alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pekan Keempat BRI Liga 1, Aremania Bisa Hadir di Stadion Lagi

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi kabar menggembirakan bagi para suporter Aremania. Setelah hampir dua tahun tidak bisa hadir mendampingi tim kesayangannya, Arema FC, karena pandemi, dalam waktu dekat bakal ada kebijakan baru. Suporter sudah boleh hadir langsung mendampingi tim bertanding.

Itu berlaku pada Liga 1 seri 4 mendatang. Dan itu pun masih ada sejumlah syarat lain yang ketat.
Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, jika rencana kebijakan itu direalisasikan, jumlah suporter boleh ada menonton langsung adalah 25 persen dari kapasitas stadion. Selain itu pemain ke 12 juga wajib sudah menjalani vaksin dua kali. Lalu, tempat penyelenggaraan pertandingan angka Covid-19 sudah turun.

Dalam perjalanan kompetisi musim ini, protokol kesehatan terbilang menjadi harga mati. Semua elemen tim terlibat kompetisi wajib melaksanakan swab sebelum laga, vaksin dua kali, lalu venue pertandingan juga berada di zona hijau. Pemain juga diawasi ketat di tempat penginapan.
Rencana pemain ke -12 (suporter) itu bisa mendukung langsung ke lapangan sendiri disambut baik oleh beberapa pihak. Seperti salah satunya para pemain tim Singo Edan. Menurut mereka suporter memberikan efek positif untuk mereka yang bermain di lapangan.

“Ketika sudah lelah saat bermain, dukungan dan nyanyian mereka (suporter) di tribun bisa jadi suntikan semangat,” jelas kapten tim Arema FC Jhon Alfarizi. Hal itu diklaimnya, ibarat menjadi sebuah booster untuk pemain berjuang mendapatkan hasil maksimal di pertandingan.

Karenanya, tidak dipungkirinya ketika laga harus tanpa pemain ke-12 dia mengaku laga lebih sepi. Lalu juga menjadi sebuah hal yang baru di karirnya dalam beberapa tahun ini. Ya, sebelum musim 2021/2022 memang kompetisi tidak pernah sepi dari pemain ke-12. “Support mereka juga membakar semangat pemain,” kata dia.

Meski begitu, pemain asli Kabupaten Malang itu mengaku kalau untuk saat ini semua harus bersabar. Di mana, para pemain ke-12 memberikan dukungannya dari rumah dulu. Apabila memaksa ke lapangan akan menimbulkan hal kurang bagus untuk jalannya kompetisi.

Sebagaimana diketahui, pihak Polri tidak segan-segan mencabut izin kompetisi apabila ada pelanggaran protokol kesehatan. Contohnya seperti pemain ke-12 hadir di area stadion saat pertandingan berlangsung. Lalu juga tidak boleh menciptakan kerumunan.

Setali tiga uang dengan Jhon Alfarizi, Dendi Santoso juga mengungkapkan kalau peran suporter penting. “Mungkin dulu saat junior awalnya grogi ketika ada teriakan suporter. Tapi, saat ini kehadiran mereka menjadi penambah semangat,” katanya.

Berkat itu dia mengaku senang dengan rencana pemain ke-12 datang ke stadion. Sebab, diakui menjalani kompetisi tanpa suporter sama sekali di stadion jadi sebuah hal berbeda. “Tentunya senang ada suporter. Tapi, untuk sekarang memang semua harus saling mengerti,”jelasnya.

Terpisah, mengenai suporter pada musim ini, manajemen tim Singo Edan mengaku cukup besar efeknya ketika mereka tidak hadir di stadion. Disebut General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo, ada perbedaan kualitas permainan saat ada penonton dan tidak.

“Sangat berpengaruh bermain tanpa suporter. Jujur cukup mempengaruhi penampilan tim,”katanya.
Sebab, memang secara spirit ada perbedaan. Secara atmosfer, diakui suasana sangat perbedaan. Karena itu tidak dipungkirinya jadi membuat tim melakukan adaptasi lagi saat menjalani pertandingan-pertandingan awal seri satu lalu.

Selain itu, menurut pria asal Madiun itu, tidak hadirnya penonton juga memiliki efek kepada manajemen. Salah satunya adalah pemasukan tim. “Sebagai tim dengan rating tinggi, tidak hadirnya penonton langsung ke stadion mempengaruhi income,” jelasnya. Sebab, sumber pemasukan tiket tidak ada.

