alexametrics
20.2 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Lawan Bhayangkara, Arema FC Andalkan Penggawa Asing 

BOGOR – Kehadiran penggawa asing di tim Arema FC dan Bhayangkara FC berpotensi jadi pembeda di laga malam nanti. Tim yang penggawa asingnya tengah moncer berpotensi membawa kemenangan. Sebagai dasar bisa dilihat dari laga sebelumnya. Di pekan pertama, Bhayangkara FC sukses menang 2-1 dari tim Persiraja Banda Aceh. Dua gol mereka dilesatkan oleh Ezechiel Ndouasel. Bukti bila pemain dari negara Chad itu adalah penyerang yang berbahaya.

Sementara itu, tim Arema FC yang mampu menahan imbang PSM Makassar 1-1 juga tak bisa lepas dari peran penggawa asing. Gol pertama mereka di Liga 1 diawali dari sodoran Carlos Fortes terhadap Kushedya Hari Yudo. Dari sana bisa sedikit diketahui bila visi bermain penggawa asal Portugal itu cukup apik. Kini, kemampuan Fortes bakal kembali diandalkan tim Singo Edan untuk menjebol gawang Bhayangkara FC. Atau setidaknya ada assist yang bisa diharapkan dari dia.

Selain pertaruhan Carlos Fortes dan Ezechiel Ndouasel, laga malam nanti juga akan jadi salah satu ajang pembuktian pemain asing lainnya. Di kubu Bhayangkara FC, ada nama Renan Silva, Anderson Salles, dan Lee Yoo-Joon yang patut diwaspadai. Sementara di tim Singo Edan, kemampuan Sergio Silva, Adilson Maringa, dan Renshi Yamaguchi bakal dibutuhkan. Selain berharap ketiganya tampil bagus, pelatih kepala Arema Eduardo Almeida juga berharap pemain lokal bisa tampil gemilang.

”Setiap pertandingan, target kami adalah bermain bagus dan menang,” tegas Eduardo Almeida. Jadi, pada setiap laga di BRI Liga 1 musim 2021/2022 ini, ia memastikan bila para pemainnya akan berjuang mati-matian. Selain itu ia juga meminta pemainnya bisa tampil efektif untuk memperoleh tiga poin.

Eduardo tidak menutup mata kalau The Guardians-julukan Bhayangkara FC adalah tim yang bagus. Dalam beberapa musim terakhir, tim itu juga mampu menduduki papan atas klasemen Liga 1. Namun Eduardo memastikan bila timnya juga sangat siap. Pemain-pemainnya juga punya kualitas. ”Selama seminggu kami berusaha meningkat dan mempersiapkan segalanya untuk laga besok (hari ini),” kata eks pelatih Semen Padang itu.

Menang melawan Bhayangkara FC jelas bukan sebuah misi impossible untuk tim Singo Edan. Mereka punya cukup modal untuk mendapatkan hasil tersebut. Salah satunya yakni komposisi tim yang komplet.

Karena itu, Carlos Fortes, Adilson Maringa, Renshi Yamaguchi, sampai Sergio Silva diprediksi bisa langsung bermain sejak menit awal. Sedangkan absennya Jayus Hariono bisa digantikan dengan pemain-pemain tidak kalah hebat. Seperti Dave Mustaine, Muhammad Rafli, dan Dendi Santoso.

Track record sejauh ini juga membuat Arema FC lebih unggul. Dari 12 kali pertemuan, tim Singo Edan mampu menumbangkan Bhayangkara FC sebanyak 7 kali. Mereka hanya kalah 2 kali saja dan bermain imbang sebanyak 3 kali. Di sisi lain, tim Singo Edan juga punya rekor bagus saat tampil di Stadion Pakansari, Bogor. Selama dua tahun terakhir, mereka tak pernah menelan kekalahan ketika tampil di sana.

Meski punya catatan yang baik, Eduardo menyebut bila timnya harus tetap fokus. Melawan tim seperti Bhayangkara FC tak boleh kehilangan konsentrasi sedikit pun. ”Kami tidak boleh banyak membuat kesalahan di laga nanti,” jelas pelatih berusia 43 tahun itu. Lebih lanjut, pelatih yang punya lisensi UEFA Pro itu mengaku mewaspadai semua penggawa Bhayangkara FC.

Dia juga respect dengan pelatih The Guardians, Paul Muster. ”Mereka tim bagus dengan pemain-pemain bagus dan pelatih bagus. (Komposisi) pemain mereka juga tidak banyak perubahan,” ungkapnya. Dalam perjalanannya, Eduardo Almeida sudah sekali bertemu dengan Paul Muster di pertandingan resmi. Itu terjadi di kompetisi Liga 1 2019 lalu, saat Eduardo melatih Semen Padang. Laga keduanya berakhir imbang dengan skor 2-2.

Sementara itu, pelatih kepala Bhayangkara FC Paul Muster mengaku bila kemenangan di laga pertama tidak serta-merta membuat timnya akan mudah menang melawan Arema FC. Menurutnya, Bhayangkara FC harus berjuang keras jika ingin mendapatkan tiga angka dari tim Singo Edan. ”Pertandingan tidak akan mudah. Semua tim akan fight untuk bisa mendapatkan hasil terbaik,” kata dia.

Soal pertemuan sebelumnya melawan Arema FC, Paul mengaku bila itu tidak bisa menjadi patokan. Sebab menurut dia, kedua tim sudah berbeda komposisi pemainnya. ”Kami sudah mempersiapkan semua untuk melawan Arema FC,” katanya. Kecepatan para penyerang Arema FC menjadi salah satu yang diwaspadainya. (gp/by)

BOGOR – Kehadiran penggawa asing di tim Arema FC dan Bhayangkara FC berpotensi jadi pembeda di laga malam nanti. Tim yang penggawa asingnya tengah moncer berpotensi membawa kemenangan. Sebagai dasar bisa dilihat dari laga sebelumnya. Di pekan pertama, Bhayangkara FC sukses menang 2-1 dari tim Persiraja Banda Aceh. Dua gol mereka dilesatkan oleh Ezechiel Ndouasel. Bukti bila pemain dari negara Chad itu adalah penyerang yang berbahaya.

Sementara itu, tim Arema FC yang mampu menahan imbang PSM Makassar 1-1 juga tak bisa lepas dari peran penggawa asing. Gol pertama mereka di Liga 1 diawali dari sodoran Carlos Fortes terhadap Kushedya Hari Yudo. Dari sana bisa sedikit diketahui bila visi bermain penggawa asal Portugal itu cukup apik. Kini, kemampuan Fortes bakal kembali diandalkan tim Singo Edan untuk menjebol gawang Bhayangkara FC. Atau setidaknya ada assist yang bisa diharapkan dari dia.

Selain pertaruhan Carlos Fortes dan Ezechiel Ndouasel, laga malam nanti juga akan jadi salah satu ajang pembuktian pemain asing lainnya. Di kubu Bhayangkara FC, ada nama Renan Silva, Anderson Salles, dan Lee Yoo-Joon yang patut diwaspadai. Sementara di tim Singo Edan, kemampuan Sergio Silva, Adilson Maringa, dan Renshi Yamaguchi bakal dibutuhkan. Selain berharap ketiganya tampil bagus, pelatih kepala Arema Eduardo Almeida juga berharap pemain lokal bisa tampil gemilang.

”Setiap pertandingan, target kami adalah bermain bagus dan menang,” tegas Eduardo Almeida. Jadi, pada setiap laga di BRI Liga 1 musim 2021/2022 ini, ia memastikan bila para pemainnya akan berjuang mati-matian. Selain itu ia juga meminta pemainnya bisa tampil efektif untuk memperoleh tiga poin.

Eduardo tidak menutup mata kalau The Guardians-julukan Bhayangkara FC adalah tim yang bagus. Dalam beberapa musim terakhir, tim itu juga mampu menduduki papan atas klasemen Liga 1. Namun Eduardo memastikan bila timnya juga sangat siap. Pemain-pemainnya juga punya kualitas. ”Selama seminggu kami berusaha meningkat dan mempersiapkan segalanya untuk laga besok (hari ini),” kata eks pelatih Semen Padang itu.

Menang melawan Bhayangkara FC jelas bukan sebuah misi impossible untuk tim Singo Edan. Mereka punya cukup modal untuk mendapatkan hasil tersebut. Salah satunya yakni komposisi tim yang komplet.

Karena itu, Carlos Fortes, Adilson Maringa, Renshi Yamaguchi, sampai Sergio Silva diprediksi bisa langsung bermain sejak menit awal. Sedangkan absennya Jayus Hariono bisa digantikan dengan pemain-pemain tidak kalah hebat. Seperti Dave Mustaine, Muhammad Rafli, dan Dendi Santoso.

Track record sejauh ini juga membuat Arema FC lebih unggul. Dari 12 kali pertemuan, tim Singo Edan mampu menumbangkan Bhayangkara FC sebanyak 7 kali. Mereka hanya kalah 2 kali saja dan bermain imbang sebanyak 3 kali. Di sisi lain, tim Singo Edan juga punya rekor bagus saat tampil di Stadion Pakansari, Bogor. Selama dua tahun terakhir, mereka tak pernah menelan kekalahan ketika tampil di sana.

Meski punya catatan yang baik, Eduardo menyebut bila timnya harus tetap fokus. Melawan tim seperti Bhayangkara FC tak boleh kehilangan konsentrasi sedikit pun. ”Kami tidak boleh banyak membuat kesalahan di laga nanti,” jelas pelatih berusia 43 tahun itu. Lebih lanjut, pelatih yang punya lisensi UEFA Pro itu mengaku mewaspadai semua penggawa Bhayangkara FC.

Dia juga respect dengan pelatih The Guardians, Paul Muster. ”Mereka tim bagus dengan pemain-pemain bagus dan pelatih bagus. (Komposisi) pemain mereka juga tidak banyak perubahan,” ungkapnya. Dalam perjalanannya, Eduardo Almeida sudah sekali bertemu dengan Paul Muster di pertandingan resmi. Itu terjadi di kompetisi Liga 1 2019 lalu, saat Eduardo melatih Semen Padang. Laga keduanya berakhir imbang dengan skor 2-2.

Sementara itu, pelatih kepala Bhayangkara FC Paul Muster mengaku bila kemenangan di laga pertama tidak serta-merta membuat timnya akan mudah menang melawan Arema FC. Menurutnya, Bhayangkara FC harus berjuang keras jika ingin mendapatkan tiga angka dari tim Singo Edan. ”Pertandingan tidak akan mudah. Semua tim akan fight untuk bisa mendapatkan hasil terbaik,” kata dia.

Soal pertemuan sebelumnya melawan Arema FC, Paul mengaku bila itu tidak bisa menjadi patokan. Sebab menurut dia, kedua tim sudah berbeda komposisi pemainnya. ”Kami sudah mempersiapkan semua untuk melawan Arema FC,” katanya. Kecepatan para penyerang Arema FC menjadi salah satu yang diwaspadainya. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/