alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Insiden Wearpack Terbuka, Quartararo Terancam Diskualifikasi

RADAR MALANG – MotoGP berhasil menggelar seri ke-7 di Sirkuit Catalunya, Spanyol pada Minggu (6/6). Namun Fabio Quartararo terancam diskualifikasi yang merupakan penalti tertinggi. Pembalap bernomor #20 ini juga mendapatkan penalti 3 detik di akhir balapan.

Fabio Quartararo yang seharusnya meraih posisi ke-3 dibelakang Miguel Oliveira dan Johann Zarco, terpaksa harus merelakan posisinya ditempati oleh Jack Miller lantaran dirinya mendapatkan penalti tiga detik usai memotong jalur pada tikungan kedua di lap ke-21.

Tak hanya mendapatkan penalti, Quartararo juga terancam mendapatkan penalti tertinggi usai kejadian ketika dirinya sedang membuntuti Miguel Oliveira.

Pembalap berusia 22 tahun ini membuka wearpack dan melepas Chest Protector (pelindung dada) yang digunakannya. Kemudian chest protector tersebut ia buang begitu saja. Namun sepertinya ada masalah pada resleting wearpack yang ia kenakan sehingga usai kejadian itu ia tidak bisa menutup kembali Wearpacknya.

Quartararo harus melanjutkan balapan dengan posisi wearpack yang terbuka pada kecepatan yang mencapai 350 km/h. Tentunya posisi ini sangat membahayakan bagi Quartararo.

Peraturan MotoGP 2021 sendiri mewajibkan seluruh pembalap untuk menggunakan perlengkapan balap lengkap saat didalam trek yakni helm, wearpack, sarung tangan, sepatu boot, pelindung punggung, dan pelindung dada.

Masih belum bisa dipastikan hukuman apa yang akan didapatkan oleh pemimpin klasemen sementara ini mengingat kejadian malfungsi resleting bukan hal yang disengaja.

Mantan Pembalap MotoGP, Casey Stoner pun ikut berkomentar mengenai kejadian ini. Ia meyakini Quartararo akan mendapatkan diskualifikasi.

“Apakah @FabioQ20 sengaja melepas resletingnya atau tidak, saya percaya itu seharusnya menjadi bendera hitam. Pada level ini Anda tidak dapat diizinkan untuk balapan di 350 km + dengan kulit Anda terbuka,” ungkap Stoner di akun Twitternya @Official_CS27.

Penulis: Nanda Monica AJ

RADAR MALANG – MotoGP berhasil menggelar seri ke-7 di Sirkuit Catalunya, Spanyol pada Minggu (6/6). Namun Fabio Quartararo terancam diskualifikasi yang merupakan penalti tertinggi. Pembalap bernomor #20 ini juga mendapatkan penalti 3 detik di akhir balapan.

Fabio Quartararo yang seharusnya meraih posisi ke-3 dibelakang Miguel Oliveira dan Johann Zarco, terpaksa harus merelakan posisinya ditempati oleh Jack Miller lantaran dirinya mendapatkan penalti tiga detik usai memotong jalur pada tikungan kedua di lap ke-21.

Tak hanya mendapatkan penalti, Quartararo juga terancam mendapatkan penalti tertinggi usai kejadian ketika dirinya sedang membuntuti Miguel Oliveira.

Pembalap berusia 22 tahun ini membuka wearpack dan melepas Chest Protector (pelindung dada) yang digunakannya. Kemudian chest protector tersebut ia buang begitu saja. Namun sepertinya ada masalah pada resleting wearpack yang ia kenakan sehingga usai kejadian itu ia tidak bisa menutup kembali Wearpacknya.

Quartararo harus melanjutkan balapan dengan posisi wearpack yang terbuka pada kecepatan yang mencapai 350 km/h. Tentunya posisi ini sangat membahayakan bagi Quartararo.

Peraturan MotoGP 2021 sendiri mewajibkan seluruh pembalap untuk menggunakan perlengkapan balap lengkap saat didalam trek yakni helm, wearpack, sarung tangan, sepatu boot, pelindung punggung, dan pelindung dada.

Masih belum bisa dipastikan hukuman apa yang akan didapatkan oleh pemimpin klasemen sementara ini mengingat kejadian malfungsi resleting bukan hal yang disengaja.

Mantan Pembalap MotoGP, Casey Stoner pun ikut berkomentar mengenai kejadian ini. Ia meyakini Quartararo akan mendapatkan diskualifikasi.

“Apakah @FabioQ20 sengaja melepas resletingnya atau tidak, saya percaya itu seharusnya menjadi bendera hitam. Pada level ini Anda tidak dapat diizinkan untuk balapan di 350 km + dengan kulit Anda terbuka,” ungkap Stoner di akun Twitternya @Official_CS27.

Penulis: Nanda Monica AJ

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru