alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Ini Nih, Misi Utama Pelatih Arema FC

MALANG KOTA – Tugas berat sudah menanti pelatih kepala baru Arema FC Eduardo Almeida. Pria asal Portugal itu tidak hanya dituntut mampu membuat Arema FC main bagus dan kompetitif.

Lebih jauh, manajemen tim Singo Edan juga berharap sang entrenador (pelatih) bisa membawa Dendi Santoso dan kawan-kawan mentas di kompetisi Asia. Itu memang menjadi mimpi lama Arema FC. Mereka sudah mengejarnya sejak beberapa musim lalu. Namun, hasilnya selalu jauh dari harapan.

Contoh terakhirnya tersaji di musim 2019 lalu, saat mereka hanya mampu mengakhiri posisi di peringkat ke-9 klasemen Liga 1. Sementara ketika mendapat kesempatan tampil di kancah internasional, Arema FC diketahui sempat lolos dari fase grup. Capaian itu dicatatkan mereka saat tampil di ajang AFC Cup 2014 lalu. Kini, upaya memperbaiki catatan itu terus disematkan manajemen Singo Edan.

”Alhamdulillah kalau juara kami pernah. Keinginan kami ya bisa mewakili Indonesia untuk tampil di kompetisi Asia,” jelas General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo.

Dengan dasar itu, saat ini manajemen Arema FC berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan predikat lolos AFC Club Licensing Cycle. Sebab, itu menjadi salah satu persyaratan untuk bisa tampil di kompetisi tersebut.

”Kami memilih dia (Eduardo Almeida) salah satu alasannya karena lisensi kepelatihannya. Sebab, lisensi pelatih menjadi bagian hal yang diverifikasi ketika AFC Club Licensing Cycle,” papar petinggi tim asal Madiun itu.

Eduardo Almeida sendiri kini sudah mengantongi lisensi UEFA Pro. Itu setara dengan lisensi AFC Pro dan sudah memenuhi kriteria untuk pelatih di kompetisi Asia dan Liga 1 musim 2021/2022 mendatang.

Ke depan, untuk bisa tampil di kancah Asia, ada dua jalan yang bisa diambil Singo Edan. Pertama, dengan menembus papan kompetisi Liga 1. Minimal mereka harus bisa menembus peringkat 3 besar. Jalur kedua, Arema FC harus bisa menjadi kampiun Piala Indonesia.

”Kalau Arema FC akan memaksimalkan semua jalur yang ada. Kami bakal berjuang maksimal, baik itu di Liga 1 atau turnamen,” paparnya.

Bila harapan tampil kompetisi Asia terwujud, ada banyak keuntungan yang didapat tim Singo Edan. Salah satunya yakni terangkatnya brand images tim.

”Nama Arema FC bisa semakin luas lagi dikenalnya,” jelas petinggi tim Singo Edan asal Madiun itu.

Otomastis pihak sponsor juga akan semakin banyak yang mengajak kerja sama mereka. ”Pada sisi lain juga akan menguntungkan pemasukan tim,” imbuh Ruddy.

Keuntungan lainnya juga akan dirasakan para pemain. Sebab, mereka akan mendapat lebih banyak pengalaman. ”AFC Cup juga bisa menjadi wadah pengembangan pemain dan tim,” tuturnya.

Terpisah, pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku siap memberikan yang terbaik untuk tim. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku ingin prestasi tim meningkat secara bertahap. ”Kami harus mempersiapkan tim sebaik mungkin. Kenapa? Karena kompetisi Liga 1 itu kompetitif,” paparnya.

Eduardo yang kini berada di Portugal mengaku terus menyiapkan diri. Selain melakukan analisis dan menyusun beberapa program, dia bersiap untuk menjalani tes kesehatan. Tes swab akan dijalaninya. ”Apabila hasilnya bagus, saya akan segera terbang ke Malang. Sesuai rencana, saya akan berangkat tanggal 10 (Mei),” kata dia. Menurut dia, sebagus apa pun program tim yang sudah disusun, ketika pelatih dan pemain belum pernah bertemu, maka hasilnya bakal kurang maksimal. (gp/c1/by/fia)

MALANG KOTA – Tugas berat sudah menanti pelatih kepala baru Arema FC Eduardo Almeida. Pria asal Portugal itu tidak hanya dituntut mampu membuat Arema FC main bagus dan kompetitif.

