alexametrics
27C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Usai Hina Kaum Hawa, Ketua Olimpiade Tokyo Mengundurkan Diri

RADAR MALANG – Ketua panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo mengundurkan diri usai dikritik habis-habisan karena komentasnya yang dianggap menghina perempuan. Melansir dari BBC, pada Jumat (12/2), Yoshiro Mori mengatakan bahwa seorang wanita itu terlalu banyak berbicara hingga dapat menyita waktunya.

“Jika kami menambah jumlah anggota dewan perempuan, kami harus memastikan bahwa waktu bicara mereka agak dibatasi, mereka mengalami kesulitan menyelesaikan, yang menjengkelkan,” kata Mori.

Pernyataan itu memicu protes dan Mori meminta maaf atas pernyataannya yang ‘tidak pantas’. Hingga pada akhirnya Pria berusia 83 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya. Mantan Perdana Menteri Jepang itu mengharapkan olimpiade tetap berjalan dan diadakan pada Juli mendatang.

“Yang penting Olimpiade bisa diadakan mulai Juli. Jangan sampai kehadiran saya menjadi kendala untuk itu,” katanya dalam rapat pansus, Jumat (12/2)

Namun saat ini, masih belum jelas siapa yang akan menggantikan posisi Mori. Ia awalnya memilih administrator olahraga terkenal Saburo Kawabuchi, 84, untuk menggantikannya, tetapi ini juga menimbulkan protes.

Pada hari Selasa, sekelompok anggota parlemen wanita mengenakan pakaian putih sebagai protes terhadap pernyataannya. Sponsor utama dalam penyelenggaraan Olimpiade itu juga datang untuk mengkritiknya, salah satunya adalah perusahaan Toyota. Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan kecewa kepada Mori.

Tak hanya itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan dia tidak akan menghadiri pertemuan pejabat tinggi Olimpiade.

Penulis : Anggi Dianing

RADAR MALANG – Ketua panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo mengundurkan diri usai dikritik habis-habisan karena komentasnya yang dianggap menghina perempuan. Melansir dari BBC, pada Jumat (12/2), Yoshiro Mori mengatakan bahwa seorang wanita itu terlalu banyak berbicara hingga dapat menyita waktunya.

“Jika kami menambah jumlah anggota dewan perempuan, kami harus memastikan bahwa waktu bicara mereka agak dibatasi, mereka mengalami kesulitan menyelesaikan, yang menjengkelkan,” kata Mori.

Pernyataan itu memicu protes dan Mori meminta maaf atas pernyataannya yang ‘tidak pantas’. Hingga pada akhirnya Pria berusia 83 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya. Mantan Perdana Menteri Jepang itu mengharapkan olimpiade tetap berjalan dan diadakan pada Juli mendatang.

“Yang penting Olimpiade bisa diadakan mulai Juli. Jangan sampai kehadiran saya menjadi kendala untuk itu,” katanya dalam rapat pansus, Jumat (12/2)

Namun saat ini, masih belum jelas siapa yang akan menggantikan posisi Mori. Ia awalnya memilih administrator olahraga terkenal Saburo Kawabuchi, 84, untuk menggantikannya, tetapi ini juga menimbulkan protes.

Pada hari Selasa, sekelompok anggota parlemen wanita mengenakan pakaian putih sebagai protes terhadap pernyataannya. Sponsor utama dalam penyelenggaraan Olimpiade itu juga datang untuk mengkritiknya, salah satunya adalah perusahaan Toyota. Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan kecewa kepada Mori.

Tak hanya itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan dia tidak akan menghadiri pertemuan pejabat tinggi Olimpiade.

Penulis : Anggi Dianing

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru