alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Potensi Empat Poin Arema FC Melayang Akibat Strategi Low Defense

BALI – Selain Persiraja, Singo Edan juga sempat merasakan hal tersebut saat berhadapan dengan Persija Jakarta dan Persela Lamongan.

Meski saat melawan Persela mampu menang, tapi mereka harus menunggu sampai akhir laga. Karena hal tersebut, Arema FC sudah kehilangan potensi 4 poin dari tiga laga terakhir. Menurut assisten pelatih dan analisis video Arema FC F.X. Yanuar Wahyu, melawan tim dengan strategi bertahan model tersebut memang cukup sulit.

Sebab, strategi low defense membuat ruang para penyerang menjadi minim. Alhasil, opsi yang bisa dilakukan melalui bola-bola silang (crossing) atau tendangan jarak jauh. ”Dengan pemain menumpuk di bawah (area pertahanan), memang sulit untuk dibongkar,” kata eks penggawa Persela Lamongan itu.

Dari pengamatannya, tim yang mengusung skema pertahanan rendah juga kerap memiliki mindset berbeda. Yakni yang terpenting tidak kalah. Alhasil, seluruh skuadnya memang mempunyai kedisiplinan ekstra. ”Karena target awal mereka cuma tidak kalah. Itu sangat menyulitkan tim dengan karakter menyerang,” tambah pria yang mengantongi lisensi A AFC tersebut.

Meski menjadi sebuah momok dalam beberapa laga terakhir, dia memastikan bila Arema FC punya beberapa opsi untuk mematahkannya. Salah satunya disajikan saat bertemu Persela. Saat itu, melalui kemampuan dribble Ridwan Tawainella, Arema FC bisa melakukan tusukan. Selain hal tersebut, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan lebar lapangan. Tujuannya yakni meregangkan pertahanan lawan, yang biasa menumpuk 5 sampai 6 pemain di depan kotak penalti. ”Harapannya ada line passing di ruang antar lini atau punya space buat crossing,” terangnya. (gp/by)

 

BALI – Selain Persiraja, Singo Edan juga sempat merasakan hal tersebut saat berhadapan dengan Persija Jakarta dan Persela Lamongan.

Meski saat melawan Persela mampu menang, tapi mereka harus menunggu sampai akhir laga. Karena hal tersebut, Arema FC sudah kehilangan potensi 4 poin dari tiga laga terakhir. Menurut assisten pelatih dan analisis video Arema FC F.X. Yanuar Wahyu, melawan tim dengan strategi bertahan model tersebut memang cukup sulit.

Sebab, strategi low defense membuat ruang para penyerang menjadi minim. Alhasil, opsi yang bisa dilakukan melalui bola-bola silang (crossing) atau tendangan jarak jauh. ”Dengan pemain menumpuk di bawah (area pertahanan), memang sulit untuk dibongkar,” kata eks penggawa Persela Lamongan itu.

Dari pengamatannya, tim yang mengusung skema pertahanan rendah juga kerap memiliki mindset berbeda. Yakni yang terpenting tidak kalah. Alhasil, seluruh skuadnya memang mempunyai kedisiplinan ekstra. ”Karena target awal mereka cuma tidak kalah. Itu sangat menyulitkan tim dengan karakter menyerang,” tambah pria yang mengantongi lisensi A AFC tersebut.

Meski menjadi sebuah momok dalam beberapa laga terakhir, dia memastikan bila Arema FC punya beberapa opsi untuk mematahkannya. Salah satunya disajikan saat bertemu Persela. Saat itu, melalui kemampuan dribble Ridwan Tawainella, Arema FC bisa melakukan tusukan. Selain hal tersebut, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan lebar lapangan. Tujuannya yakni meregangkan pertahanan lawan, yang biasa menumpuk 5 sampai 6 pemain di depan kotak penalti. ”Harapannya ada line passing di ruang antar lini atau punya space buat crossing,” terangnya. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/