alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Haris Thofly, Dosen FH UMM Ketuai Askot PSSI Kota Malang

MALANG KOTA — Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Malang memilih Dr Haris Thofly SH M Hum sebagai Ketua Umum Askot PSSI Kota Malang dan dan Romi Faslah SPdl MSi sebagai Wakil Ketua Umum terpilih periode 2021-2025

Ketua Umum Terpilih Askot PSSI Kota Malang, Haris Tofly menjabarkan, ada tiga strategi khusus dalam membangkitkan kejayaan sepak bola di Kota Malang. Yaitu fokus pada pembinaan usia dini, pemanfaatan teknologi (sport science) dan IT, serta sinergi antar stakeholder terkait.

Pria asal Madura ini menjelaskan, pembinaan usia dini sangat menentukan kematangan atlet dalam menuju pemain profesional. Sehingga, PSSI akan menjalankan dan meningkatkan kualitas kompetisi internal tiap kelompok umur, meliputi U-12, 13, 15 dan 16.

Baca juga : Hari Ini Exco PSSI Putuskan Nasib Liga 1

”Sesuai arahan pak wali kota (Wali Kota Malang Sutiaji), beliau ingin fokus di pembinaan. Artinya, jadi PSSI harus bisa jadi industri pemain profesional. Untuk menuju ke sana, harus ada kompetisi di masing-masing kelompok,” kata pria yang juga menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Kamis (11/3).

Dia juga menjelaskan, pemain berbakat di setiap jenjang nantinya juga bakal ada pembinaan khusus. Sehingga, mereka bisa terus mendapatkan pembinaan maksimal yang disiapkan untuk pemain profesional masa depan.

”Nanti ada semacam wadah, seperti diklat untuk pemain berbakat di setiap jenjang. Mereka ini disiapkan untuk calon pemain di klub profesional, seperti Persema dan Arema,” jelas dia.

Untuk pemanfaatan teknologi (sport science) dan IT, lanjutnya, pihaknya bakal menggandeng kalangan akademisi. Dalam hal ini adalah kampus-kampus Kota Malang yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Psikologi.

”Dalam beberapa tahun terakhir ini, peran sport science sangat besar dalam menciptakan pemain bertalenta dan klub bermental juara. Contoh, keberhasilan U-19 era Evan Dimas itu juga didukung dengan sport science di jajaran pelatih,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya (UB) ini.

Haris menambahkan, usai melengkapi kepengurusan Askot PSSI Kota Malang periode 2021-2022, pihaknya akan segera bersilaturahmi ke kampus. Hal ini dilakukan untuk merealisasikan sinergi antara organisasi dengan dunia pendidikan.

“Kami akan segera jemput bola. Setelah semua pengurus terbentuk, kami akan silaturahmi ke kampus,” imbuhnya

Masih kata dia, strategi yang terakhir adalah sinergi antar stakeholder terkait. Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Disporapar Kota Malang dan para pengusaha yang hobi olahraga sepak bola. Perlu diketahui, kalangan pengusaha ini akan diajak kerja sama dalam membantu pemain usia dini yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

”Kalau semua bersatu, kami optimis kejayaan sepak bola Kota Malang sebagai barometer sepak bola nasional akan bangkit kembali,” harap dosen FH UMM ini.

Sebelumnya, dalam KLB Askot PSSI Kota Malang 2021 di Rayz UMM Hotel, Rabu (10/3), menghasilkan Ketua Umum Dr Haris Thofly SH MHum dan wakilnya Romi Faslah serta lima Anggota Exco (Executive Committee), terdiri dari:
Achmad Djunaedi, Supriyadi, Herwintono, Rohman Hadi dan Fahrial Amiq.

Haris Thofly terpilih secara aklamasi karena lawannya mundur sebelum dilakukan KLB. Sementara itu, pemilik suara di Askot PSSI Kota Malang ada 46 klub.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Malang memilih Dr Haris Thofly SH M Hum sebagai Ketua Umum Askot PSSI Kota Malang dan dan Romi Faslah SPdl MSi sebagai Wakil Ketua Umum terpilih periode 2021-2025

Ketua Umum Terpilih Askot PSSI Kota Malang, Haris Tofly menjabarkan, ada tiga strategi khusus dalam membangkitkan kejayaan sepak bola di Kota Malang. Yaitu fokus pada pembinaan usia dini, pemanfaatan teknologi (sport science) dan IT, serta sinergi antar stakeholder terkait.

Pria asal Madura ini menjelaskan, pembinaan usia dini sangat menentukan kematangan atlet dalam menuju pemain profesional. Sehingga, PSSI akan menjalankan dan meningkatkan kualitas kompetisi internal tiap kelompok umur, meliputi U-12, 13, 15 dan 16.

Baca juga : Hari Ini Exco PSSI Putuskan Nasib Liga 1

”Sesuai arahan pak wali kota (Wali Kota Malang Sutiaji), beliau ingin fokus di pembinaan. Artinya, jadi PSSI harus bisa jadi industri pemain profesional. Untuk menuju ke sana, harus ada kompetisi di masing-masing kelompok,” kata pria yang juga menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Kamis (11/3).

Dia juga menjelaskan, pemain berbakat di setiap jenjang nantinya juga bakal ada pembinaan khusus. Sehingga, mereka bisa terus mendapatkan pembinaan maksimal yang disiapkan untuk pemain profesional masa depan.

”Nanti ada semacam wadah, seperti diklat untuk pemain berbakat di setiap jenjang. Mereka ini disiapkan untuk calon pemain di klub profesional, seperti Persema dan Arema,” jelas dia.

Untuk pemanfaatan teknologi (sport science) dan IT, lanjutnya, pihaknya bakal menggandeng kalangan akademisi. Dalam hal ini adalah kampus-kampus Kota Malang yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Psikologi.

”Dalam beberapa tahun terakhir ini, peran sport science sangat besar dalam menciptakan pemain bertalenta dan klub bermental juara. Contoh, keberhasilan U-19 era Evan Dimas itu juga didukung dengan sport science di jajaran pelatih,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya (UB) ini.

Haris menambahkan, usai melengkapi kepengurusan Askot PSSI Kota Malang periode 2021-2022, pihaknya akan segera bersilaturahmi ke kampus. Hal ini dilakukan untuk merealisasikan sinergi antara organisasi dengan dunia pendidikan.

“Kami akan segera jemput bola. Setelah semua pengurus terbentuk, kami akan silaturahmi ke kampus,” imbuhnya

Masih kata dia, strategi yang terakhir adalah sinergi antar stakeholder terkait. Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Disporapar Kota Malang dan para pengusaha yang hobi olahraga sepak bola. Perlu diketahui, kalangan pengusaha ini akan diajak kerja sama dalam membantu pemain usia dini yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

”Kalau semua bersatu, kami optimis kejayaan sepak bola Kota Malang sebagai barometer sepak bola nasional akan bangkit kembali,” harap dosen FH UMM ini.

Sebelumnya, dalam KLB Askot PSSI Kota Malang 2021 di Rayz UMM Hotel, Rabu (10/3), menghasilkan Ketua Umum Dr Haris Thofly SH MHum dan wakilnya Romi Faslah serta lima Anggota Exco (Executive Committee), terdiri dari:
Achmad Djunaedi, Supriyadi, Herwintono, Rohman Hadi dan Fahrial Amiq.

Haris Thofly terpilih secara aklamasi karena lawannya mundur sebelum dilakukan KLB. Sementara itu, pemilik suara di Askot PSSI Kota Malang ada 46 klub.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/