alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Kenangan Dendi Santoso, Sembilan Kali Turun Lawan Persebaya

SOLO – Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya tadi malam (6/11) menyisakan kenangan bagi Dendi Santoso. Bagi pemain 31 tahun tersebut, laga melawan tim berjuluk Green Force itu meripakan yang kesembilan kalinya.

Jumlah tersebut sekaligus menjadikannya sebagai salah satu penggawa Singo Edan yang kerap tampil di pertandingan bergengsi itu. Termasuk, dari banyaknya laga derbi yang telah dilaluinya itu, pemain 31 tahun tersebut mengaku kalau laga pertamanya melawan kesebelasan asal Kota Pahlawan itu lah yang paling membekas.

Saat itu debut Dendi melawan Persebaya terjadi pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010. Ketika itu, tim Singo Edan dinahkodai pelatih asal Belanda Roberts Rene Alberts. ”Ketika itu saya debut melawan mereka (Persebaya) langsung di Stadion Gelora 10 November,” jelas suami Vivi Santoso tersebut.

Ketika itu, Dendi dipercaya turun bermain di interval kedua. ”Laga itu juga menjadi pertandingan pertama saya saat Arema dilatih coach Roberts,” kenangnya. Namun sayang debutnya tersebut berakhir kurang memuaskan. Tim Singo Edan yang ketika itu berkostum warna merah tumbang dengan skor 2-0.

Kini, dia juga bersyukur bisa kembali dipercaya bermain di laga sarat gengsi itu. ”Alhamdulilah, masih bisa bersaing dengan pemain lain yang ada di tim,” tuturnya. Setali tiga uang dengan Dendi Santoso, kapten tim Arema FC Johan Ahmad Farizi juga punya momen spesial saat berjumpa Persebaya selain laga kemarin.

Salah satu yang masih membekas dalam pikirannya yakni musim 2019 lalu. ”Salah satu yang teringat sampai saat ini ketika kami juara Piala Presiden, dua tahun lalu,” kata dia. Momen itu menurutnya istimewa karena saat bermain di Surabaya, timnya bisa menahan imbang tim tuan rumah. Sedangkan, ketika di Malang, mereka sukses menang sekaligus juara. (gp/by/rmc)

SOLO – Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya tadi malam (6/11) menyisakan kenangan bagi Dendi Santoso. Bagi pemain 31 tahun tersebut, laga melawan tim berjuluk Green Force itu meripakan yang kesembilan kalinya.

Jumlah tersebut sekaligus menjadikannya sebagai salah satu penggawa Singo Edan yang kerap tampil di pertandingan bergengsi itu. Termasuk, dari banyaknya laga derbi yang telah dilaluinya itu, pemain 31 tahun tersebut mengaku kalau laga pertamanya melawan kesebelasan asal Kota Pahlawan itu lah yang paling membekas.

Saat itu debut Dendi melawan Persebaya terjadi pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010. Ketika itu, tim Singo Edan dinahkodai pelatih asal Belanda Roberts Rene Alberts. ”Ketika itu saya debut melawan mereka (Persebaya) langsung di Stadion Gelora 10 November,” jelas suami Vivi Santoso tersebut.

Ketika itu, Dendi dipercaya turun bermain di interval kedua. ”Laga itu juga menjadi pertandingan pertama saya saat Arema dilatih coach Roberts,” kenangnya. Namun sayang debutnya tersebut berakhir kurang memuaskan. Tim Singo Edan yang ketika itu berkostum warna merah tumbang dengan skor 2-0.

Kini, dia juga bersyukur bisa kembali dipercaya bermain di laga sarat gengsi itu. ”Alhamdulilah, masih bisa bersaing dengan pemain lain yang ada di tim,” tuturnya. Setali tiga uang dengan Dendi Santoso, kapten tim Arema FC Johan Ahmad Farizi juga punya momen spesial saat berjumpa Persebaya selain laga kemarin.

Salah satu yang masih membekas dalam pikirannya yakni musim 2019 lalu. ”Salah satu yang teringat sampai saat ini ketika kami juara Piala Presiden, dua tahun lalu,” kata dia. Momen itu menurutnya istimewa karena saat bermain di Surabaya, timnya bisa menahan imbang tim tuan rumah. Sedangkan, ketika di Malang, mereka sukses menang sekaligus juara. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/