alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Jayus: Saya Enggan Terlena dengan Pujian

Dipuji tidak terbang. Dikritik tidak tumbang. Kalimat tersebut selalu dipegang teguh oleh Jayus Hariono. Di tengah banyak pujian atas penampilan bagusnya di lini tengah Arema FC, pemain asal Kabupaten Malang itu memilih merendah. Dia mengaku masih mempunyai banyak kekurangan. 

Sebelumnya, sejak musim lalu performa pemain yang sempat menjadi bagian Persema Malang itu memang selalu menanjak. Dia kerap menjadi pilihan Eduardo Almeida untuk mengisi lini tengah tim. Malahan, baru-baru ini di mampu bermain baik dengan mengisi pos yang ditinggalkan pemain asal Jepang, Renshi Yamaguchi. 

”Saya tidak mau terlena dengan pujian,” jelas pemain asal Kabupaten Malang tersebut. Baginya, masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan dari dirinya. Selain itu, apa yang terjadi di lapangan juga dia sebut sebagai hasil kerja sama dengan semua elemen tim. 

Berangkat dari hal tersebut, pujian yang datang akan dia jadikan sebagai motivasi tambahan. Agar semakin terpacu untuk bekerja keras di latihan dan pertandingan. ”Ini menjadi penyemangat untuk terus tampil bagus ke depannya,” kata pemain yang identik dengan nomor punggung 14 tersebut. 

Saat ditanya apa rahasia performanya, Jayus mengaku tidak ada hal yang khusus. Dia hanya berusaha menjalankan semua yang ditugaskan pelatih. ”Latihan saya pikir sama dengan pemain lain. Saat bermain juga normal. Fokus dan menjalankan instruksi sebaik mungkin,” kata dia. 

Di musim ini, Jayus sudah menciptakan dua penampilan. Pertama melawan PSIS Semarang, 30 Juli lalu. Kedua saat berhadapan PSS Sleman tadi malam. Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida dalam konferensi pers sebelum pertandingan tadi malam tidak keberangkatan untuk memuji Jayus. ”Menurut saya dia adalah salah satu gelandang terbaik Arema FC,” tuturnya. Berangkat dari itu, dia mengaku cukup puas dengan performa Jayus selama ini. (gp/by)

Dipuji tidak terbang. Dikritik tidak tumbang. Kalimat tersebut selalu dipegang teguh oleh Jayus Hariono. Di tengah banyak pujian atas penampilan bagusnya di lini tengah Arema FC, pemain asal Kabupaten Malang itu memilih merendah. Dia mengaku masih mempunyai banyak kekurangan. 

Sebelumnya, sejak musim lalu performa pemain yang sempat menjadi bagian Persema Malang itu memang selalu menanjak. Dia kerap menjadi pilihan Eduardo Almeida untuk mengisi lini tengah tim. Malahan, baru-baru ini di mampu bermain baik dengan mengisi pos yang ditinggalkan pemain asal Jepang, Renshi Yamaguchi. 

”Saya tidak mau terlena dengan pujian,” jelas pemain asal Kabupaten Malang tersebut. Baginya, masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan dari dirinya. Selain itu, apa yang terjadi di lapangan juga dia sebut sebagai hasil kerja sama dengan semua elemen tim. 

Berangkat dari hal tersebut, pujian yang datang akan dia jadikan sebagai motivasi tambahan. Agar semakin terpacu untuk bekerja keras di latihan dan pertandingan. ”Ini menjadi penyemangat untuk terus tampil bagus ke depannya,” kata pemain yang identik dengan nomor punggung 14 tersebut. 

Saat ditanya apa rahasia performanya, Jayus mengaku tidak ada hal yang khusus. Dia hanya berusaha menjalankan semua yang ditugaskan pelatih. ”Latihan saya pikir sama dengan pemain lain. Saat bermain juga normal. Fokus dan menjalankan instruksi sebaik mungkin,” kata dia. 

Di musim ini, Jayus sudah menciptakan dua penampilan. Pertama melawan PSIS Semarang, 30 Juli lalu. Kedua saat berhadapan PSS Sleman tadi malam. Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida dalam konferensi pers sebelum pertandingan tadi malam tidak keberangkatan untuk memuji Jayus. ”Menurut saya dia adalah salah satu gelandang terbaik Arema FC,” tuturnya. Berangkat dari itu, dia mengaku cukup puas dengan performa Jayus selama ini. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/