alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Banyak Peluang Terbuang, Dua Laga Tandang Berat Sudah Menanti Singo Edan

KABUPATEN – Modal penting untuk melakoni dua laga tandang gagal didapat Arema FC. Di pertandingan tadi malam, Gian Zola dan kawan-kawan harus puas berbagi poin dengan PSS Sleman. Meski berkali-kali menekan dan menciptakan peluang, tidak ada satu pun gol yang mampu diciptakan Singo Edan. Selanjutnya, mereka harus kerja lebih keras lagi  Sebab dua tim yang akan dihadapi bukan kesebelasan sembarangan. 

Terdekat, Arema FC akan bertandang ke markas Bali United, 13 Agustus mendatang. Berlanjut ke kandang PSM Makassar, 20 Agustus. Sejauh ini, dua tim yang akan dihadapi itu sudah membuktikan kapasitasnya. Dari tiga pertandingan yang telah dilakoni, PSM Makassar sudah mengumpulkan tujuh poin. Sementara Bali United sudah mendapat enam poin. Sedangkan Singo Edan sampai tadi malam baru mendapat empat poin dari tiga laga. Ekspresi sedih tak bisa disembunyikan Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida usai laga. 

”Pemain sudah melakukan yang terbaik di lapangan. Tapi sayang tidak ada gol. Seharusnya para pemain mendapatkan hasil yang lebih baik (ketimbang seri, red),” terang dia. 

Di depan awak media, dia juga sempat ditanya seputar respons kekecewaan Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan. Sayangnya, tak banyak komentar yang dia sampaikan. 

”Soal suporter saya tidak mau berkomentar,” kata dia. 

Senada dengan Eduardo, ekspresi kesedihan juga tampak ditunjukkan Gian Zola. ”Hasil seri tentunya tidak kami inginkan. Pertandingan ini akan menjadi pelajaran untuk kami agar lebih baik,” kata dia. 

Di babak pertama, Arema FC sebenarnya langsung tampil menekan. Dengan komposisi starting eleven yang sama seperti laga sebelumnya, tercatat ada lima tembakan yang mereka ciptakan di interval pertama. Dari total itu, tiga di antaranya mengarah ke gawang PSS Sleman. Rinciannya, satu peluang diciptakan Adam Alis di menit ke-25. Selanjutnya ada dua peluang yang diciptakan Gian Zola di menit ke-34 dan 43. Dari kubu PSS Sleman, ada tiga tembakan yang mereka lepaskan di babak pertama. Dua di antaranya mengarah ke gawang Arema FC. 

Berdasarkan pantauan koran ini di Stadion Kanjuruhan, kiper dari kedua tim tampak bermain cemerlang. Adilson Maringa mencatatkan satu save penting. Sementara Kiper PSS Sleman Try Hamdani Goentara mencatatkan tiga kali save. Jalannya babak pertama dipenuhi cukup banyak protes dari pemain PSS Sleman. Akibatnya tempo berjalan fluktuatif. Kadang lambat, kadang cepat. 

Dari pinggir lapangan, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida juga terlihat beberapa kali beradu argumen dengan pemain PSS Sleman. Di interval kedua, Arema FC tetap mendominasi. Meski begitu, sepanjang 20 menit awal babak kedua, intensitas serangan mereka tidak meningkat. Sebab penggawa Singo Edan lebih banyak bermain long ball untuk mengeliminasi lini tengah PSS Sleman yang banyak menumpuk pemain. Deretan peluang baru tercipta sejak menit 70. Diawali dari aksi Abel Camara. Selanjutnya di menit ke-78 dan 80, giliran Ilham Udin Armaiyn dan Muhammad Rafli yang menebar ancaman. Di 10 menit akhir babak kedua, Sergio Silva tampil memukau. Dia lebih intens membantu serangan. Tercatat ada dua peluang yang dia ciptakan. Pertama di menit ke-88 dan selanjutnya di menit-89. 

Sayangnya semua tidak berbuah gol. Di sisi lain, kiper PSS Sleman memang bermain tadi malam. Sepanjang babak kedua, total dia menciptakan lima save. Tidak adanya gol sepanjang laga membuat kritikan kembali menggema di Stadion Kanjuruhan. Beragam kalimat dilontarkan suporter. 

”ganti pelatih”, ”Ga ono singo-singoe blas”, dan ”tiket larang, maine ga sangar” banyak disuarakan suporter dari tribun. 

Pasca laga, para penggawa Singo Edan yang berkumpul di tengah lapangan turut disoraki suporter. Chant dengan lirik ”maine kurang sangar” kembali menggema. 

Pasca laga, Jawa Pos Radar Malang sempat menemui Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki. Kepada koran ini, dia menyebut kalau timnya sudah menunjukkan permainan yang bagus. Semua pemain juga sudah berjuang keras untuk mendapatkan kemenangan. 

”Karena itu dengan hasil imbang ini saya katakan bila para pemain sangat sedih. Karena sejak awal mereka inginnya menang,” kata dia. 

Sementara itu, Pelatih Kepala PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengaku sengaja menginstruksikan pemainnya untuk lebih kompak saat menggalang pertahanan. 

”Kami juga coba ganggu permainan Arema FC lewat crossing-crossing,” kata dia. 

Soal penampilan gemilang kipernya, dia juga turut berkomentar. 

”(Pemasangan) Try Hamdani itu bagian dari rotasi. Sebelumnya ada perkembangan dari dia sebelum bertanding,” kata dia. 

Ungkapan syukur terhadap raihan satu poin tampak disampaikan gelandang PSS Sleman Jihad Ayoub. 

”Ini game yang susah, tapi kami bisa raih satu poin. Itu karena kami bermain sesuai arahan pelatih,” kata dia. 

Raihan satu poin itu pun dia persembahkan untuk suporter PSS Sleman. 

”Juga untuk menghormati salah satu suporter kami yang meninggal dunia beberapa hari lalu,” kata dia. (gp/by)

KABUPATEN – Modal penting untuk melakoni dua laga tandang gagal didapat Arema FC. Di pertandingan tadi malam, Gian Zola dan kawan-kawan harus puas berbagi poin dengan PSS Sleman. Meski berkali-kali menekan dan menciptakan peluang, tidak ada satu pun gol yang mampu diciptakan Singo Edan. Selanjutnya, mereka harus kerja lebih keras lagi  Sebab dua tim yang akan dihadapi bukan kesebelasan sembarangan. 

Terdekat, Arema FC akan bertandang ke markas Bali United, 13 Agustus mendatang. Berlanjut ke kandang PSM Makassar, 20 Agustus. Sejauh ini, dua tim yang akan dihadapi itu sudah membuktikan kapasitasnya. Dari tiga pertandingan yang telah dilakoni, PSM Makassar sudah mengumpulkan tujuh poin. Sementara Bali United sudah mendapat enam poin. Sedangkan Singo Edan sampai tadi malam baru mendapat empat poin dari tiga laga. Ekspresi sedih tak bisa disembunyikan Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida usai laga. 

”Pemain sudah melakukan yang terbaik di lapangan. Tapi sayang tidak ada gol. Seharusnya para pemain mendapatkan hasil yang lebih baik (ketimbang seri, red),” terang dia. 

Di depan awak media, dia juga sempat ditanya seputar respons kekecewaan Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan. Sayangnya, tak banyak komentar yang dia sampaikan. 

”Soal suporter saya tidak mau berkomentar,” kata dia. 

Senada dengan Eduardo, ekspresi kesedihan juga tampak ditunjukkan Gian Zola. ”Hasil seri tentunya tidak kami inginkan. Pertandingan ini akan menjadi pelajaran untuk kami agar lebih baik,” kata dia. 

