alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Pertahanan PSIS Keropos

MALANG KOTA- Arema FC tidak perlu merasa inferior (rendah diri) saat menghadapi PSIS Semarang di babak semifinal Piala Presiden besok (7/7). Itu karena meski tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu dalam performa bagus, mereka tetap punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah lini pertahanan mereka yang terbilang keropos. Di mana tim kebanggaan Panser Biru dan Snex tersebut tidak pernah mencatatkan nirbobol (selalu kemasukan) selama gelaran Piala Presiden 2022 ini.

Dari catatan koran ini, dalam 6 pertandingan yang telah mereka jalani, PSIS sudah kemasukan 7 gol. Apabila dirata-rata setiap pertandingan kemasukan 1 gol. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara kesebelasan yang lolos babak semifinal saat ini. Terakhir kali mereka gagal mempertahankan nirbobol adalah saat melawan Bhayangkara FC di babak 8 besar lalu. Ketika itu mereka kebobolan satu gol.

Apabila melihat statistik selama ini dibandingkan dengan mereka, tim Singo Edan, punya pertahanan yang lebih bagus. Di mana Rizky Dwi Febrianto dan kawan-kawan hanya kemasukan satu kali dalam 5 laga telah dijalani. Artinya dalam empat laga telah mencatat nirbobol.

Pertahanan PSIS yang mudah bobol itu tidaklah begitu mengejutkan. Mengingatkan mereka bertipikal tim. PSIS biasanya menempatkan 4-5 pemain di lini depan. Di antaranya adalah Taise Marukawa, Carlos Fortes, Wawan Febrianto, sampai Jonathan Cantillana. Selain itu dua full back kiri mereka juga kerap aktif membantu serangan. Alhasil memang full attack yang menyebabkan celah di belakang.

Kekurangan PSIS Semarang itu bisa dibilang berpotensi menjadi makanan empuk Arema FC. Tim Singo Edan yang selama ini bermain lebih menunggu dan reaktif bisa menjadi kontra strategi kebiasaan PSIS. Di mana mereka bisa memanfaatkan celah tersebut dengan melakukan serangan balik cepat. Pemain-pemain Singo Edan punya kecepatan seperti Irsyad Mualana, Ilham Udin, Hanis Saghara, Dendi Santoso, Dedik Setiawan sampai Tito Hamzah bisa mengeluarkan kelebihannya dengan kondisi itu.

Berkaca dari kondisi tersebut di laga besok Arema FC wajib untuk tampil pintar dan tajam. Tujuannya adalah supaya mampu memanfaatkan celah lini belakang PSIS Semarang itu dengan sebaik mungkin.

Seperti sadar akan kondisi tersebut dalam latihan terakhir di Malang kemarin Pelatih Kepala Arema FC, Eduardo Almeida bisa dibilang mengasah serangan timnya. Dedik Setiawan dan kawan-kawan diasah finishing touch. Selain itu skema-skema menyerang juga diasah. Baik itu lewat open play atau bola-bola mati.

Menurut Eduardo, melawan tim yang bagus caranya adalah dengan bermain dengan baik. Alhasil, persiapan yang dilakukan tim harus berjalan dengan maksimal. Salah satunya dengan cara melakukan antisipasi kelebihan dan berusaha memanfaatkan kelemahan tim lawan. ”Kami ke sana harus memberikan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang positif,”kata pelatih asal Portugal itu.

Bagi Eduardo sendiri, dalam laga besok bukan masalah timnya berstatus tamu. Pertandingan babak semifinal tersebut disebutnya memiliki peluang sama untuk kedua tim. ”Saya pikir laga tersebut peluang masing-masing tim sama atau 50:50,”tuturnya.

Karena itu dia meminta semua penggawa Singo Edan memberikan yang terbaik dengan tampil all out selama 90 menit pertandingan.

Dalam laga besok sore, Eduardo mengatakan kalau timnya dalam kondisi yang bagus. Para pemain mempunyai semangat tinggi untuk bisa mencuri poin dalam babak semifinal leg pertama tersebut. Arema FC bisa dibilang juga bisa menurunkan hampir semua pemain andalannya.

