI untuk kemajuan olahraga Kabupaten Malang.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang M. Saiful Efendi sangat menyayangkan jika kontingen Kabupaten Malang tidak bisa tampil di Porprov tahun depan. Padahal, banyak atlet Kabupaten Malang telah mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu. Dari 45 atlet yang dikirim, 38 atlet meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu. Selain itu, pada Porprov VI Jatim, Kabupaten Malang masuk lima besar klasemen akhir. “Seharusnya, bagaimana Pemkab Malang bisa mempertahankan prestasi atlet Kabupaten Malang, yang tentunya mereka harus memberikan perhatian,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Saiful mendesak Pemkab Malang menambah anggaran KONI untuk berlaga di Porprov Jatim. Karena Kabupaten Malang merupakan gudangnya atlet yang berprestasi. Jika nantinya atlet tidak bisa mengikuti Porprov, akan menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga Kabupaten Malang. “Sebab, untuk mendapatkan prestasi, tidak hanya mengandalkan kemampuan atlet, tapi juga harus didukung anggaran yang cukup,” tandas Saiful. (adk/abm)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru