alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Arema FC Sayangkan Teror di Hotel PSS Sleman, Manajemen Arema Minta Maaf

KABUPATEN – Insiden yang menodai sportivitas terjadi sebelum laga antara Arema FC versus PSS Sleman tadi malam. Kamis (4/8) sekitar pukul 24.00, hotel tempat menginap tim PSS Sleman di Kecamatan Kepanjen kabarnya mendapat teror dari pihak tak bertanggung jawab. Bentuk terornya berupa penyalaan petasan.

Akibat insiden tersebut, waktu istirahat para pemain PSS Sleman kabarnya turut terganggu. Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki mengaku sudah mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut. Pihaknya pun cukup menyayangkan tindakan itu. ”Aksi tidak simpatik di hotel tempat menginap tim PSS Sleman, jelas hal ini tidak bisa dibenarkan,” tegas dia. 

Dia menyebut bila insiden itu secara tidak langsung turut mencoreng nama klub Arema FC. Berangkat dari hal itu, dia mewakili semua elemen klub Singo Edan meminta maaf atas kejadian yang tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas itu. ”Atas nama manajemen Arema FC kami sampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut,” tutur bapak dua anak tersebut. 

Disebut Ali, sejatinya sebelum laga Arema FC melawan PSS Sleman tadi malam, kedua belah pihak sudah sepakat untuk menunjukkan rasa simpati. Sebab sebelumnya kabar duka datang dari kubu PSS Sleman. Satu pendukungnya berpulang, beberapa waktu yang lalu. ”Saat match coordination meeting sudah disepakati bersama kita akan menggunakan pita hitam. Itu sebagai tanda duka sekaligus menunjukkan simpati kita atas kejadian yang menimpa keluarga besar PSS Sleman,” tuturnya. 

Beranjak dari sikap tersebut, dia berharap insiden yang terjadi di hotel tempat menginap pemain PSS Sleman tidak terulang lagi. Sementara itu, pihak tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) mengaku legawa. Namun mereka tetap berharap kalau kejadian tersebut menjadi yang terakhir. ”Semoga hal ini tidak terulang. Oke lah sebagai sebuah psywar, tapi jangan sampai merugikan tim,” kata Media Officer PSS Sleman Juan Tri. 

Dia menyebut ada beberapa efek dari insiden tersebut. Selain mengganggu waktu istirahat, juga menyebabkan barangbarang pemain turut terimbas. Salah satunya yakni sepatu yang dijemur. Pasalnya, petasan yang diarahkan dari sawah sempat menuju kamar dari para pemain PSS Sleman. ”Saat itu semua pemain langsung keluar dari kamar. Bangun dari tidurnya,” kata Juan. 

Dia mengaku bila sebelumnya pihak PSS Sleman sudah diberikan informasi terkait potensi insiden tersebut. ”Iya, jadi sebelumnya kami sudah dapat kabar kalau tim-tim sebelumnya pernah ada kejadian seperti itu. Eh ternyata benar terjadi pada kami,” kata dia. Meski begitu, dia memastikan bila PSS Sleman sudah menerima permintaan maaf dari pihak Arema FC. 

Di tempat lain, Ketua Panpel Pertandingan Arema FC Abdul Haris juga menyayangkan insiden tersebut. ”Tentunya ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depan agar tidak terulang kembali,” kata dia. Dari insiden tersebut, pihaknya bakal lebih perhatian terhadap faktor keamanan. (gp/by)

KABUPATEN – Insiden yang menodai sportivitas terjadi sebelum laga antara Arema FC versus PSS Sleman tadi malam. Kamis (4/8) sekitar pukul 24.00, hotel tempat menginap tim PSS Sleman di Kecamatan Kepanjen kabarnya mendapat teror dari pihak tak bertanggung jawab. Bentuk terornya berupa penyalaan petasan.

Akibat insiden tersebut, waktu istirahat para pemain PSS Sleman kabarnya turut terganggu. Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki mengaku sudah mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut. Pihaknya pun cukup menyayangkan tindakan itu. ”Aksi tidak simpatik di hotel tempat menginap tim PSS Sleman, jelas hal ini tidak bisa dibenarkan,” tegas dia. 

Dia menyebut bila insiden itu secara tidak langsung turut mencoreng nama klub Arema FC. Berangkat dari hal itu, dia mewakili semua elemen klub Singo Edan meminta maaf atas kejadian yang tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas itu. ”Atas nama manajemen Arema FC kami sampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut,” tutur bapak dua anak tersebut. 

Disebut Ali, sejatinya sebelum laga Arema FC melawan PSS Sleman tadi malam, kedua belah pihak sudah sepakat untuk menunjukkan rasa simpati. Sebab sebelumnya kabar duka datang dari kubu PSS Sleman. Satu pendukungnya berpulang, beberapa waktu yang lalu. ”Saat match coordination meeting sudah disepakati bersama kita akan menggunakan pita hitam. Itu sebagai tanda duka sekaligus menunjukkan simpati kita atas kejadian yang menimpa keluarga besar PSS Sleman,” tuturnya. 

Beranjak dari sikap tersebut, dia berharap insiden yang terjadi di hotel tempat menginap pemain PSS Sleman tidak terulang lagi. Sementara itu, pihak tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) mengaku legawa. Namun mereka tetap berharap kalau kejadian tersebut menjadi yang terakhir. ”Semoga hal ini tidak terulang. Oke lah sebagai sebuah psywar, tapi jangan sampai merugikan tim,” kata Media Officer PSS Sleman Juan Tri. 

Dia menyebut ada beberapa efek dari insiden tersebut. Selain mengganggu waktu istirahat, juga menyebabkan barangbarang pemain turut terimbas. Salah satunya yakni sepatu yang dijemur. Pasalnya, petasan yang diarahkan dari sawah sempat menuju kamar dari para pemain PSS Sleman. ”Saat itu semua pemain langsung keluar dari kamar. Bangun dari tidurnya,” kata Juan. 

Dia mengaku bila sebelumnya pihak PSS Sleman sudah diberikan informasi terkait potensi insiden tersebut. ”Iya, jadi sebelumnya kami sudah dapat kabar kalau tim-tim sebelumnya pernah ada kejadian seperti itu. Eh ternyata benar terjadi pada kami,” kata dia. Meski begitu, dia memastikan bila PSS Sleman sudah menerima permintaan maaf dari pihak Arema FC. 

Di tempat lain, Ketua Panpel Pertandingan Arema FC Abdul Haris juga menyayangkan insiden tersebut. ”Tentunya ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depan agar tidak terulang kembali,” kata dia. Dari insiden tersebut, pihaknya bakal lebih perhatian terhadap faktor keamanan. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/