alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Bagus Kahfi di Mata Jacksen F Tiago

KOTA BATU – Terkait soal potensi remaja Indonesia yang ingin memiliki keinginan bermain di Eropa, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menilai terlalu berlebihan atau dipaksakan. Pasalnya, level persaingan pemain sepakbola Indonesia dinilainya masih berada di tingkat ASEAN. Sehingga untuk bermain di luar negeri harus ada effort atau usaha yang lebih.

“Bagus (Bagus Kahfi) walaupun ke Eropa, dia belum bisa menjadi pemain inti. Harus melewati proses-proses. Saya lihat ketika dia bermain di umur 16 mengalami proses yang baik. Semoga dia bisa bersaing,” kata Jacksen ditemui saat mendampingi Football Camp bersama para remaja dari seluruh Indonesia di lapangan sepakbola Kusuma Agro, Batu, Rabu (9/12).

Bahkan, Jacksen melanjutkan, untuk level Asia pun pemain Indonesia masih perlu membutuhkan waktu dapat bersaing dengan baik.

Namun demikian, Jacksen mengacungi jempol terkait pembinaan usia dini yang dilakukan oleh PSSI. Seperti adanya program kompetisi liga U 19 sebelumnya, kemudian ada program Garuda Select ke Inggris yang dilatih oleh pelatih asing. “Ini membutuhkan proses, harus ada persiapan dan saya juga ingin berkontribusi untuk itu,” kata dia.

Perlu diketahui baru-baru ini, kabarnya pemain Timnas Indonesia U19 Bagus Kahfi sudah deal dengan FC Utrecht di liga Belanda, khususnya untuk tim muda setelah kepindahannya dari Barito Putera. Jika benar, maka Bagus akan menyusul Egy Maulana Vikri yang telah berkiprah di liga Polandia dengan bermain di Lechia Gdansk.

Disisi lain, saat ditanya harapan untuk sepakbola di tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19, Jacksen berharap ada kebijakan yang baik bagi keberlangsungan sepakbola Indonesia.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Terkait soal potensi remaja Indonesia yang ingin memiliki keinginan bermain di Eropa, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menilai terlalu berlebihan atau dipaksakan. Pasalnya, level persaingan pemain sepakbola Indonesia dinilainya masih berada di tingkat ASEAN. Sehingga untuk bermain di luar negeri harus ada effort atau usaha yang lebih.

“Bagus (Bagus Kahfi) walaupun ke Eropa, dia belum bisa menjadi pemain inti. Harus melewati proses-proses. Saya lihat ketika dia bermain di umur 16 mengalami proses yang baik. Semoga dia bisa bersaing,” kata Jacksen ditemui saat mendampingi Football Camp bersama para remaja dari seluruh Indonesia di lapangan sepakbola Kusuma Agro, Batu, Rabu (9/12).

Bahkan, Jacksen melanjutkan, untuk level Asia pun pemain Indonesia masih perlu membutuhkan waktu dapat bersaing dengan baik.

Namun demikian, Jacksen mengacungi jempol terkait pembinaan usia dini yang dilakukan oleh PSSI. Seperti adanya program kompetisi liga U 19 sebelumnya, kemudian ada program Garuda Select ke Inggris yang dilatih oleh pelatih asing. “Ini membutuhkan proses, harus ada persiapan dan saya juga ingin berkontribusi untuk itu,” kata dia.

Perlu diketahui baru-baru ini, kabarnya pemain Timnas Indonesia U19 Bagus Kahfi sudah deal dengan FC Utrecht di liga Belanda, khususnya untuk tim muda setelah kepindahannya dari Barito Putera. Jika benar, maka Bagus akan menyusul Egy Maulana Vikri yang telah berkiprah di liga Polandia dengan bermain di Lechia Gdansk.

Disisi lain, saat ditanya harapan untuk sepakbola di tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19, Jacksen berharap ada kebijakan yang baik bagi keberlangsungan sepakbola Indonesia.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/