alexametrics
26 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Alfarizi Dominasi Catatan Minutes Play di Arema FC

BALI – Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani Arema FC, ada peran krusial yang sudah ditunjukkan Johan Ahmat Farisi dan Dendi Santoso. Dua produk akademi Arema itu menjadi pemain yang mendominasi catatan minutes play. Bahkan Jhon Alfarizi-sapaan karib Johan Ahmat Farisi, menjadi sosok yang tidak pernah absen di semua laga. Tercatat, dia sudah menjalani 1.982 menit bermain bersama Singo Edan di musim ini.

Di bawah dia ada nama Dendi Santoso, Bagas Adi Nugroho, dan Carlos Fortes. Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani, Alfarisi juga kerap masuk starting eleven. Hanya dua kali saja dia masuk sebagai pemain pengganti. Pertama saat Arema FC berhadapan dengan Persela Lamongan di putaran pertama. Lalu saat tim Singo Edan berhadapan dengan Madura United, juga di putaran pertama.

Kapten tim Arema FC tersebut juga menjadi salah satu pemain belakang yang cukup produktif. Sampai saat ini, dia sudah mengemas dua gol dan satu assist. Menanggapi tidak tergantikannya Alfarizi, Pelatih Kepala Eduardo Almeida menyebut beberapa alasan. Salah satu dasarnya yakni kebugaran dan performa pemain berusia 32 tahun itu di lapangan.

Selama ini, dia menyebut bila kondisi Alfarizi selalu 100 persen sebelum laga digelar. ”Kami memilih pemain yang benar-benar siap. Dan melihat penampilan mereka selama latihan,” kata pria asal Portugal itu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih detail, Eduardo kerap menggunakan data statistik selama latihan. Baginya, data bisa memberikan pandangan lain terkait pemain yang akan bertanding.

Itu juga bisa memastikan mereka yang tampil di lapangan bakal memberikan performa terbaik. ”Kami harus memastikan mereka tampil benar-benar dalam kondisi bagus,” tambahnya. Selain faktor tersebut, dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, sisi kiri pertahanan Arema FC juga terbilang tidak banyak pilihan.

Meski ada nama Didik Ariyanto, namun pilihan masih kerap disematkan pada sosok Alfarizi. Sebab karakter Didik lebih condong pada sisi penyerangan. Itu berbeda dengan karakter Alfarizi, yang cukup kuat dalam bertahan. Selama ini, dari 24 laga, dia sudah mencatatkan 24 tackle, 74 intercept,  28 clearance, dan membuat 15 fouls. Lalu, Alfarizi juga sudah menciptakan 7 tembakan, dan mampu membuat 934 passing. Dari total passing itu, 734 di antaranya sukses.

Menanggapi performanya yang cukup stabil, Alfarizi mengaku tidak ada rahasia khusus. Menurutnya, apa yang dilakukan semuanya normal. ”Cara saya menjaga kondisi hanya latihan yang bagus, istirahat yang cukup, menjaga pola makan, dan minum vitamin,” kata bapak dua anak tersebut.

Menurut dia, pemain harus bisa menyeimbangkan antara latihan dan istirahat. Sebab, dua hal tersebut jadi modal awal. Selain itu, motivasi di lapangan juga menjadi resep dia selanjutnya. Di tiap pertandingan, dia selalu berupaya tampil all-out. (gp/by)

 

 

 

 

BALI – Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani Arema FC, ada peran krusial yang sudah ditunjukkan Johan Ahmat Farisi dan Dendi Santoso. Dua produk akademi Arema itu menjadi pemain yang mendominasi catatan minutes play. Bahkan Jhon Alfarizi-sapaan karib Johan Ahmat Farisi, menjadi sosok yang tidak pernah absen di semua laga. Tercatat, dia sudah menjalani 1.982 menit bermain bersama Singo Edan di musim ini.

Di bawah dia ada nama Dendi Santoso, Bagas Adi Nugroho, dan Carlos Fortes. Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani, Alfarisi juga kerap masuk starting eleven. Hanya dua kali saja dia masuk sebagai pemain pengganti. Pertama saat Arema FC berhadapan dengan Persela Lamongan di putaran pertama. Lalu saat tim Singo Edan berhadapan dengan Madura United, juga di putaran pertama.

Kapten tim Arema FC tersebut juga menjadi salah satu pemain belakang yang cukup produktif. Sampai saat ini, dia sudah mengemas dua gol dan satu assist. Menanggapi tidak tergantikannya Alfarizi, Pelatih Kepala Eduardo Almeida menyebut beberapa alasan. Salah satu dasarnya yakni kebugaran dan performa pemain berusia 32 tahun itu di lapangan.

Selama ini, dia menyebut bila kondisi Alfarizi selalu 100 persen sebelum laga digelar. ”Kami memilih pemain yang benar-benar siap. Dan melihat penampilan mereka selama latihan,” kata pria asal Portugal itu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih detail, Eduardo kerap menggunakan data statistik selama latihan. Baginya, data bisa memberikan pandangan lain terkait pemain yang akan bertanding.

Itu juga bisa memastikan mereka yang tampil di lapangan bakal memberikan performa terbaik. ”Kami harus memastikan mereka tampil benar-benar dalam kondisi bagus,” tambahnya. Selain faktor tersebut, dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, sisi kiri pertahanan Arema FC juga terbilang tidak banyak pilihan.

Meski ada nama Didik Ariyanto, namun pilihan masih kerap disematkan pada sosok Alfarizi. Sebab karakter Didik lebih condong pada sisi penyerangan. Itu berbeda dengan karakter Alfarizi, yang cukup kuat dalam bertahan. Selama ini, dari 24 laga, dia sudah mencatatkan 24 tackle, 74 intercept,  28 clearance, dan membuat 15 fouls. Lalu, Alfarizi juga sudah menciptakan 7 tembakan, dan mampu membuat 934 passing. Dari total passing itu, 734 di antaranya sukses.

Menanggapi performanya yang cukup stabil, Alfarizi mengaku tidak ada rahasia khusus. Menurutnya, apa yang dilakukan semuanya normal. ”Cara saya menjaga kondisi hanya latihan yang bagus, istirahat yang cukup, menjaga pola makan, dan minum vitamin,” kata bapak dua anak tersebut.

Menurut dia, pemain harus bisa menyeimbangkan antara latihan dan istirahat. Sebab, dua hal tersebut jadi modal awal. Selain itu, motivasi di lapangan juga menjadi resep dia selanjutnya. Di tiap pertandingan, dia selalu berupaya tampil all-out. (gp/by)

 

 

 

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/