alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

Kritik dari Suporter Jadi Tambahan Motivasi

Kritik dari para pendukung Arema FC tidak menjadi beban bagi Jhon Alfarizi dan kawan-kawan. Mereka malah menyiasati hal itu sebagai sebuah pelecut semangat untuk mendapatkan hasil lebih bagus. Selain itu, penggawa Singo Edan juga sudah mengerti ekspektasi publik Malang terhadap mereka. 

Sebelumnya, pasca hasil imbang 0-0, tim Singo Edan banyak mendapat kritikan dari pemain ke-12. Seruan untuk evaluasi pola permainan tim kini terdengar lebih kencang. Baik itu di media sosial atau secara langsung di stadion. Para pendukung Arema FC ratarata kurang puas lantaran karakter Malangan tidak terlihat. ”Sebagai pemain, kalau menjadikan suporter sebagai beban akan menjadi beban. Tapi jika berpikir sebaliknya, hal tersebut akan menjadi kekuatan,” kata Evan Dimas Darmono. 

Alhasil, dia lebih memilih menyikapi kritik dari para pendukung dengan positif. Berangkat dari hal itu, dia tidak merasa terganggu saat di lapangan terus mendapatkan kritik pedas dari para pemain ke-12. ”Saya pikir tidak ada tekanan untuk pemain. Itu menjadi sebuah hal yang justru mendorong pemain terus bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik,” kata pemain jebolan Mitra Surabaya tersebut. 

Sementara itu, mengenai calon lawan mereka Bali United, Evan tidak mau banyak berkomentar. Dia hanya menyebut bila tim asal Pulau Dewata itu adalah kesebelasan yang bagus. Mereka juga selalu konsisten bersaing di papan atas setiap tahun. ”Karena itu kami harus mewaspadai semua pemain mereka (Bali United),” tuturnya. 

Senada dengan Evan Dimas, Ilham Udin juga tidak ingin menjadikan ekspektasi tinggi fans Arema FC sebagai beban. Dia menyebut bila kritikan itu harus dikelola menjadi spirit yang membuat pemain lebih bersemangat. ”Saya pikir itu menjadi tambahan motivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi,” kata dia. 

Karena itu dia mengaku kalau kritikan saat laga Arema FC Vs PSS Sleman dari fans tidak membuatnya keder. Hal itu malah membuat dia semakin bersemangat lagi. ”Saya selalu berusaha respect kepada tim dan para suporter,” terang dia. Sebelumnya, ketika dia bermain di PSM, hal seperti itu juga kerap terjadi. (gp/by)

Kritik dari para pendukung Arema FC tidak menjadi beban bagi Jhon Alfarizi dan kawan-kawan. Mereka malah menyiasati hal itu sebagai sebuah pelecut semangat untuk mendapatkan hasil lebih bagus. Selain itu, penggawa Singo Edan juga sudah mengerti ekspektasi publik Malang terhadap mereka. 

Sebelumnya, pasca hasil imbang 0-0, tim Singo Edan banyak mendapat kritikan dari pemain ke-12. Seruan untuk evaluasi pola permainan tim kini terdengar lebih kencang. Baik itu di media sosial atau secara langsung di stadion. Para pendukung Arema FC ratarata kurang puas lantaran karakter Malangan tidak terlihat. ”Sebagai pemain, kalau menjadikan suporter sebagai beban akan menjadi beban. Tapi jika berpikir sebaliknya, hal tersebut akan menjadi kekuatan,” kata Evan Dimas Darmono. 

Alhasil, dia lebih memilih menyikapi kritik dari para pendukung dengan positif. Berangkat dari hal itu, dia tidak merasa terganggu saat di lapangan terus mendapatkan kritik pedas dari para pemain ke-12. ”Saya pikir tidak ada tekanan untuk pemain. Itu menjadi sebuah hal yang justru mendorong pemain terus bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik,” kata pemain jebolan Mitra Surabaya tersebut. 

Sementara itu, mengenai calon lawan mereka Bali United, Evan tidak mau banyak berkomentar. Dia hanya menyebut bila tim asal Pulau Dewata itu adalah kesebelasan yang bagus. Mereka juga selalu konsisten bersaing di papan atas setiap tahun. ”Karena itu kami harus mewaspadai semua pemain mereka (Bali United),” tuturnya. 

Senada dengan Evan Dimas, Ilham Udin juga tidak ingin menjadikan ekspektasi tinggi fans Arema FC sebagai beban. Dia menyebut bila kritikan itu harus dikelola menjadi spirit yang membuat pemain lebih bersemangat. ”Saya pikir itu menjadi tambahan motivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi,” kata dia. 

Karena itu dia mengaku kalau kritikan saat laga Arema FC Vs PSS Sleman dari fans tidak membuatnya keder. Hal itu malah membuat dia semakin bersemangat lagi. ”Saya selalu berusaha respect kepada tim dan para suporter,” terang dia. Sebelumnya, ketika dia bermain di PSM, hal seperti itu juga kerap terjadi. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/