alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Askab dan Askot PSSI Dukung Proses Hukum Mafia Pengaturan Skor Bola

KABUPATEN-Menanggapi penahanan terhadap BS, Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang Agus Sa’Dullah mengaku kaget. Pria yang akrab disapa Gus Dullah itu mengaku baru mendengar kabar tersebut ketika diwawancarai wartawan Radar Malang.

”Kan pengaturan skor itu melibatkan klub di Kota Malang. Jadi kami tidak mengerti terkait adanya anggota yang terlibat,” ujarnya. Terkait dugaan mantan manajer Metro FC terlibat pengaturan skor, Dullah akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Jika memang ada yang terbukti bersalah, pihaknya mendukung untuk dijalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, juga akan dilakukan pembahasan dengan Komdis (Komisi Disiplin) PSSI terkait sanksi disiplin. ”Apa pun keputusannya nanti, kami hormati proses hukum,” ucap dia. Pria yang baru menjabat sebagai ketua Askab pada 2021 lalu itu juga menegaskan, Bambang Suryo bukan bagian dari Askab PSSI Kabupaten Malang maupun Persekam Metro FC. Dia menuturkan, BS pernah menjadi manajer tim dengan julukan Macan Kumbang tersebut. Namun, itu terjadi pada periode kepemimpinan sebelumnya. ”Dulu sempat jadi manajer. Namun setelah kena sanksi (dari PSSI Pusat), ada manajer baru yang ditunjuk,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Askot PSSI Kota Malang Haris Thofly tidak mau berbicara banyak terkait dugaan keterlibatan BS dalam pengaturan skor. Sama seperti Askab Kabupaten Malang, pihaknya memastikan akan mendukung secara penuh terkait proses hukum yang berjalan. Dia juga mengaku baru mendengar BS ditahan. ”Saya tidak bisa memberi tanggapan terlalu banyak terkait dugaan itu,” ujar Haris.

Sebagaimana diberitakan, salah satu tersangka dalam kasus mafia bola, Bambang Suryo (BS), yang sudah ditahan di Polda Jatim sejak Selasa (8/3/2022) mulai menebar ancaman. Para pengguna jasa mafia bola maupun yang terlibat pengaturan skor harus siap-siap hadapi perkara hukum.  (biy/adk/abm)

KABUPATEN-Menanggapi penahanan terhadap BS, Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang Agus Sa’Dullah mengaku kaget. Pria yang akrab disapa Gus Dullah itu mengaku baru mendengar kabar tersebut ketika diwawancarai wartawan Radar Malang.

”Kan pengaturan skor itu melibatkan klub di Kota Malang. Jadi kami tidak mengerti terkait adanya anggota yang terlibat,” ujarnya. Terkait dugaan mantan manajer Metro FC terlibat pengaturan skor, Dullah akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Jika memang ada yang terbukti bersalah, pihaknya mendukung untuk dijalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, juga akan dilakukan pembahasan dengan Komdis (Komisi Disiplin) PSSI terkait sanksi disiplin. ”Apa pun keputusannya nanti, kami hormati proses hukum,” ucap dia. Pria yang baru menjabat sebagai ketua Askab pada 2021 lalu itu juga menegaskan, Bambang Suryo bukan bagian dari Askab PSSI Kabupaten Malang maupun Persekam Metro FC. Dia menuturkan, BS pernah menjadi manajer tim dengan julukan Macan Kumbang tersebut. Namun, itu terjadi pada periode kepemimpinan sebelumnya. ”Dulu sempat jadi manajer. Namun setelah kena sanksi (dari PSSI Pusat), ada manajer baru yang ditunjuk,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Askot PSSI Kota Malang Haris Thofly tidak mau berbicara banyak terkait dugaan keterlibatan BS dalam pengaturan skor. Sama seperti Askab Kabupaten Malang, pihaknya memastikan akan mendukung secara penuh terkait proses hukum yang berjalan. Dia juga mengaku baru mendengar BS ditahan. ”Saya tidak bisa memberi tanggapan terlalu banyak terkait dugaan itu,” ujar Haris.

Sebagaimana diberitakan, salah satu tersangka dalam kasus mafia bola, Bambang Suryo (BS), yang sudah ditahan di Polda Jatim sejak Selasa (8/3/2022) mulai menebar ancaman. Para pengguna jasa mafia bola maupun yang terlibat pengaturan skor harus siap-siap hadapi perkara hukum.  (biy/adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/