alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Terpenting Bawa Pulang Poin

SEMARANG- Spirit pantang pulang tanpa bawa poin sedang dikobarkan penggawa Arema FC. Ini menjadi motivasi anak asuh Eduardo Almeida itu menjelang leg pertama babak semifinal Piala Presiden lawan PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang, sore ini (7/7). Satu poin, apalagi tiga poin, pada laga sore ini, sangat berharga bagi Arema FC. Sebab poin iu menjadi modal untuk tanding pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, (11/7). Karena pada ajang ini, pada babak semifinal digunakan sistem home-away.

Karena jumlah gol kandang dan tandang tidak dihitung, maka apabila mampu mengamankan tiga poin di laga nanti sore mereka hanya butuh imbang saja di laga selanjutnya.

Sadar akan hitung-hitungan tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku kalau sudah menginstruksikan ke para pemain untuk berjuang ekstra. Mereka harus berjuang  untuk tidak pulang dengan tangan kosong ke Malang. “Kami tahu di fase ini dimainkan dua kali. Karena itu tim harus memberikan kualitas dan mendapatkan hasil yang bagus di setiap leg,”jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Demi mewujudkan misi tersebut, Eduardo mengaku kalau tim sudah dipersiapkan secara detail. Di mana apa yang menjadi kelemahan tim lawan sudah diberikan kepada para pemain. Lalu dalam dua hari ini tim juga sudah melakukan beberapa antisipasi akan kelebihan tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Langkah tersebut dinilai juru taktik Lisensi UEFA Pro itu sangat penting. Karena dia sadar PSIS Semarang tim yang tengah dalam performa yang bagus. “Tentunya kami tidak bisa mendapat hasil positif tanpa persiapan yang bagus,”jelas eks pelatih Semen Padang itu. Apalagi, lanjutnya, lawan sebelumnya tidak kalah dalam 6 pertandingan terakhir.

Ya, PSIS Semarang memang belum terkalahkan selama ini. Dalam 6 pertandingan di Piala Presiden, mereka menang empat kali dan imbang dua kali. Total saat ini mereka juga telah membuat 16 gol dan kemasukan 7 gol.

Lebih lanjut, pada laga nanti sore Eduardo mengaku kalau tidak hanya fokus kepada satu atau dua pemain PSIS Semarang saja. Lebih jauh, 11 pemain di lapangan diharapkan mendapat perhatian khusus Dendi Santoso dan kawan-kawan. “Kami tidak bisa hanya fokus kepada Fortes atau Taise Marukawa saja. Tapi, kepada bagaimana tim mereka bertanding,”jelasnya.

Selain itu dalam laga tersebut dia berharap kalau pemain harus fokus kepada pertandingan. Perihal tekanan suporter tim lawan tidak perlu dihiraukan. Karena berpotensi memecah konsentrasi saat tampil di lapangan.

Mencuri poin dari kandang PSIS Semarang terbilang bukan misi mustahil. Sebab sebagus-bagusnya perfoma Carlos Fortes dan kawan-kawan mereka bukan tim tanpa celah. Laga mereka di babak 8 besar melawan Bhayangkara FC lalu menjadi contohnya.

Pemain-pemain Laskar Mahesa Jenar kesusahan saat tim lawan banyak menumpuk pemain lini belakang. Bagusnya, melakukan pertahanan model itu juga menjadi salah satu kebiasaan Singo Edan musim ini. Karenanya dalam 5 pertandingan yang dijalani baru kemasukan sekali.

Selain itu, dalam pertandingan nanti Eduardo Almeida juga terbilang mempunyai banyak opsi untuk lini depan. Kondisi itu menyusul kembalinya sejumlah pemain menyerang mereka seperti Gian Zola dan Sedikit Setiawan. Selain itu Abel Camara juga ready untuk dimainkan.

Menurut pengakuan Adam Alis hadirnya Abel Camara penting untuk tim. Karena dirasakannya tim membutuhkan penyerang murni. “Laga sebelumnya berat untuk kami karena belum ada target man. Sekarang sudah ada dia (Abel,red),”jelasnya. Karena dia optimistis nantinya tim bisa bermain lebih baik lagi.

Sementara itu, mengenai laga sore nanti, pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre mengatakan kalau timnya tidak mau malu. Karenanya target mendapatkan poin penuh menjadi hal utama yang dibidik. “Kami ingin melanjutkan performa positif tim di ajang ini,”jelas pelatih asal Brasil tersebut.

Menurutnya untuk mencapai hal tersebut semua hal sudah dilakukan. Di mana salah satunya usai laga melawan Bhayangkara FC lalu melakukan evaluasi. Lalu juga menganalisis kekuatan Singo Edan.

Lebih lanjut, eks Pelatih Persiraja Banda Aceh itu mengatakan timnya tidak hanya siap secara taktis saja. Lebih jauh juga secara mental. “Para pemain dalam motivasi bagus. Semua semangat memberikan yang terbaik,”jelas Sergio.

PSIS Semarang sendiri tidak mau kecolongan lantaran sadar kalau di laga selanjutnya akan bertandang ke Malang. Alhasil, harus menang untuk lebih memudahkan langkah mereka di babak selanjutnya.

