alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Posisi Eduardo Masih Aman

MALANG KOTA – Meski mendapat banyak sorotan pasca laga melawan PSS Sleman Jumat lalu (5/8), pos pelatih Arema FC dipastikan tidak akan mengalami perubahan. Eduardo Almeida tetap dipercaya manajemen Singo Edan untuk menjadi nahkoda tim Singo Edan. Kabar itu untuk sementara menepis prediksi bila Arema FC akan menjadi kesebelasan pertama di musim ini yang akan ganti pelatih.

Manajemen menyebut sejumlah pertimbangan dibalik bertahannya Eduardo. Salah satunya perihal efektivitas tim. ”Dengan sudah bergulirnya kompetisi dan banyak pemain dipilih pelatih sendiri (Eduardo Almeida), apakah pelatih baru nantinya bisa langsung tune-in dengan tim?,” jelas Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki.

Kalau hasil yang didapat malah sebaliknya, dia khawatir bila itu akan menjadi sebuah bumerang untuk Arema FC. Sebab, berdasarkan pengalamannya, ada salah satu klub yang cepat-cepat ganti pelatih, hasilnya malah tidak memuaskan. Selain performa fluktuatif, chemistry dan harmonisasi di tim juga terpengaruh. ”Jadi memang tidak semudah itu,” imbuh pria asal Pasuruan tersebut.

Bagi Ali, performa Arema FC dalam laga kandang tidaklah buruk. Di laga melawan PSS Sleman, Jhon Alfarizi dan kawan-kawan memang harus kehilangan poin maksimal. Tapi menurutnya, tim telah memberikan perlawanan, menciptakan peluang, dan berusaha keras untuk menang. Berangkat dari itu keputusan untuk mengevaluasi pelatih tidak dilakukan untuk saat ini. ”Mungkin kalau tim kalah telak, tidak menyerang, dan tim benar-benar loyo, kemungkinan langkah kami akan berbeda,” tutur bapak dua anak tersebut.

Di laga itu, Jhon Alfrizi dan kawan-kawan memang unggul dalam pembuatan peluang dan shot on goal. Menurut catatan koran ini, saat melawan PSS Sleman, Arema FC membuat 8 shot on target. Juga mendapatkan 7 peluang, menguasai 51 persen penguasaan bola, 10 kali umpan silang, dan 69 persen passing sukses.

Meski begitu, Ali mengaku tetap akan menerima masukan dari para pemain ke-12. Dia menyebut kalau kritikan bakal dijadikan motivasi untuk timnya lebih baik lagi. ”Ini menjadi bahan untuk introspeksi diri kami dan ke depan akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Arema FC,” kata dia.

Terpisah, mengenai banyaknya desakan untuk mundur dan kritikan terhadap permainan timnya, Eduardo Almeida memilih enggan menanggapinya. ”Saya tidak mau berkomentar tentang itu (tuntutan pendukung, red),” kata pelatih asal Portugal itu. Dia mengaku tidak bisa memuaskan semua orang.

Karena itu, eks pelatih Semen Padang itu mengaku kalau saat ini lebih memilih untuk terus fokus kepada tim. ”Jika ada yang ingin saya lakukan adalah terus improve dan membuat tim ini terus meningkat,” jelas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Bagi dia, tekanan suporter sudah cukup lumrah dalam sepak bola. Terlebih, Arema FC merupakan salah satu kesebelasan yang mempunyai basis suporter fanatik. Keputusan manajemen untuk mempertahankan Eduardo memang cukup berdasar. Sebab bila Singo Edan mengakhiri kontraknya, itu akan membuat mereka membayar kompensasi. Seperti yang terjadi kepada Jose Mourinho dengan Manchester United, beberapa tahun lalu. (gp/by)

MALANG KOTA – Meski mendapat banyak sorotan pasca laga melawan PSS Sleman Jumat lalu (5/8), pos pelatih Arema FC dipastikan tidak akan mengalami perubahan. Eduardo Almeida tetap dipercaya manajemen Singo Edan untuk menjadi nahkoda tim Singo Edan. Kabar itu untuk sementara menepis prediksi bila Arema FC akan menjadi kesebelasan pertama di musim ini yang akan ganti pelatih.

Manajemen menyebut sejumlah pertimbangan dibalik bertahannya Eduardo. Salah satunya perihal efektivitas tim. ”Dengan sudah bergulirnya kompetisi dan banyak pemain dipilih pelatih sendiri (Eduardo Almeida), apakah pelatih baru nantinya bisa langsung tune-in dengan tim?,” jelas Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki.

Kalau hasil yang didapat malah sebaliknya, dia khawatir bila itu akan menjadi sebuah bumerang untuk Arema FC. Sebab, berdasarkan pengalamannya, ada salah satu klub yang cepat-cepat ganti pelatih, hasilnya malah tidak memuaskan. Selain performa fluktuatif, chemistry dan harmonisasi di tim juga terpengaruh. ”Jadi memang tidak semudah itu,” imbuh pria asal Pasuruan tersebut.

Bagi Ali, performa Arema FC dalam laga kandang tidaklah buruk. Di laga melawan PSS Sleman, Jhon Alfarizi dan kawan-kawan memang harus kehilangan poin maksimal. Tapi menurutnya, tim telah memberikan perlawanan, menciptakan peluang, dan berusaha keras untuk menang. Berangkat dari itu keputusan untuk mengevaluasi pelatih tidak dilakukan untuk saat ini. ”Mungkin kalau tim kalah telak, tidak menyerang, dan tim benar-benar loyo, kemungkinan langkah kami akan berbeda,” tutur bapak dua anak tersebut.

Di laga itu, Jhon Alfrizi dan kawan-kawan memang unggul dalam pembuatan peluang dan shot on goal. Menurut catatan koran ini, saat melawan PSS Sleman, Arema FC membuat 8 shot on target. Juga mendapatkan 7 peluang, menguasai 51 persen penguasaan bola, 10 kali umpan silang, dan 69 persen passing sukses.

Meski begitu, Ali mengaku tetap akan menerima masukan dari para pemain ke-12. Dia menyebut kalau kritikan bakal dijadikan motivasi untuk timnya lebih baik lagi. ”Ini menjadi bahan untuk introspeksi diri kami dan ke depan akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Arema FC,” kata dia.

Terpisah, mengenai banyaknya desakan untuk mundur dan kritikan terhadap permainan timnya, Eduardo Almeida memilih enggan menanggapinya. ”Saya tidak mau berkomentar tentang itu (tuntutan pendukung, red),” kata pelatih asal Portugal itu. Dia mengaku tidak bisa memuaskan semua orang.

Karena itu, eks pelatih Semen Padang itu mengaku kalau saat ini lebih memilih untuk terus fokus kepada tim. ”Jika ada yang ingin saya lakukan adalah terus improve dan membuat tim ini terus meningkat,” jelas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Bagi dia, tekanan suporter sudah cukup lumrah dalam sepak bola. Terlebih, Arema FC merupakan salah satu kesebelasan yang mempunyai basis suporter fanatik. Keputusan manajemen untuk mempertahankan Eduardo memang cukup berdasar. Sebab bila Singo Edan mengakhiri kontraknya, itu akan membuat mereka membayar kompensasi. Seperti yang terjadi kepada Jose Mourinho dengan Manchester United, beberapa tahun lalu. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/