alexametrics
27C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Usai Kursus Jadi Pelatih, Para Pemain Arema Ini Wajib Latih SSB

MALANG KOTA – Perjuangan sejumlah pemain Arema FC untuk mendapatkan lisensi kepelatihan C belum berkahir. Mereka yang sejatinya menyelesaikan kursus 30 Januari lalu, kini harus mengaplikasikan ilmu yang didapat. Hendro Siswanto, Jhon Alfarizi, dan Dendi Santoso harus melatih di sekolah sepak bola (SSB) atau akademi dengan durasi waktu yang cukup lama, yakni 20 jam.

”Mereka (calon pelatih) tidak akan langsung lulus. Harus melatih dulu (megang SSB), baru mendapatkan lisensi,” kata instruktur kepelatihan lisensi C Bambang Nurdiansyah. Dengan tahap itu, calon pelatih akan benar-benar merasakan bagaimana terjun di lapangan dan mendampingi para pemain muda. Dengan memegang SSB, Bambang juga menyebut bila peserta kursus akan mendapatkan ilmu-ilmu baru.

”Sebab, kursus dan langsung melatih itu beda,” terang eks pelatih PSIS Semarang tersebut. Apalagi yang ditangani adalah pesepak bola usia muda. Yang mana pada umumnya punya karakter berbeda jauh dengan pesepak bola senior. ”Kalau untuk pemain muda (kelas SSB), tanggung jawabnya cukup besar,” jelas eks penyerang timnas itu. Jika salah atau asal-asal dalam melatih, maka berpotensi merusak karir mereka selanjutnya.

Ibarat sebuah rumah, pembinaan sepak bola usia dini adalah fondasinya. Apabila bagus, maka rumahnya akan kokoh dan kuat. Meski mempunyai pekerjaan rumah (PR) sebelum lulus, namun pemain-pemain Arema FC mengaku siap melakoninya. ”Karena sudah terjun, ya harus all-out,” terang Hendro Siswanto. Untuk harus melatih SSB, pemain berusia 30 tahun itu masih belum mengetahui akan melatih klub mana. Yang jelas menurutnya, dia akan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. (rmc/gp/by)

MALANG KOTA – Perjuangan sejumlah pemain Arema FC untuk mendapatkan lisensi kepelatihan C belum berkahir. Mereka yang sejatinya menyelesaikan kursus 30 Januari lalu, kini harus mengaplikasikan ilmu yang didapat. Hendro Siswanto, Jhon Alfarizi, dan Dendi Santoso harus melatih di sekolah sepak bola (SSB) atau akademi dengan durasi waktu yang cukup lama, yakni 20 jam.

”Mereka (calon pelatih) tidak akan langsung lulus. Harus melatih dulu (megang SSB), baru mendapatkan lisensi,” kata instruktur kepelatihan lisensi C Bambang Nurdiansyah. Dengan tahap itu, calon pelatih akan benar-benar merasakan bagaimana terjun di lapangan dan mendampingi para pemain muda. Dengan memegang SSB, Bambang juga menyebut bila peserta kursus akan mendapatkan ilmu-ilmu baru.

”Sebab, kursus dan langsung melatih itu beda,” terang eks pelatih PSIS Semarang tersebut. Apalagi yang ditangani adalah pesepak bola usia muda. Yang mana pada umumnya punya karakter berbeda jauh dengan pesepak bola senior. ”Kalau untuk pemain muda (kelas SSB), tanggung jawabnya cukup besar,” jelas eks penyerang timnas itu. Jika salah atau asal-asal dalam melatih, maka berpotensi merusak karir mereka selanjutnya.

Ibarat sebuah rumah, pembinaan sepak bola usia dini adalah fondasinya. Apabila bagus, maka rumahnya akan kokoh dan kuat. Meski mempunyai pekerjaan rumah (PR) sebelum lulus, namun pemain-pemain Arema FC mengaku siap melakoninya. ”Karena sudah terjun, ya harus all-out,” terang Hendro Siswanto. Untuk harus melatih SSB, pemain berusia 30 tahun itu masih belum mengetahui akan melatih klub mana. Yang jelas menurutnya, dia akan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. (rmc/gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru