alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

PSS Sleman Dari Malang Suarakan Misi Perdamaian

Pertandingan Arema FC vs PSS Sleman tadi malam diselimuti awan duka. Sepak bola Indonesia kembali menuliskan cerita pahit soal meninggalnya suporter. Adalah Tri Fajar suporter PSS yang tergabung dalam Brigata Curva Sud (BCS) yang berpulang Selasa lalu (2/8). Dari informasi yang diterima koran ini, dia disebut-sebut menjadi korban pengeroyokan sebelum laga BRI Liga 1 yang mempertemukan Dewa United vs Persis Solo, beberapa waktu lalu. 

Terkait kabar duka itu, pelatih serta pemain Arema FC dan PSS Sleman turut berharap agar hal itu menjadi yang terakhir. ”Harapan kami ke depan insiden seperti ini tidak terulang kembali,” kata Pelatih PSS Sleman Seto Nurdianto. Dia berharap hal tersebut jangan sampai menjadi sebuah penyesalan saja. Namun juga menjadi sebuah pembelajaran untuk semua agar sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi. 

Sebagaimana diketahui, meninggalnya suporter memang bukan kali ini saja terjadi. Pada Piala Presiden 2022 lalu, juga terjadi momen di mana pemain ke-12 harus berpulang. Saat itu tempat kejadiannya di Bandung. 

Senada dengan Seto, pemain-pemain PSS Sleman juga berharap cerita nahas itu tidak terulang kembali. ”Saya rasa hal seperti tidak boleh sampai terulang kembali. Jadi harapannya ke depan suporter bisa lebih dewasa,” kata pemain PSS Sleman Dedi Gusmawan. (gp/by)

Pertandingan Arema FC vs PSS Sleman tadi malam diselimuti awan duka. Sepak bola Indonesia kembali menuliskan cerita pahit soal meninggalnya suporter. Adalah Tri Fajar suporter PSS yang tergabung dalam Brigata Curva Sud (BCS) yang berpulang Selasa lalu (2/8). Dari informasi yang diterima koran ini, dia disebut-sebut menjadi korban pengeroyokan sebelum laga BRI Liga 1 yang mempertemukan Dewa United vs Persis Solo, beberapa waktu lalu. 

Terkait kabar duka itu, pelatih serta pemain Arema FC dan PSS Sleman turut berharap agar hal itu menjadi yang terakhir. ”Harapan kami ke depan insiden seperti ini tidak terulang kembali,” kata Pelatih PSS Sleman Seto Nurdianto. Dia berharap hal tersebut jangan sampai menjadi sebuah penyesalan saja. Namun juga menjadi sebuah pembelajaran untuk semua agar sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi. 

Sebagaimana diketahui, meninggalnya suporter memang bukan kali ini saja terjadi. Pada Piala Presiden 2022 lalu, juga terjadi momen di mana pemain ke-12 harus berpulang. Saat itu tempat kejadiannya di Bandung. 

Senada dengan Seto, pemain-pemain PSS Sleman juga berharap cerita nahas itu tidak terulang kembali. ”Saya rasa hal seperti tidak boleh sampai terulang kembali. Jadi harapannya ke depan suporter bisa lebih dewasa,” kata pemain PSS Sleman Dedi Gusmawan. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/