alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Awas, Second Line Super Elja Berbahaya

MALANG KOTA – Fokus para pemain Arema FC di laga malam nanti (pukul 20.30 WIB) jangan hanya tertuju pada lini depan PSS Sleman saja. Ini karena dalam dua laga sebelumnya, lini kedua tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) itu terbukti mampu menjadi sumber gol. Tercatat, sudah ada empat gol yang dibuat gelandang dan pemain belakang mereka.

Salah satu contohnya ketika mereka melawan Rans Nusantara, beberapa waktu yang lalu. Ketika itu, dari tiga gol mereka buat, dua di antaranya lahir dari second line. Pertama adalah lewat aksi Tallysson Duarte memanfaatkan skema bola mati. Kedua lewat aksi Dave Mustaine yang membuat gol melalui tendangan canon ball dari dalam kotak penalti.

Aksi Tallysson Duarte membobol gawang lawan juga terjadi pada laga pertama melawan PSM Makassar. Pemain belakang berusia 27 tahun itu menjebol gawang tim berjuluk Juku Eja setelah memanfaatkan umpan Ze Valente. Capaian itu membuat pemain asal Brazil tersebut untuk sementara menjadi top skor  tim.

Selain itu, penggawa Singo Edan juga perlu memberikan perhatian khusus kepada Ze Valente. Pemain asal Portugal itu adalah salah satu otak dari serangan tim. Dia kerap menjadi kreator untuk gol-gol PSS Sleman. Pemain kerap disapa Jose Valente tersebut saat ini sudah menciptakan tiga assist untuk tim. Lalu dia juga salah satu pemain PSS yang kerap melakukan shooting.

Sadar akan kelebihan individu pemain-pemain PSS Sleman, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida berharap Jhon Alfarizi dan kawan-kawan bisa mengantisipasinya di lapangan. ”Kami tahu mereka mempunyai pemain bagus. Karena itu kami harus bermain kompak,” kata dia. Bagi Eduardo, kerja sama yang bagus akan berguna untuk meredam kelebihan lawan. Pertandingan Arema FC dan Borneo FC bisa menjadi contohnya. Ketika itu, akibat pemainnya tidak menunjukkan kerja sama yang bagus, dua gol cepat bisa bersarang ke gawang Adilson Maringa.

Sementara itu, gelandang Jayus Hariono mengaku tidak gusar dengan kekuatan lawan. Dia memastikan bila itu sudah dipelajari timnya. ”Kami juga sudah mempersiapkan (antisipasi, red) semuanya dalam latihan beberapa hari ini,” tutur eks pemain Persekam Metro FC itu. Informasi seputar second line PSS Sleman yang cukup berbahaya juga sudah diketahuinya. ”Seperti diketahui gol mereka lahir dari pemain di beragam posisi. Kami harus bisa menghentikan upaya mereka membuat gol,” kata pemain asal Kabupaten Malang.

Menurut Jayus Hariono, saat ini penggawa Singo Edan tengah berada dalam motivasi yang bagus. Para pemain mempunyai keinginan untuk melanjutkan catatan kemenangan yang didapatkan dari laga sebelumnya. Sebagaimana diketahui, tim Singo Edan sebelumnya sukses mengalahkan PSIS Semarang.

Senada dengan Jayus, Irsyad Maulana juga mengaku bila dalam pertandingan malam nanti timnya tidak hanya waspada kepada satu pemain saja. ”Karena yang kami lawan 11 orang. Jadi semua harus diwaspadai,” kata dia. (gp/by)

MALANG KOTA – Fokus para pemain Arema FC di laga malam nanti (pukul 20.30 WIB) jangan hanya tertuju pada lini depan PSS Sleman saja. Ini karena dalam dua laga sebelumnya, lini kedua tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) itu terbukti mampu menjadi sumber gol. Tercatat, sudah ada empat gol yang dibuat gelandang dan pemain belakang mereka.

Salah satu contohnya ketika mereka melawan Rans Nusantara, beberapa waktu yang lalu. Ketika itu, dari tiga gol mereka buat, dua di antaranya lahir dari second line. Pertama adalah lewat aksi Tallysson Duarte memanfaatkan skema bola mati. Kedua lewat aksi Dave Mustaine yang membuat gol melalui tendangan canon ball dari dalam kotak penalti.

Aksi Tallysson Duarte membobol gawang lawan juga terjadi pada laga pertama melawan PSM Makassar. Pemain belakang berusia 27 tahun itu menjebol gawang tim berjuluk Juku Eja setelah memanfaatkan umpan Ze Valente. Capaian itu membuat pemain asal Brazil tersebut untuk sementara menjadi top skor  tim.

Selain itu, penggawa Singo Edan juga perlu memberikan perhatian khusus kepada Ze Valente. Pemain asal Portugal itu adalah salah satu otak dari serangan tim. Dia kerap menjadi kreator untuk gol-gol PSS Sleman. Pemain kerap disapa Jose Valente tersebut saat ini sudah menciptakan tiga assist untuk tim. Lalu dia juga salah satu pemain PSS yang kerap melakukan shooting.

Sadar akan kelebihan individu pemain-pemain PSS Sleman, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida berharap Jhon Alfarizi dan kawan-kawan bisa mengantisipasinya di lapangan. ”Kami tahu mereka mempunyai pemain bagus. Karena itu kami harus bermain kompak,” kata dia. Bagi Eduardo, kerja sama yang bagus akan berguna untuk meredam kelebihan lawan. Pertandingan Arema FC dan Borneo FC bisa menjadi contohnya. Ketika itu, akibat pemainnya tidak menunjukkan kerja sama yang bagus, dua gol cepat bisa bersarang ke gawang Adilson Maringa.

Sementara itu, gelandang Jayus Hariono mengaku tidak gusar dengan kekuatan lawan. Dia memastikan bila itu sudah dipelajari timnya. ”Kami juga sudah mempersiapkan (antisipasi, red) semuanya dalam latihan beberapa hari ini,” tutur eks pemain Persekam Metro FC itu. Informasi seputar second line PSS Sleman yang cukup berbahaya juga sudah diketahuinya. ”Seperti diketahui gol mereka lahir dari pemain di beragam posisi. Kami harus bisa menghentikan upaya mereka membuat gol,” kata pemain asal Kabupaten Malang.

Menurut Jayus Hariono, saat ini penggawa Singo Edan tengah berada dalam motivasi yang bagus. Para pemain mempunyai keinginan untuk melanjutkan catatan kemenangan yang didapatkan dari laga sebelumnya. Sebagaimana diketahui, tim Singo Edan sebelumnya sukses mengalahkan PSIS Semarang.

Senada dengan Jayus, Irsyad Maulana juga mengaku bila dalam pertandingan malam nanti timnya tidak hanya waspada kepada satu pemain saja. ”Karena yang kami lawan 11 orang. Jadi semua harus diwaspadai,” kata dia. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/