Sementara melihat data statistik pertemuan kedua tim, hasilnya cukup imbang. Di mana dalam lima laga terakhir mereka saling mengalahkan. (Selengkapnya baca grafis). (gp/abm)

SEMARANG- Spirit pantang pulang tanpa bawa poin sedang dikobarkan penggawa Arema FC. Ini menjadi motivasi anak asuh Eduardo Almeida itu menjelang leg pertama babak semifinal Piala Presiden lawan PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang, sore ini (7/7). Satu poin, apalagi tiga poin, pada laga sore ini, sangat berharga bagi Arema FC. Sebab poin iu menjadi modal untuk tanding pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, (11/7). Karena pada ajang ini, pada babak semifinal digunakan sistem home-away.

Karena jumlah gol kandang dan tandang tidak dihitung, maka apabila mampu mengamankan tiga poin di laga nanti sore mereka hanya butuh imbang saja di laga selanjutnya.

Sadar akan hitung-hitungan tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku kalau sudah menginstruksikan ke para pemain untuk berjuang ekstra. Mereka harus berjuang  untuk tidak pulang dengan tangan kosong ke Malang. “Kami tahu di fase ini dimainkan dua kali. Karena itu tim harus memberikan kualitas dan mendapatkan hasil yang bagus di setiap leg,”jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Demi mewujudkan misi tersebut, Eduardo mengaku kalau tim sudah dipersiapkan secara detail. Di mana apa yang menjadi kelemahan tim lawan sudah diberikan kepada para pemain. Lalu dalam dua hari ini tim juga sudah melakukan beberapa antisipasi akan kelebihan tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Langkah tersebut dinilai juru taktik Lisensi UEFA Pro itu sangat penting. Karena dia sadar PSIS Semarang tim yang tengah dalam performa yang bagus. “Tentunya kami tidak bisa mendapat hasil positif tanpa persiapan yang bagus,”jelas eks pelatih Semen Padang itu. Apalagi, lanjutnya, lawan sebelumnya tidak kalah dalam 6 pertandingan terakhir.

Ya, PSIS Semarang memang belum terkalahkan selama ini. Dalam 6 pertandingan di Piala Presiden, mereka menang empat kali dan imbang dua kali. Total saat ini mereka juga telah membuat 16 gol dan kemasukan 7 gol.

Lebih lanjut, pada laga nanti sore Eduardo mengaku kalau tidak hanya fokus kepada satu atau dua pemain PSIS Semarang saja. Lebih jauh, 11 pemain di lapangan diharapkan mendapat perhatian khusus Dendi Santoso dan kawan-kawan. “Kami tidak bisa hanya fokus kepada Fortes atau Taise Marukawa saja. Tapi, kepada bagaimana tim mereka bertanding,”jelasnya.

Selain itu dalam laga tersebut dia berharap kalau pemain harus fokus kepada pertandingan. Perihal tekanan suporter tim lawan tidak perlu dihiraukan. Karena berpotensi memecah konsentrasi saat tampil di lapangan.

Mencuri poin dari kandang PSIS Semarang terbilang bukan misi mustahil. Sebab sebagus-bagusnya perfoma Carlos Fortes dan kawan-kawan mereka bukan tim tanpa celah. Laga mereka di babak 8 besar melawan Bhayangkara FC lalu menjadi contohnya.

Pemain-pemain Laskar Mahesa Jenar kesusahan saat tim lawan banyak menumpuk pemain lini belakang. Bagusnya, melakukan pertahanan model itu juga menjadi salah satu kebiasaan Singo Edan musim ini. Karenanya dalam 5 pertandingan yang dijalani baru kemasukan sekali.

Selain itu, dalam pertandingan nanti Eduardo Almeida juga terbilang mempunyai banyak opsi untuk lini depan. Kondisi itu menyusul kembalinya sejumlah pemain menyerang mereka seperti Gian Zola dan Sedikit Setiawan. Selain itu Abel Camara juga ready untuk dimainkan.

Menurut pengakuan Adam Alis hadirnya Abel Camara penting untuk tim. Karena dirasakannya tim membutuhkan penyerang murni. “Laga sebelumnya berat untuk kami karena belum ada target man. Sekarang sudah ada dia (Abel,red),”jelasnya. Karena dia optimistis nantinya tim bisa bermain lebih baik lagi.

Sementara itu, mengenai laga sore nanti, pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre mengatakan kalau timnya tidak mau malu. Karenanya target mendapatkan poin penuh menjadi hal utama yang dibidik. “Kami ingin melanjutkan performa positif tim di ajang ini,”jelas pelatih asal Brasil tersebut.

Menurutnya untuk mencapai hal tersebut semua hal sudah dilakukan. Di mana salah satunya usai laga melawan Bhayangkara FC lalu melakukan evaluasi. Lalu juga menganalisis kekuatan Singo Edan.

Lebih lanjut, eks Pelatih Persiraja Banda Aceh itu mengatakan timnya tidak hanya siap secara taktis saja. Lebih jauh juga secara mental. “Para pemain dalam motivasi bagus. Semua semangat memberikan yang terbaik,”jelas Sergio.

PSIS Semarang sendiri tidak mau kecolongan lantaran sadar kalau di laga selanjutnya akan bertandang ke Malang. Alhasil, harus menang untuk lebih memudahkan langkah mereka di babak selanjutnya.

Sementara melihat data statistik pertemuan kedua tim, hasilnya cukup imbang. Di mana dalam lima laga terakhir mereka saling mengalahkan. (Selengkapnya baca grafis). (gp/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/