Lebih jauh, manajemen tim Singo Edan juga berharap sang entrenador (pelatih) bisa membawa Dendi Santoso dan kawan-kawan mentas di kompetisi Asia. Itu memang menjadi mimpi lama Arema FC. Mereka sudah mengejarnya sejak beberapa musim lalu. Namun, hasilnya selalu jauh dari harapan.

Contoh terakhirnya tersaji di musim 2019 lalu, saat mereka hanya mampu mengakhiri posisi di peringkat ke-9 klasemen Liga 1. Sementara ketika mendapat kesempatan tampil di kancah internasional, Arema FC diketahui sempat lolos dari fase grup. Capaian itu dicatatkan mereka saat tampil di ajang AFC Cup 2014 lalu. Kini, upaya memperbaiki catatan itu terus disematkan manajemen Singo Edan.

”Alhamdulillah kalau juara kami pernah. Keinginan kami ya bisa mewakili Indonesia untuk tampil di kompetisi Asia,” jelas General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo.

Dengan dasar itu, saat ini manajemen Arema FC berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan predikat lolos AFC Club Licensing Cycle. Sebab, itu menjadi salah satu persyaratan untuk bisa tampil di kompetisi tersebut.

”Kami memilih dia (Eduardo Almeida) salah satu alasannya karena lisensi kepelatihannya. Sebab, lisensi pelatih menjadi bagian hal yang diverifikasi ketika AFC Club Licensing Cycle,” papar petinggi tim asal Madiun itu.

Eduardo Almeida sendiri kini sudah mengantongi lisensi UEFA Pro. Itu setara dengan lisensi AFC Pro dan sudah memenuhi kriteria untuk pelatih di kompetisi Asia dan Liga 1 musim 2021/2022 mendatang.

Ke depan, untuk bisa tampil di kancah Asia, ada dua jalan yang bisa diambil Singo Edan. Pertama, dengan menembus papan kompetisi Liga 1. Minimal mereka harus bisa menembus peringkat 3 besar. Jalur kedua, Arema FC harus bisa menjadi kampiun Piala Indonesia.

”Kalau Arema FC akan memaksimalkan semua jalur yang ada. Kami bakal berjuang maksimal, baik itu di Liga 1 atau turnamen,” paparnya.

Bila harapan tampil kompetisi Asia terwujud, ada banyak keuntungan yang didapat tim Singo Edan. Salah satunya yakni terangkatnya brand images tim.

”Nama Arema FC bisa semakin luas lagi dikenalnya,” jelas petinggi tim Singo Edan asal Madiun itu.

Otomastis pihak sponsor juga akan semakin banyak yang mengajak kerja sama mereka. ”Pada sisi lain juga akan menguntungkan pemasukan tim,” imbuh Ruddy.

Keuntungan lainnya juga akan dirasakan para pemain. Sebab, mereka akan mendapat lebih banyak pengalaman. ”AFC Cup juga bisa menjadi wadah pengembangan pemain dan tim,” tuturnya.

Terpisah, pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku siap memberikan yang terbaik untuk tim. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku ingin prestasi tim meningkat secara bertahap. ”Kami harus mempersiapkan tim sebaik mungkin. Kenapa? Karena kompetisi Liga 1 itu kompetitif,” paparnya.

Eduardo yang kini berada di Portugal mengaku terus menyiapkan diri. Selain melakukan analisis dan menyusun beberapa program, dia bersiap untuk menjalani tes kesehatan. Tes swab akan dijalaninya. ”Apabila hasilnya bagus, saya akan segera terbang ke Malang. Sesuai rencana, saya akan berangkat tanggal 10 (Mei),” kata dia. Menurut dia, sebagus apa pun program tim yang sudah disusun, ketika pelatih dan pemain belum pernah bertemu, maka hasilnya bakal kurang maksimal. (gp/c1/by/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/