alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Eduardo: Fisik Pemain Baru 60 Persen

MALANG KOTA – Apabila Liga 1 mulai bergulir 20 Agustus mendatang, maka persiapan tim Arema FC sangat minim. Sebab, selama kebijakan PPKM darurat dan level 4 diterapkan, rutinitas latihan bersama tidak digelar mereka.

Banyaknya tempat latihan atau lapangan yang tutup menjadi alasannya. Gantinya, para pemain Singo Edan menggelar latihan secara mandiri. Di tempat tinggalnya masing-masing. Dengan jarak waktu kurang dari 16 hari sebelum terjun di kompetisi, maka tim Singo Edan tidak akan punya waktu yang ideal untuk pemenuhan aspek fisik.

Terlebih sejumlah pemain, khususnya penggawa asing, belum lama bergabung dengan tim. Sebelum berkostum Arema FC, mereka juga absen cukup lama dari aktivitas sepak bola. Diakui dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, waktu dua minggu memang kurang ideal untuk meningkatkan fisik pemain. Dari pengalamannya, butuh waktu lebih dari 4 pekan untuk bisa mengasah fisik pemain.

”Untuk fisik idealnya butuh waktu sekitar 6 minggu,” jelas Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu. Selain untuk meningkatkan kondisi fisik, waktu persiapan itu juga diperlukan untuk penyiapan skema permainan. Juga bagaimana mengasah skill pemain. Ke depan, bila memang Liga 1 jadi bergulir 20 Agustus, Nanang berharap ada sedikit kelonggaran yang bisa diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

”Seperti adanya aturan water break dan pergantian pemain yang jumlahnya lebih banyak. Itu akan sangat bagus dan membantu tim,” kata dia. Di tempat lain, pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku tidak risau. Baginya, keputusan untuk segera menggelar kompetisi adalah sesuatu yang bagus. ”Karena yang terpenting adalah Liga kembali berjalan lagi,” paparnya.

Terkait kondisi fisik pemain yang belum 100 persen, ia menilai bila hal tersebut juga terjadi hampir di semua kontestan Liga 1. Pria asal Portugal itu juga yakin, kalau para pemain juga siap turun untuk bermain meski kondisinya belum berada pada level ideal.

”Tidak masalah harus menghadapi kompetisi dengan kondisi fisik 60 sampai 70 persen. Sebab keinginan kami semua bisa bermain lagi,” imbuh juru taktik berlisensi UEFA Pro itu. Dinilai dia, sudah terlalu lama kompetisi sepakbola di Indonesia off. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini sudah hampir 16 bulan para pemain tidak merasakan atmosfer kompetisi.

Diakui Eduardo, kondisi fisik bakal mempunyai efek kepada permainan di lapangan. Itu karena ibarat sebuah kendaraan, kondisi fisik adalah bahan bakar utamanya. ”Oleh karena itu, nanti sembari menjalankan kompetisi, kami akan terus meningkat kondisi para pemain,” kata pria berusia 43 tahun itu.

Di sisi lain, saat ini tim Singo Edan telah memenuhi syarat untuk ikut kompetisi di tengah pandemi. Semua elemen tim Singo Edan sudah menjalani dua kali vaksinasi. Sementara soal kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes), tim medis Arema FC juga sudah membuat aturan di tingkat internal. Dua poin itu memang menjadi syarat agar PSSI dan PT LIB bisa menggulirkan kompetisi di tengah pandemi. (rmc/gp/by)

MALANG KOTA – Apabila Liga 1 mulai bergulir 20 Agustus mendatang, maka persiapan tim Arema FC sangat minim. Sebab, selama kebijakan PPKM darurat dan level 4 diterapkan, rutinitas latihan bersama tidak digelar mereka.

Banyaknya tempat latihan atau lapangan yang tutup menjadi alasannya. Gantinya, para pemain Singo Edan menggelar latihan secara mandiri. Di tempat tinggalnya masing-masing. Dengan jarak waktu kurang dari 16 hari sebelum terjun di kompetisi, maka tim Singo Edan tidak akan punya waktu yang ideal untuk pemenuhan aspek fisik.

Terlebih sejumlah pemain, khususnya penggawa asing, belum lama bergabung dengan tim. Sebelum berkostum Arema FC, mereka juga absen cukup lama dari aktivitas sepak bola. Diakui dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, waktu dua minggu memang kurang ideal untuk meningkatkan fisik pemain. Dari pengalamannya, butuh waktu lebih dari 4 pekan untuk bisa mengasah fisik pemain.

”Untuk fisik idealnya butuh waktu sekitar 6 minggu,” jelas Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu. Selain untuk meningkatkan kondisi fisik, waktu persiapan itu juga diperlukan untuk penyiapan skema permainan. Juga bagaimana mengasah skill pemain. Ke depan, bila memang Liga 1 jadi bergulir 20 Agustus, Nanang berharap ada sedikit kelonggaran yang bisa diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

”Seperti adanya aturan water break dan pergantian pemain yang jumlahnya lebih banyak. Itu akan sangat bagus dan membantu tim,” kata dia. Di tempat lain, pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku tidak risau. Baginya, keputusan untuk segera menggelar kompetisi adalah sesuatu yang bagus. ”Karena yang terpenting adalah Liga kembali berjalan lagi,” paparnya.

Terkait kondisi fisik pemain yang belum 100 persen, ia menilai bila hal tersebut juga terjadi hampir di semua kontestan Liga 1. Pria asal Portugal itu juga yakin, kalau para pemain juga siap turun untuk bermain meski kondisinya belum berada pada level ideal.

”Tidak masalah harus menghadapi kompetisi dengan kondisi fisik 60 sampai 70 persen. Sebab keinginan kami semua bisa bermain lagi,” imbuh juru taktik berlisensi UEFA Pro itu. Dinilai dia, sudah terlalu lama kompetisi sepakbola di Indonesia off. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini sudah hampir 16 bulan para pemain tidak merasakan atmosfer kompetisi.

Diakui Eduardo, kondisi fisik bakal mempunyai efek kepada permainan di lapangan. Itu karena ibarat sebuah kendaraan, kondisi fisik adalah bahan bakar utamanya. ”Oleh karena itu, nanti sembari menjalankan kompetisi, kami akan terus meningkat kondisi para pemain,” kata pria berusia 43 tahun itu.

Di sisi lain, saat ini tim Singo Edan telah memenuhi syarat untuk ikut kompetisi di tengah pandemi. Semua elemen tim Singo Edan sudah menjalani dua kali vaksinasi. Sementara soal kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes), tim medis Arema FC juga sudah membuat aturan di tingkat internal. Dua poin itu memang menjadi syarat agar PSSI dan PT LIB bisa menggulirkan kompetisi di tengah pandemi. (rmc/gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/