21.8 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Konsultan Asing Beri Tiga Masukan untuk Arema FC

MALANG KOTA – Konsultan sepak bola dari Turki dan Italia memberi masukan berharga untuk Arema FC. Mereka adalah Badiuzzaman Jamhari dan Soner Bicikci dari Turki. Lalu ada Andrea Poggio dari Italia. Saat koordinasi via aplikasi Zoom Senin lalu (7/11), ada tiga masukan yang disampaikan mereka.

Yang pertama terkait tata kelola hingga struktur organisasi di klub Singo Edan. Menanggapi hal itu, Manajer Hubungan Internasional Arema FC Fuad Ardiansyah mengaku akan menyesuaikan bahan masukan dengan kultur sepak bola di Indonesia.

“Pastinya akan menyesuaikan keadaan dengan Arema FC dan Malang Raya juga,” kata dia.

Masukan kedua berkaitan dengan sistem pengamanan di pertandingan sepak bola. Fuad menyebut bila konsultan dari luar negeri itu berharap Arema FC punya standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pertandingan. SOP itu harus rutin disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berkaitan. Mulai dari suporter hingga aparat. “Intinya sistem keamanan menjadi sebuah hal yang krusial,” imbuhnya.

Terkait masukan sistem keamanan itu, konsultan asal luar negeri tersebut juga menyarankan agar manajemen Singo Edan melakukan perubahan transaksi tiket. Dari sebelumnya offline, menjadi online. Itu dilakukan untuk memudahkan analisis terhadap potensi masalah. Sebab dari sistem tiket online, data diri setiap suporter bisa dikantongi manajemen. “Konsultan dari Turki menyebut bila perubahan (sistem keamanan) itu butuh waktu setidaknya tiga tahun,” imbuh Fuad.

Masukan ketiga yakni kolaborasi. Itu perlu dilakukan Arema FC dengan pihak-pihak terkait. Seperti dengan pemerintah daerah dan aparat. Kolaborasi dengan kelompok suporter tim lainnya juga dibutuhkan. Dari kolaborasi itu, proses komunikasi bakal lebih intensif lagi. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi.

Terpisah, Komisaris Arema FC Tatang Dwi Arifianto memastikan bila pihaknya percaya dengan kinerja tim pemulihan. “Saya pikir dengan bekal yang dimiliki mereka (anggota tim pemulihan, red), maka bisa menjalankan evaluasi dengan tepat sasaran,” kata dia. Seperti diketahui sebelumnya, tim pemulihan Arema FC sengaja dibentuk jajaran direksi sebagai bahan evaluasi dari tragedi Kanjuruhan.

Anggota tim pemulihan itu berasal dari berbagai kalangan profesional. Termasuk konsultan sepak bola dari luar negeri. Tujuan utama dibentuk tim itu untuk memberi masukan kepada direksi dan manajemen Arema FC. “Intinya kami ingin ke depan klub memiliki tata kelola modern dan sesuai dengan segala regulasi yang ada,” tambah Tatang. (gp/by)

MALANG KOTA – Konsultan sepak bola dari Turki dan Italia memberi masukan berharga untuk Arema FC. Mereka adalah Badiuzzaman Jamhari dan Soner Bicikci dari Turki. Lalu ada Andrea Poggio dari Italia. Saat koordinasi via aplikasi Zoom Senin lalu (7/11), ada tiga masukan yang disampaikan mereka.

Yang pertama terkait tata kelola hingga struktur organisasi di klub Singo Edan. Menanggapi hal itu, Manajer Hubungan Internasional Arema FC Fuad Ardiansyah mengaku akan menyesuaikan bahan masukan dengan kultur sepak bola di Indonesia.

“Pastinya akan menyesuaikan keadaan dengan Arema FC dan Malang Raya juga,” kata dia.

Masukan kedua berkaitan dengan sistem pengamanan di pertandingan sepak bola. Fuad menyebut bila konsultan dari luar negeri itu berharap Arema FC punya standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pertandingan. SOP itu harus rutin disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berkaitan. Mulai dari suporter hingga aparat. “Intinya sistem keamanan menjadi sebuah hal yang krusial,” imbuhnya.

Terkait masukan sistem keamanan itu, konsultan asal luar negeri tersebut juga menyarankan agar manajemen Singo Edan melakukan perubahan transaksi tiket. Dari sebelumnya offline, menjadi online. Itu dilakukan untuk memudahkan analisis terhadap potensi masalah. Sebab dari sistem tiket online, data diri setiap suporter bisa dikantongi manajemen. “Konsultan dari Turki menyebut bila perubahan (sistem keamanan) itu butuh waktu setidaknya tiga tahun,” imbuh Fuad.

Masukan ketiga yakni kolaborasi. Itu perlu dilakukan Arema FC dengan pihak-pihak terkait. Seperti dengan pemerintah daerah dan aparat. Kolaborasi dengan kelompok suporter tim lainnya juga dibutuhkan. Dari kolaborasi itu, proses komunikasi bakal lebih intensif lagi. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi.

Terpisah, Komisaris Arema FC Tatang Dwi Arifianto memastikan bila pihaknya percaya dengan kinerja tim pemulihan. “Saya pikir dengan bekal yang dimiliki mereka (anggota tim pemulihan, red), maka bisa menjalankan evaluasi dengan tepat sasaran,” kata dia. Seperti diketahui sebelumnya, tim pemulihan Arema FC sengaja dibentuk jajaran direksi sebagai bahan evaluasi dari tragedi Kanjuruhan.

Anggota tim pemulihan itu berasal dari berbagai kalangan profesional. Termasuk konsultan sepak bola dari luar negeri. Tujuan utama dibentuk tim itu untuk memberi masukan kepada direksi dan manajemen Arema FC. “Intinya kami ingin ke depan klub memiliki tata kelola modern dan sesuai dengan segala regulasi yang ada,” tambah Tatang. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/