alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Makin Pede Usai Duel Lawan Taisei

Mempunyai peluang kembali tampil karena Rizky Dwi absen tidak membuat Achmad Figo nervous. Pemain asli dari Kota Malang itu malah semakin termotivasi dengan peluang kembali mendapatkan menit bermain. ”Harus bisa bermain lebih baik dan maksimal jika mendapat kesempatan bermain dari Coach Eduardo,” jelas pemain berusia 20 tahun tersebut.

Menurut Figo, selalu ready adalah sikap yang cukup penting. Sebab di BRI Liga 1 dia tidak bisa setengah-setengah dalam bermain. Figo juga mengaku kalau laga debutnya di Liga 1 melawan PSIS Semarang, 30 Juli lalu, memberikannya banyak pelajaran. Salah satunya terkait sikap percaya diri (Pede). Bagi dia, Pede adalah sesuatu yang wajib dimiliki seorang pemain. ”Harus menganggap semua lawan itu sama supaya tidak down,” kata pemain sempat bermain di elite pro academy (EPA) tersebut.

Berangkat dari itu, Figo mengaku tidak gentar jika harus melawan pemain-pemain PSS Sleman yang punya skill bagus. Seperti Todd Rivaldo Ferre, Irkham Mila, Ze Valente, sampai Rifky Suryawan. Selain punya skill mumpuni, penggawa tim berjuluk Super Elang Jawa itu juga punya modal kecepatan.

Menurut Figo, tugas mengawal Taisei Marukawa di laga sebelumnya telah memberikan banyak pelajaran baginya. Khususnya untuk mengantisipasi dan mengawal para penyerang yang punya skill dan kecepatan baik. ”Salah satunya pelajaran yang saya dapatkan adalah harus cepat mengambil keputusan,” jelasnya.

Sebab, sedikit memberikan ruang kepada pemain yang mempunyai skill dan kecepatan, maka itu bisa menjadi bumerang. Karena itulah, saat harus head to head melawan Taisei, dia terus melakukan pressingpressing ketat. Tujuannya agar pemain asal Jepang itu tidak leluasa menguasai bola dan mengembangkan permainan.(gp/by)

 

Mempunyai peluang kembali tampil karena Rizky Dwi absen tidak membuat Achmad Figo nervous. Pemain asli dari Kota Malang itu malah semakin termotivasi dengan peluang kembali mendapatkan menit bermain. ”Harus bisa bermain lebih baik dan maksimal jika mendapat kesempatan bermain dari Coach Eduardo,” jelas pemain berusia 20 tahun tersebut.

Menurut Figo, selalu ready adalah sikap yang cukup penting. Sebab di BRI Liga 1 dia tidak bisa setengah-setengah dalam bermain. Figo juga mengaku kalau laga debutnya di Liga 1 melawan PSIS Semarang, 30 Juli lalu, memberikannya banyak pelajaran. Salah satunya terkait sikap percaya diri (Pede). Bagi dia, Pede adalah sesuatu yang wajib dimiliki seorang pemain. ”Harus menganggap semua lawan itu sama supaya tidak down,” kata pemain sempat bermain di elite pro academy (EPA) tersebut.

Berangkat dari itu, Figo mengaku tidak gentar jika harus melawan pemain-pemain PSS Sleman yang punya skill bagus. Seperti Todd Rivaldo Ferre, Irkham Mila, Ze Valente, sampai Rifky Suryawan. Selain punya skill mumpuni, penggawa tim berjuluk Super Elang Jawa itu juga punya modal kecepatan.

Menurut Figo, tugas mengawal Taisei Marukawa di laga sebelumnya telah memberikan banyak pelajaran baginya. Khususnya untuk mengantisipasi dan mengawal para penyerang yang punya skill dan kecepatan baik. ”Salah satunya pelajaran yang saya dapatkan adalah harus cepat mengambil keputusan,” jelasnya.

Sebab, sedikit memberikan ruang kepada pemain yang mempunyai skill dan kecepatan, maka itu bisa menjadi bumerang. Karena itulah, saat harus head to head melawan Taisei, dia terus melakukan pressingpressing ketat. Tujuannya agar pemain asal Jepang itu tidak leluasa menguasai bola dan mengembangkan permainan.(gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/