Di babak pertama, Arema FC sebenarnya langsung tampil menekan. Dengan komposisi starting eleven yang sama seperti laga sebelumnya, tercatat ada lima tembakan yang mereka ciptakan di interval pertama. Dari total itu, tiga di antaranya mengarah ke gawang PSS Sleman. Rinciannya, satu peluang diciptakan Adam Alis di menit ke-25. Selanjutnya ada dua peluang yang diciptakan Gian Zola di menit ke-34 dan 43. Dari kubu PSS Sleman, ada tiga tembakan yang mereka lepaskan di babak pertama. Dua di antaranya mengarah ke gawang Arema FC. 

Berdasarkan pantauan koran ini di Stadion Kanjuruhan, kiper dari kedua tim tampak bermain cemerlang. Adilson Maringa mencatatkan satu save penting. Sementara Kiper PSS Sleman Try Hamdani Goentara mencatatkan tiga kali save. Jalannya babak pertama dipenuhi cukup banyak protes dari pemain PSS Sleman. Akibatnya tempo berjalan fluktuatif. Kadang lambat, kadang cepat. 

Dari pinggir lapangan, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida juga terlihat beberapa kali beradu argumen dengan pemain PSS Sleman. Di interval kedua, Arema FC tetap mendominasi. Meski begitu, sepanjang 20 menit awal babak kedua, intensitas serangan mereka tidak meningkat. Sebab penggawa Singo Edan lebih banyak bermain long ball untuk mengeliminasi lini tengah PSS Sleman yang banyak menumpuk pemain. Deretan peluang baru tercipta sejak menit 70. Diawali dari aksi Abel Camara. Selanjutnya di menit ke-78 dan 80, giliran Ilham Udin Armaiyn dan Muhammad Rafli yang menebar ancaman. Di 10 menit akhir babak kedua, Sergio Silva tampil memukau. Dia lebih intens membantu serangan. Tercatat ada dua peluang yang dia ciptakan. Pertama di menit ke-88 dan selanjutnya di menit-89. 

Sayangnya semua tidak berbuah gol. Di sisi lain, kiper PSS Sleman memang bermain tadi malam. Sepanjang babak kedua, total dia menciptakan lima save. Tidak adanya gol sepanjang laga membuat kritikan kembali menggema di Stadion Kanjuruhan. Beragam kalimat dilontarkan suporter. 

”ganti pelatih”, ”Ga ono singo-singoe blas”, dan ”tiket larang, maine ga sangar” banyak disuarakan suporter dari tribun. 

Pasca laga, para penggawa Singo Edan yang berkumpul di tengah lapangan turut disoraki suporter. Chant dengan lirik ”maine kurang sangar” kembali menggema. 

Pasca laga, Jawa Pos Radar Malang sempat menemui Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki. Kepada koran ini, dia menyebut kalau timnya sudah menunjukkan permainan yang bagus. Semua pemain juga sudah berjuang keras untuk mendapatkan kemenangan. 

”Karena itu dengan hasil imbang ini saya katakan bila para pemain sangat sedih. Karena sejak awal mereka inginnya menang,” kata dia. 

Sementara itu, Pelatih Kepala PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengaku sengaja menginstruksikan pemainnya untuk lebih kompak saat menggalang pertahanan. 

”Kami juga coba ganggu permainan Arema FC lewat crossing-crossing,” kata dia. 

Soal penampilan gemilang kipernya, dia juga turut berkomentar. 

”(Pemasangan) Try Hamdani itu bagian dari rotasi. Sebelumnya ada perkembangan dari dia sebelum bertanding,” kata dia. 

Ungkapan syukur terhadap raihan satu poin tampak disampaikan gelandang PSS Sleman Jihad Ayoub. 

”Ini game yang susah, tapi kami bisa raih satu poin. Itu karena kami bermain sesuai arahan pelatih,” kata dia. 

Raihan satu poin itu pun dia persembahkan untuk suporter PSS Sleman. 

”Juga untuk menghormati salah satu suporter kami yang meninggal dunia beberapa hari lalu,” kata dia. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/