alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ditahan Seri Persebaya, Kartu Merah Dendi Merubah Segalanya

SOLO – Sesuai prediksi, derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berjalan alot pada Sabtu malam (6/11). Drama di laga bergengsi itu dimulai sejak menit ke 53. Tepatnya saat Dendi Santoso mendapat kartu kuning kedua. Pemain berusia 31 tahun itu kembali diganjar kartu kuning hanya satu menit berselang setelah pelanggaran pertamanya di menit ke 52. Hal ini lah yang menjadi titik kendor serangan tim Singo Edan.

Sepanjang sisa babak kedua, anak asuh Eduardo Almeida lebih banyak bertahan. Hanya sesekali saja mereka melakukan serangan balik. Pola itu pun tak mampu mempertahankan keunggulan Arema FC 2-1 dari babak pertama. Di menit ke 70, pemain muda Persebaya, Marselino Ferdinan, hadir menjadi mimpi buruk bagi tim Singo Edan. Sepakannya dari jarak jauh tak mampu ditepis Adilson Maringa. Skor pun berubah menjadi 2-2, dan bertahan sampai peluit akhir pertandingan berbunyi.

Pada babak pertama, Arema FC sebenarnya sudah bermain apik. Skema permainan dari kaki ke kaki berjalan lancar. Sejak menit ke 7, mereka juga banyak mengambil inisiatif serangan. Kesempatan pun hadir dua menit berselang, saat tim Singo Edan mendapat hadiah penalti. Carlos Fortes yang menjadi algojonya mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

Gol itu pun langsung menambah kepercayaan diri penggawa Arema FC. Mereka langsung mendominasi permainan sepanjang jalannya babak pertama. Beberapa kali menekan, gol kedua pun akhirnya tercipta di menit ke 21, lewat sontekan Muhammad Rafli.

Memanfaatkan umpan dari Carlos Fortes, ketenangannya di depan gawang Persebaya patut mendapat apresiasi. Sayangnya, pasca gol kedua itu, serangan tim Singo Edan mulai mengendur.

Sebaliknya, tim Bajul Ijo-julukan Persebaya tampak lebih semangat untuk mengejar ketertinggalan. Upaya mereka pun membuahkan hasil di menit 37. Memanfaatkan umpan silang dari Adi Setiawan, penyerang Samsul Arif sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-1.

Sejak menit-menit awal babak kedua, Persebaya langsung tampil menekan. Mereka lebih sering mengambil inisiatif serangan. Arema FC yang harus bermain dengan 10 penggawa di babak kedua hanya bisa mengandalkan serangan balik. Salah satunya di menit 79, lewat sepakan Fortes dari sisi kiri gawang Persebaya. Pada tiga menit tambahan waktu, sebenarnya ada dua peluang dari tendangan penjuru. Namun semuanya belum mampu berbuah gol.

Pelatih Persebaya Aji Santoso menyebut beberapa kunci timnya mampu menahan imbang Arema FC. Salah satunya karena ketenangan pemainnya dalam menghadapi situasi tertinggal dua gol. ”Masuknya Rachmat Irianto, Marselino Ferdinan, dan Johan Yoga juga membuat tim kami tampil lebih menyerang,” kata dia.

Saat tertinggal dua gol, Aji mengakui bila dia langsung menginstruksikan pemainnya untuk memanfaatkan lebar lapangan. Disinggung soal kenapa timnya tak mampu memenangkan pertandingan, dia juga memiliki alasan tersendiri. ”Arema banyak menumpuk pemain di belakang. Selain itu, materi pemain mereka (Arema FC) juga bagus dan berpengalaman,” imbuh dia.

Sementara itu, striker Arema FC Muhammad Rafli menyebut bila hasil itu menjadi tanggung jawab bersama. ”Kami tidak bisa menyalahkan kartu merah, semuanya bisa terjadi di pertandingan. Kami tetap bersyukur mendapatkan satu poin,” kata dia. Dia juga mengakui bila di babak pertama skema permainan berjalan lancar. Namun timnya harus kecolongan di akhir-akhir babak pertama.

Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut bila gol Persebaya di babak pertama lahir karena kesalahan pemainnya. ”Ada sedikit kesalahan antisipasi,” kata dia. Dia juga mengakui bila kartu merah yang diterima Dendi merubah semuanya. ”Kami menjadi tidak mempunyai daya untuk mengontrol permainan,” kata dia. Meski begitu, dia mengaku tidak akan menyalahkan pemainnya yang terkena kartu merah. (gp/by/rmc)

SOLO – Sesuai prediksi, derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berjalan alot pada Sabtu malam (6/11). Drama di laga bergengsi itu dimulai sejak menit ke 53. Tepatnya saat Dendi Santoso mendapat kartu kuning kedua. Pemain berusia 31 tahun itu kembali diganjar kartu kuning hanya satu menit berselang setelah pelanggaran pertamanya di menit ke 52. Hal ini lah yang menjadi titik kendor serangan tim Singo Edan.

Sepanjang sisa babak kedua, anak asuh Eduardo Almeida lebih banyak bertahan. Hanya sesekali saja mereka melakukan serangan balik. Pola itu pun tak mampu mempertahankan keunggulan Arema FC 2-1 dari babak pertama. Di menit ke 70, pemain muda Persebaya, Marselino Ferdinan, hadir menjadi mimpi buruk bagi tim Singo Edan. Sepakannya dari jarak jauh tak mampu ditepis Adilson Maringa. Skor pun berubah menjadi 2-2, dan bertahan sampai peluit akhir pertandingan berbunyi.

Pada babak pertama, Arema FC sebenarnya sudah bermain apik. Skema permainan dari kaki ke kaki berjalan lancar. Sejak menit ke 7, mereka juga banyak mengambil inisiatif serangan. Kesempatan pun hadir dua menit berselang, saat tim Singo Edan mendapat hadiah penalti. Carlos Fortes yang menjadi algojonya mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

Gol itu pun langsung menambah kepercayaan diri penggawa Arema FC. Mereka langsung mendominasi permainan sepanjang jalannya babak pertama. Beberapa kali menekan, gol kedua pun akhirnya tercipta di menit ke 21, lewat sontekan Muhammad Rafli.

Memanfaatkan umpan dari Carlos Fortes, ketenangannya di depan gawang Persebaya patut mendapat apresiasi. Sayangnya, pasca gol kedua itu, serangan tim Singo Edan mulai mengendur.

Sebaliknya, tim Bajul Ijo-julukan Persebaya tampak lebih semangat untuk mengejar ketertinggalan. Upaya mereka pun membuahkan hasil di menit 37. Memanfaatkan umpan silang dari Adi Setiawan, penyerang Samsul Arif sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-1.

Sejak menit-menit awal babak kedua, Persebaya langsung tampil menekan. Mereka lebih sering mengambil inisiatif serangan. Arema FC yang harus bermain dengan 10 penggawa di babak kedua hanya bisa mengandalkan serangan balik. Salah satunya di menit 79, lewat sepakan Fortes dari sisi kiri gawang Persebaya. Pada tiga menit tambahan waktu, sebenarnya ada dua peluang dari tendangan penjuru. Namun semuanya belum mampu berbuah gol.

Pelatih Persebaya Aji Santoso menyebut beberapa kunci timnya mampu menahan imbang Arema FC. Salah satunya karena ketenangan pemainnya dalam menghadapi situasi tertinggal dua gol. ”Masuknya Rachmat Irianto, Marselino Ferdinan, dan Johan Yoga juga membuat tim kami tampil lebih menyerang,” kata dia.

Saat tertinggal dua gol, Aji mengakui bila dia langsung menginstruksikan pemainnya untuk memanfaatkan lebar lapangan. Disinggung soal kenapa timnya tak mampu memenangkan pertandingan, dia juga memiliki alasan tersendiri. ”Arema banyak menumpuk pemain di belakang. Selain itu, materi pemain mereka (Arema FC) juga bagus dan berpengalaman,” imbuh dia.

Sementara itu, striker Arema FC Muhammad Rafli menyebut bila hasil itu menjadi tanggung jawab bersama. ”Kami tidak bisa menyalahkan kartu merah, semuanya bisa terjadi di pertandingan. Kami tetap bersyukur mendapatkan satu poin,” kata dia. Dia juga mengakui bila di babak pertama skema permainan berjalan lancar. Namun timnya harus kecolongan di akhir-akhir babak pertama.

Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut bila gol Persebaya di babak pertama lahir karena kesalahan pemainnya. ”Ada sedikit kesalahan antisipasi,” kata dia. Dia juga mengakui bila kartu merah yang diterima Dendi merubah semuanya. ”Kami menjadi tidak mempunyai daya untuk mengontrol permainan,” kata dia. Meski begitu, dia mengaku tidak akan menyalahkan pemainnya yang terkena kartu merah. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/