Ruddy berharap herd imunity di Indonesia segara terbentuk. Tujuannya adalah supaya kondisi segera normal. Sepak bola juga berjalan semestinya dihadiri para pemain ke-12 di lapangan. (gp/abm/rmc)

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi kabar menggembirakan bagi para suporter Aremania. Setelah hampir dua tahun tidak bisa hadir mendampingi tim kesayangannya, Arema FC, karena pandemi, dalam waktu dekat bakal ada kebijakan baru. Suporter sudah boleh hadir langsung mendampingi tim bertanding.

Itu berlaku pada Liga 1 seri 4 mendatang. Dan itu pun masih ada sejumlah syarat lain yang ketat.
Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, jika rencana kebijakan itu direalisasikan, jumlah suporter boleh ada menonton langsung adalah 25 persen dari kapasitas stadion. Selain itu pemain ke 12 juga wajib sudah menjalani vaksin dua kali. Lalu, tempat penyelenggaraan pertandingan angka Covid-19 sudah turun.

Dalam perjalanan kompetisi musim ini, protokol kesehatan terbilang menjadi harga mati. Semua elemen tim terlibat kompetisi wajib melaksanakan swab sebelum laga, vaksin dua kali, lalu venue pertandingan juga berada di zona hijau. Pemain juga diawasi ketat di tempat penginapan.
Rencana pemain ke -12 (suporter) itu bisa mendukung langsung ke lapangan sendiri disambut baik oleh beberapa pihak. Seperti salah satunya para pemain tim Singo Edan. Menurut mereka suporter memberikan efek positif untuk mereka yang bermain di lapangan.

“Ketika sudah lelah saat bermain, dukungan dan nyanyian mereka (suporter) di tribun bisa jadi suntikan semangat,” jelas kapten tim Arema FC Jhon Alfarizi. Hal itu diklaimnya, ibarat menjadi sebuah booster untuk pemain berjuang mendapatkan hasil maksimal di pertandingan.

Karenanya, tidak dipungkirinya ketika laga harus tanpa pemain ke-12 dia mengaku laga lebih sepi. Lalu juga menjadi sebuah hal yang baru di karirnya dalam beberapa tahun ini. Ya, sebelum musim 2021/2022 memang kompetisi tidak pernah sepi dari pemain ke-12. “Support mereka juga membakar semangat pemain,” kata dia.

Meski begitu, pemain asli Kabupaten Malang itu mengaku kalau untuk saat ini semua harus bersabar. Di mana, para pemain ke-12 memberikan dukungannya dari rumah dulu. Apabila memaksa ke lapangan akan menimbulkan hal kurang bagus untuk jalannya kompetisi.

Sebagaimana diketahui, pihak Polri tidak segan-segan mencabut izin kompetisi apabila ada pelanggaran protokol kesehatan. Contohnya seperti pemain ke-12 hadir di area stadion saat pertandingan berlangsung. Lalu juga tidak boleh menciptakan kerumunan.

Setali tiga uang dengan Jhon Alfarizi, Dendi Santoso juga mengungkapkan kalau peran suporter penting. “Mungkin dulu saat junior awalnya grogi ketika ada teriakan suporter. Tapi, saat ini kehadiran mereka menjadi penambah semangat,” katanya.

Berkat itu dia mengaku senang dengan rencana pemain ke-12 datang ke stadion. Sebab, diakui menjalani kompetisi tanpa suporter sama sekali di stadion jadi sebuah hal berbeda. “Tentunya senang ada suporter. Tapi, untuk sekarang memang semua harus saling mengerti,”jelasnya.

Terpisah, mengenai suporter pada musim ini, manajemen tim Singo Edan mengaku cukup besar efeknya ketika mereka tidak hadir di stadion. Disebut General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo, ada perbedaan kualitas permainan saat ada penonton dan tidak.

“Sangat berpengaruh bermain tanpa suporter. Jujur cukup mempengaruhi penampilan tim,”katanya.
Sebab, memang secara spirit ada perbedaan. Secara atmosfer, diakui suasana sangat perbedaan. Karena itu tidak dipungkirinya jadi membuat tim melakukan adaptasi lagi saat menjalani pertandingan-pertandingan awal seri satu lalu.

Selain itu, menurut pria asal Madiun itu, tidak hadirnya penonton juga memiliki efek kepada manajemen. Salah satunya adalah pemasukan tim. “Sebagai tim dengan rating tinggi, tidak hadirnya penonton langsung ke stadion mempengaruhi income,” jelasnya. Sebab, sumber pemasukan tiket tidak ada.

Ruddy berharap herd imunity di Indonesia segara terbentuk. Tujuannya adalah supaya kondisi segera normal. Sepak bola juga berjalan semestinya dihadiri para pemain ke-12 di lapangan. (gp/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/