alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

6 Pemain Akademi Arema Lanjutkan Estafet Regenerasi

MALANG KOTA – Tradisi menelurkan bibit-bibit pemain muda terus dilanjutkan Arema FC. Kini, tongkat estafet regenerasi dilanjutkan 6 penggawa akademi Arema. Mereka adalah Bramntio Ramadhan, Achmad Galih, Tito Hamzah, Muhammad Faiz Iqbal, Seiya Da Costa Ley, dan Achmad Figo Ramdani. Keenam pemain itu sudah diikat kontrak manajemen Arema FC selama 2 tahun.

Nama-nama mereka diharapkan bisa melanjutkan cerita sukses yang sebelumnya telah diukir Dendi Santoso dan Johan Ahmad Farizi.

Kedua nama itu kini menjadi contoh sukses produk akademi Arema FC. Baik Dendi dan Alfarizi juga sudah mampu mengantar prestasi untuk tim Singo Edan. Mulai dari jawara Indonesia Super League (ISL) 2010, sampai dengan Piala Presiden 2017 dan 2019. Kedua nama itu juga sempat menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

Masuknya Seiya Da Costa Ley dan kawan-kawan kini membuat skuad Arema FC dihuni banyak eks pemain akademi. Sebelum mereka, ada 6 jebolan akademi Singo Edan yang sudah bergabung. Yakni Vikrian Akbar, Andreas Fransisco, Teguh Amiruddin, Kushedya Hari Yudo, sampai center bek Ikfanul Alam. Dikatakan Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana, mengorbitkan pemain muda memang jadi tujuan besarnya.

”Sebab pemain muda harus terus mendapatkan perhatian,” jelas Suami Shandy Purnamasari itu.

Gilang juga berjanji bila ada pemain dari akademi yang mampu menunjukkan perfoma apik, maka pihaknya tak akan segan untuk mempromosikan ke tim senior.

”Asalkan mereka (pemain akademi) mau kerja keras, disiplin, dan punya potensi, tentu kesempatan bermain untuk tim senior ada,” katanya. Apalagi, ia juga melihat bila potensi pemain-pemain akademi juga besar.

Terpisah, Direktur Teknik Akademi Arema FC Agus Yuwono menyebutkan kalau misi utama dari pihaknya adalah support ke tim senior. Oleh karena itu, upaya mendistribusikan pemain-pemain potensial ke Arema FC bakal terus dilanjutkan pihaknya.

”Iya, misi kami adalah mengembangkan pondasi pemain muda di Arema,” jelas eks pelatih Persik Kediri itu. Saat ini akademi Arema FC mempunyai banyak tingkatan. Mulai dari elite pro, U-20, U-18, U-16, U-14, dan U-12. Lalu juga ada pemain untuk usia 10 sampai 11 tahun.

Sementara itu, pelatih Akademi Arema FC Doni Suherman turut mengaku senang dengan banyaknya pemain akademi yang masuk tim senior. Menurutnya, itu bisa memantik semangat para pemain lainnya. ”Semoga semakin banyak yang termotivasi dengan dipanggilnya Bram dan kawan-kawan ke tim senior,” harap dia. (gp/by/rmc)

MALANG KOTA – Tradisi menelurkan bibit-bibit pemain muda terus dilanjutkan Arema FC. Kini, tongkat estafet regenerasi dilanjutkan 6 penggawa akademi Arema. Mereka adalah Bramntio Ramadhan, Achmad Galih, Tito Hamzah, Muhammad Faiz Iqbal, Seiya Da Costa Ley, dan Achmad Figo Ramdani. Keenam pemain itu sudah diikat kontrak manajemen Arema FC selama 2 tahun.

Nama-nama mereka diharapkan bisa melanjutkan cerita sukses yang sebelumnya telah diukir Dendi Santoso dan Johan Ahmad Farizi.

Kedua nama itu kini menjadi contoh sukses produk akademi Arema FC. Baik Dendi dan Alfarizi juga sudah mampu mengantar prestasi untuk tim Singo Edan. Mulai dari jawara Indonesia Super League (ISL) 2010, sampai dengan Piala Presiden 2017 dan 2019. Kedua nama itu juga sempat menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

Masuknya Seiya Da Costa Ley dan kawan-kawan kini membuat skuad Arema FC dihuni banyak eks pemain akademi. Sebelum mereka, ada 6 jebolan akademi Singo Edan yang sudah bergabung. Yakni Vikrian Akbar, Andreas Fransisco, Teguh Amiruddin, Kushedya Hari Yudo, sampai center bek Ikfanul Alam. Dikatakan Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana, mengorbitkan pemain muda memang jadi tujuan besarnya.

”Sebab pemain muda harus terus mendapatkan perhatian,” jelas Suami Shandy Purnamasari itu.

Gilang juga berjanji bila ada pemain dari akademi yang mampu menunjukkan perfoma apik, maka pihaknya tak akan segan untuk mempromosikan ke tim senior.

”Asalkan mereka (pemain akademi) mau kerja keras, disiplin, dan punya potensi, tentu kesempatan bermain untuk tim senior ada,” katanya. Apalagi, ia juga melihat bila potensi pemain-pemain akademi juga besar.

Terpisah, Direktur Teknik Akademi Arema FC Agus Yuwono menyebutkan kalau misi utama dari pihaknya adalah support ke tim senior. Oleh karena itu, upaya mendistribusikan pemain-pemain potensial ke Arema FC bakal terus dilanjutkan pihaknya.

”Iya, misi kami adalah mengembangkan pondasi pemain muda di Arema,” jelas eks pelatih Persik Kediri itu. Saat ini akademi Arema FC mempunyai banyak tingkatan. Mulai dari elite pro, U-20, U-18, U-16, U-14, dan U-12. Lalu juga ada pemain untuk usia 10 sampai 11 tahun.

Sementara itu, pelatih Akademi Arema FC Doni Suherman turut mengaku senang dengan banyaknya pemain akademi yang masuk tim senior. Menurutnya, itu bisa memantik semangat para pemain lainnya. ”Semoga semakin banyak yang termotivasi dengan dipanggilnya Bram dan kawan-kawan ke tim senior,” harap dia. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/