alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Maksimalkan Persiapan Porprov, KONI Kabupaten Sudah Booking Hotel

KABUPATEN-Sama dengan Kota Malang, target tinggi di ajang Porprov 2022 juga disematkan kontingen Kabupaten Malang. Bedanya, support anggaran di sana lebih sedikit. Dari catatan koran ini, jumlah penurunan dananya hampir 50 persen dibandingkan Porprov 2019. Meski begitu, target tinggi tetap disematkan KONI Kabupaten Malang. Secara umum, mereka berharap kontingennya bisa finish di urutan tiga besar.

Saat ini, untuk memperlancar persiapan menyambut Porprov, KONI Kabupaten Malang tengah menunggu dana hibah dan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Kabarnya, dana itu bakal cair pada pekan ini. Sedangkan untuk DPA, perlu menunggu penyelesaian beberapa hal. ”Walaupun dananya hanya sekian, kami akan tetap berusaha maksimal,” jelas Ketua KONI Kabupaten Malang Rosydin.

Dia mengklaim bila semua pengurus cabor di Kabupaten Malang yang akan berangkat untuk ajang tersebut bisa mengerti. Mereka umumnya menyadari kalau saat ini dana yang tersedia untuk Porprov 2022 belum ideal. Bagi Rosydin, yang terpenting saat ini adalah mendapatkan kepastian bisa tampil di ajang tersebut. Sebab ajang tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan di tahun lalu. Saat ini, jadwal pastinya juga belum dikantongi KONI.

Saat ini, untuk mewujudkan misi finish di tiga besar, beberapa strategi sudah disiapkan KONI Kabupaten Malang. Salah satunya dilakukan menyiapkan akomodasi sebaik mungkin. Sejak akhir 2021 lalu, mereka sudah mem-booking hotel untuk para atlet. Selain itu, mereka juga bakal menyiapkan beberapa fasilitas penunjang lainnya. ”Kami ingin saat Porprov mendatang semua atlet hanya fokus bertanding dan menyiapkan mental mereka,” tambah Rosydin.

Pada ajang tersebut, KONI Kabupaten Malang memastikan bisa mengandalkan semua cabor. Artinya, target perolehan medali tak hanya bergantung pada satu atau dua cabor saja.

Terpisah, beberapa persiapan intensif tampak dilakukan beberapa cabor di Kabupaten Malang. Seperti ditunjukkan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Malang. ”Kami dalam beberapa tahun ini juga terus menempa diri. Semoga hasilnya positif,” jelas Ketua PGSI Kabupaten Malang Sulistiman.

Pria yang juga menjadi guru SMPN 1 Tumpang itu optimistis bisa mendulang banyak medali. Sikap tersebut salah satunya didasarkan pada raihan mereka, yang mampu menjadi juara umum di ajang Pra Porprov. Mereka meraih 8 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu. ”Semua (atlet kami) termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan meski masih pandemi, kontingen Kota Malang tampak paling serius dalam menatap ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) 2022. mereka tetap menaikkan jumlah dana untuk persiapan seluruh cabang olahraga (cabor). Totalnya senilai Rp 18,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porprov tahun 2019 lalu yang berkisar di angka Rp 12,5 miliar.  Dibandingkan dua daerah lainnya, nominal anggaran itu adalah yang terbanyak. (adk/gp/by)

KABUPATEN-Sama dengan Kota Malang, target tinggi di ajang Porprov 2022 juga disematkan kontingen Kabupaten Malang. Bedanya, support anggaran di sana lebih sedikit. Dari catatan koran ini, jumlah penurunan dananya hampir 50 persen dibandingkan Porprov 2019. Meski begitu, target tinggi tetap disematkan KONI Kabupaten Malang. Secara umum, mereka berharap kontingennya bisa finish di urutan tiga besar.

Saat ini, untuk memperlancar persiapan menyambut Porprov, KONI Kabupaten Malang tengah menunggu dana hibah dan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Kabarnya, dana itu bakal cair pada pekan ini. Sedangkan untuk DPA, perlu menunggu penyelesaian beberapa hal. ”Walaupun dananya hanya sekian, kami akan tetap berusaha maksimal,” jelas Ketua KONI Kabupaten Malang Rosydin.

Dia mengklaim bila semua pengurus cabor di Kabupaten Malang yang akan berangkat untuk ajang tersebut bisa mengerti. Mereka umumnya menyadari kalau saat ini dana yang tersedia untuk Porprov 2022 belum ideal. Bagi Rosydin, yang terpenting saat ini adalah mendapatkan kepastian bisa tampil di ajang tersebut. Sebab ajang tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan di tahun lalu. Saat ini, jadwal pastinya juga belum dikantongi KONI.

Saat ini, untuk mewujudkan misi finish di tiga besar, beberapa strategi sudah disiapkan KONI Kabupaten Malang. Salah satunya dilakukan menyiapkan akomodasi sebaik mungkin. Sejak akhir 2021 lalu, mereka sudah mem-booking hotel untuk para atlet. Selain itu, mereka juga bakal menyiapkan beberapa fasilitas penunjang lainnya. ”Kami ingin saat Porprov mendatang semua atlet hanya fokus bertanding dan menyiapkan mental mereka,” tambah Rosydin.

Pada ajang tersebut, KONI Kabupaten Malang memastikan bisa mengandalkan semua cabor. Artinya, target perolehan medali tak hanya bergantung pada satu atau dua cabor saja.

Terpisah, beberapa persiapan intensif tampak dilakukan beberapa cabor di Kabupaten Malang. Seperti ditunjukkan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Malang. ”Kami dalam beberapa tahun ini juga terus menempa diri. Semoga hasilnya positif,” jelas Ketua PGSI Kabupaten Malang Sulistiman.

Pria yang juga menjadi guru SMPN 1 Tumpang itu optimistis bisa mendulang banyak medali. Sikap tersebut salah satunya didasarkan pada raihan mereka, yang mampu menjadi juara umum di ajang Pra Porprov. Mereka meraih 8 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu. ”Semua (atlet kami) termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan meski masih pandemi, kontingen Kota Malang tampak paling serius dalam menatap ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) 2022. mereka tetap menaikkan jumlah dana untuk persiapan seluruh cabang olahraga (cabor). Totalnya senilai Rp 18,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porprov tahun 2019 lalu yang berkisar di angka Rp 12,5 miliar.  Dibandingkan dua daerah lainnya, nominal anggaran itu adalah yang terbanyak. (adk/gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/