Sementara itu, terkait laga melawan PSIS Semarang, center back Bagas Adi Nugroho mengatakan kalau semua telah dipersiapakan. Di mana tim pelatih juga sudah memberikan informasi terkait dan kelemahan tim lawan. ”Untuk pertandingan besok sudah dipersiapkan secara matang,”tutur pemain asal Jogjakarta tersebut. Karena itu dia berharap pada babak semifinal timnya bisa bermain kompak dan baik untuk mendapatkan hasil yang bagus. (gp/abm)

MALANG KOTA- Arema FC tidak perlu merasa inferior (rendah diri) saat menghadapi PSIS Semarang di babak semifinal Piala Presiden besok (7/7). Itu karena meski tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu dalam performa bagus, mereka tetap punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah lini pertahanan mereka yang terbilang keropos. Di mana tim kebanggaan Panser Biru dan Snex tersebut tidak pernah mencatatkan nirbobol (selalu kemasukan) selama gelaran Piala Presiden 2022 ini.

Dari catatan koran ini, dalam 6 pertandingan yang telah mereka jalani, PSIS sudah kemasukan 7 gol. Apabila dirata-rata setiap pertandingan kemasukan 1 gol. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara kesebelasan yang lolos babak semifinal saat ini. Terakhir kali mereka gagal mempertahankan nirbobol adalah saat melawan Bhayangkara FC di babak 8 besar lalu. Ketika itu mereka kebobolan satu gol.

Apabila melihat statistik selama ini dibandingkan dengan mereka, tim Singo Edan, punya pertahanan yang lebih bagus. Di mana Rizky Dwi Febrianto dan kawan-kawan hanya kemasukan satu kali dalam 5 laga telah dijalani. Artinya dalam empat laga telah mencatat nirbobol.

Pertahanan PSIS yang mudah bobol itu tidaklah begitu mengejutkan. Mengingatkan mereka bertipikal tim. PSIS biasanya menempatkan 4-5 pemain di lini depan. Di antaranya adalah Taise Marukawa, Carlos Fortes, Wawan Febrianto, sampai Jonathan Cantillana. Selain itu dua full back kiri mereka juga kerap aktif membantu serangan. Alhasil memang full attack yang menyebabkan celah di belakang.

Kekurangan PSIS Semarang itu bisa dibilang berpotensi menjadi makanan empuk Arema FC. Tim Singo Edan yang selama ini bermain lebih menunggu dan reaktif bisa menjadi kontra strategi kebiasaan PSIS. Di mana mereka bisa memanfaatkan celah tersebut dengan melakukan serangan balik cepat. Pemain-pemain Singo Edan punya kecepatan seperti Irsyad Mualana, Ilham Udin, Hanis Saghara, Dendi Santoso, Dedik Setiawan sampai Tito Hamzah bisa mengeluarkan kelebihannya dengan kondisi itu.

Berkaca dari kondisi tersebut di laga besok Arema FC wajib untuk tampil pintar dan tajam. Tujuannya adalah supaya mampu memanfaatkan celah lini belakang PSIS Semarang itu dengan sebaik mungkin.

Seperti sadar akan kondisi tersebut dalam latihan terakhir di Malang kemarin Pelatih Kepala Arema FC, Eduardo Almeida bisa dibilang mengasah serangan timnya. Dedik Setiawan dan kawan-kawan diasah finishing touch. Selain itu skema-skema menyerang juga diasah. Baik itu lewat open play atau bola-bola mati.

Menurut Eduardo, melawan tim yang bagus caranya adalah dengan bermain dengan baik. Alhasil, persiapan yang dilakukan tim harus berjalan dengan maksimal. Salah satunya dengan cara melakukan antisipasi kelebihan dan berusaha memanfaatkan kelemahan tim lawan. ”Kami ke sana harus memberikan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang positif,”kata pelatih asal Portugal itu.

Bagi Eduardo sendiri, dalam laga besok bukan masalah timnya berstatus tamu. Pertandingan babak semifinal tersebut disebutnya memiliki peluang sama untuk kedua tim. ”Saya pikir laga tersebut peluang masing-masing tim sama atau 50:50,”tuturnya.

Karena itu dia meminta semua penggawa Singo Edan memberikan yang terbaik dengan tampil all out selama 90 menit pertandingan.

Dalam laga besok sore, Eduardo mengatakan kalau timnya dalam kondisi yang bagus. Para pemain mempunyai semangat tinggi untuk bisa mencuri poin dalam babak semifinal leg pertama tersebut. Arema FC bisa dibilang juga bisa menurunkan hampir semua pemain andalannya.

Sementara itu, terkait laga melawan PSIS Semarang, center back Bagas Adi Nugroho mengatakan kalau semua telah dipersiapakan. Di mana tim pelatih juga sudah memberikan informasi terkait dan kelemahan tim lawan. ”Untuk pertandingan besok sudah dipersiapkan secara matang,”tutur pemain asal Jogjakarta tersebut. Karena itu dia berharap pada babak semifinal timnya bisa bermain kompak dan baik untuk mendapatkan hasil yang bagus. (gp/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/