alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Jelang PON, Atlet Malang Andalkan Game Internal di Puslatda

MALANG Para atlet Malang Raya yang diproyeksikan untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua terus menempa diri. Segala keterbatasan yang ada di pemusatan latihan (Puslatda) New Normal tidak melunturkan semangat mereka. Malah, kondisi tersebut menjadi penyemangat meraih target tinggi di event empat tahunan itu.

Seperti yang diungkapkan atlet sprint 400 meter Dewa Radika Sya. Menurutnya, keterbatasan ujicoba alias tryout tak menjadi penghalang untuk terus memburu waktu limitnya. Dimana target dia adalah 46-47 detik di nomor tersebut. “Mungkin persiapan saat ini lebih sulit, tapi bukan jadi alasan menyerah,”katanya.

Untuk mengantisipasi kendala itu, Dewa acap kali menggunakan game internal untuk mencapai target yang dia inginkan. “Kita lakukan time trial atau sparing setiap satu minggu sekali bersama teman latihan. Meski hanya latihan saya selalu menganggap layaknya pertandingan,”jelas atlet asal Kabupaten Malang itu.

Atlet berusia 20 tahun itu mengaku, pertandingan atau ujicoba melawan atlet lari di Puslatda Jawa Timur sangat penting. Sebab, menurutnya dari ajang seperti itu atlet bisa lebih berkembang. “Dengan tryout kita jadi tahu bagaimana perkembangan latihan kita. Lalu apa yang menjadi pekerjaan rumah juga bisa diselesaikan,”ucapnya.

Selain itu, pertandingan ujicoba juga bisa mengasah mental. Meskipun umumnya, atmosfer pertandingan dengan sangatlah berbeda. “Apabila punya bekal mental bagusm bertanding juga jauh lebih enak,”paparnya.

Pewarta:Galih RP

MALANG Para atlet Malang Raya yang diproyeksikan untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua terus menempa diri. Segala keterbatasan yang ada di pemusatan latihan (Puslatda) New Normal tidak melunturkan semangat mereka. Malah, kondisi tersebut menjadi penyemangat meraih target tinggi di event empat tahunan itu.

Seperti yang diungkapkan atlet sprint 400 meter Dewa Radika Sya. Menurutnya, keterbatasan ujicoba alias tryout tak menjadi penghalang untuk terus memburu waktu limitnya. Dimana target dia adalah 46-47 detik di nomor tersebut. “Mungkin persiapan saat ini lebih sulit, tapi bukan jadi alasan menyerah,”katanya.

Untuk mengantisipasi kendala itu, Dewa acap kali menggunakan game internal untuk mencapai target yang dia inginkan. “Kita lakukan time trial atau sparing setiap satu minggu sekali bersama teman latihan. Meski hanya latihan saya selalu menganggap layaknya pertandingan,”jelas atlet asal Kabupaten Malang itu.

Atlet berusia 20 tahun itu mengaku, pertandingan atau ujicoba melawan atlet lari di Puslatda Jawa Timur sangat penting. Sebab, menurutnya dari ajang seperti itu atlet bisa lebih berkembang. “Dengan tryout kita jadi tahu bagaimana perkembangan latihan kita. Lalu apa yang menjadi pekerjaan rumah juga bisa diselesaikan,”ucapnya.

Selain itu, pertandingan ujicoba juga bisa mengasah mental. Meskipun umumnya, atmosfer pertandingan dengan sangatlah berbeda. “Apabila punya bekal mental bagusm bertanding juga jauh lebih enak,”paparnya.

Pewarta:Galih RP

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru