alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Unggul 2-0 Atas PSS Sleman, Rekor Arema FC Pun Terjaga

BALI – Misi revans yang diusung Arema FC akhirnya terpenuhi. Di pertandingan tadi malam melawan PSS Sleman, mereka mampu membukukan kemenangan 2-0. Hasil itu sekaligus melanjutkan dua rekor tim Singo Edan. Yang pertama, yakni rekor clean sheet di awal tahun 2022. Sejauh ini, anak asuh Eduardo Almeida sudah memainkan tiga laga di bulan Januari. Hasilnya, gawang yang dikawal Adilson Maringa dan Teguh Amiruddin belum kemasukan satu gol pun.

Rekor yang tak kalah mentereng adalah laga tanpa kekalahan. Sampai tadi malam, Arema FC sudah tak tersentuh kekalahan di 16 pertandingan secara beruntun. Kekalahan terakhir Singo Edan terjadi di seri pertama BRI Liga 1. Tepatnya 19 September 2021. Saat itu, mereka kalah dari PSS Sleman dengan skor 1-2.

Seperti diketahui, catatan tak terkalahkan milik Arema FC itu adalah rekor baru sejak era Liga 1 digeber tahun 2017. Sebelumnya, catatan tersebut dipegang tim Persikabo 1973 di musim 2019, dengan 13 laga tanpa kekalahan. Kemenangan tadi malam turut disyukuri pemain Singo Edan. Seperti disampaikan penjaga gawang Teguh Amiruddin. ”Hasil yang sangat bagus untuk kami. Alhamdulillah kami bisa menjaga rekor tim (tidak terkalahkan, red),” kata dia. Secara pribadi, dia juga mengaku senang karena bisa memberi sumbangsih untuk kemenangan timnya. ”Senang karena di debut saya musim ini bisa melakukan clean sheet. Saya berterima kasih kepada coach (Almeida) atas kesempatan bermain hari ini (tadi malam),” tambah Teguh.

Pada pertandingan tadi malam, Singo Edan sebenarnya sudah tampil menggebrak sejak menit-menit awal babak pertama. Namun sejak menit ke-20, skema permainan PSS Sleman berjalan lebih lancar. Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida turut menyadari hal itu. ”Iya, di babak pertama kami cukup kesulitan,” kata dia. Satu-satunya peluang berbahaya dari Arema FC di babak pertama tercipta di menit ke 15. Saat Kushedya Hari Yudo menanduk hasil tendangan penjuru yang dilepaskan Hanif Sjahbandi. Sayangnya, meski sudah cukup bebas di depan kiper lawan, pemain asal Kabupaten Malang itu belum mampu mengarahkan bola ke gawang.

Setelah peluang tersebut, praktis permainan di babak pertama lebih dikuasai Tim Elang Jawa-julukan PSS Sleman. Itu terlihat dari penguasaan bola di interval pertama. PSS membukukan 63 persen. Sementara Arema FC hanya 37 persen. Unggul dalam penguasaan bola itulah yang membuat mereka kerap mengirimkan ancaman ke gawang Arema FC. Salah satu yang cukup berbahaya tercipta di menit ke-23. Akselerasi dari Juninho sempat melewati dua defender Singo Edan. Beruntung ada Renshi Yamaguchi yang memberi bantuan. Intercept darinya mampu menggagalkan peluang dari PSS Sleman.

Untuk menambah daya gedor, di awal babak kedua Arema FC memasukkan Muhammad Rafli dan Sandi Sute. Keduanya menggantikan Hanif Sjahbandi dan Jayus Hariono. Pergantian itu terbukti mampu menambah daya serang Singo Edan. Di menit-menit awal babak pertama, mereka langsung menggebrak dengan tendangan on target dari Kushedya Hari Yudo.

Gol yang dinanti-nanti akhirnya tercipta di menit ke-53. Berawal dari umpan yang dilepaskan Dendi Santoso, Yudo dengan tenang mampu menempatkan bola di sisi kanan gawang PSS Sleman. Muhammad Rafli yang baru masuk juga langsung memberi warna terhadap skema permainan tim. Pada menit ke-56, dia mampu membuat assist yang mampu dituntaskan Dendi Santoso dengan sempurna. ”Salah satu kunci dari kemenangan hari ini (tadi malam) saya pikir karena kami terus mencoba lebih baik dan lebih baik lagi. Kami juga berusaha memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya,” imbuh Eduardo.

Setelah dua gol tercipta, Bagas Adi Nugroho dan kawan-kawan makin percaya diri. Tiga rekrutan anyar Arema FC, yakni Genta Alparedo, Sandi Sute, dan Ryan Kurnia dimasukkan pada babak kedua. Performa ketiganya cukup memuaskan. Khususnya Genta dan Ryan, yang diujung babak kedua mampu menciptakan sejumlah peluang. Baik lewat umpan maupun sontekannya.

Menanggapi kekalahan timnya, Pelatih PSS Sleman I Putu Gede mengakui bila skuadnya agak mengendur di babak kedua. ”Di babak pertama kami mampu bermain sesuai intruksi. Namun, di babak kedua, kami kebobolan terlalu mudah. Ini menjadi pengalaman untuk kami,” terang dia. Kepada awak media, dia juga membeber beberapa strategi yang disiapkan timnya. ”Sebenarnya kami ingin memancing mereka (Arema FC) untuk bermain jauh dari pertahanan mereka. Lalu memanfaatkan ruang antar lini tersebut,” kata dia. Namun, karena bola yang mengalir ke lini tengah dan depan tidak terlalu lancar, skema itu kurang berjalan maksimal. Kondisi itu akhirnya membawa pengaruh terhadap lini depan PSS Sleman. ”Wander Luiz punya kemampuan (untuk menciptakan gol, red). Tapi tidak ada suplai (bola untuknya, red),” imbuh mantan kapten tim Arema itu. (gp/by)

 

BALI – Misi revans yang diusung Arema FC akhirnya terpenuhi. Di pertandingan tadi malam melawan PSS Sleman, mereka mampu membukukan kemenangan 2-0. Hasil itu sekaligus melanjutkan dua rekor tim Singo Edan. Yang pertama, yakni rekor clean sheet di awal tahun 2022. Sejauh ini, anak asuh Eduardo Almeida sudah memainkan tiga laga di bulan Januari. Hasilnya, gawang yang dikawal Adilson Maringa dan Teguh Amiruddin belum kemasukan satu gol pun.

Rekor yang tak kalah mentereng adalah laga tanpa kekalahan. Sampai tadi malam, Arema FC sudah tak tersentuh kekalahan di 16 pertandingan secara beruntun. Kekalahan terakhir Singo Edan terjadi di seri pertama BRI Liga 1. Tepatnya 19 September 2021. Saat itu, mereka kalah dari PSS Sleman dengan skor 1-2.

Seperti diketahui, catatan tak terkalahkan milik Arema FC itu adalah rekor baru sejak era Liga 1 digeber tahun 2017. Sebelumnya, catatan tersebut dipegang tim Persikabo 1973 di musim 2019, dengan 13 laga tanpa kekalahan. Kemenangan tadi malam turut disyukuri pemain Singo Edan. Seperti disampaikan penjaga gawang Teguh Amiruddin. ”Hasil yang sangat bagus untuk kami. Alhamdulillah kami bisa menjaga rekor tim (tidak terkalahkan, red),” kata dia. Secara pribadi, dia juga mengaku senang karena bisa memberi sumbangsih untuk kemenangan timnya. ”Senang karena di debut saya musim ini bisa melakukan clean sheet. Saya berterima kasih kepada coach (Almeida) atas kesempatan bermain hari ini (tadi malam),” tambah Teguh.

Pada pertandingan tadi malam, Singo Edan sebenarnya sudah tampil menggebrak sejak menit-menit awal babak pertama. Namun sejak menit ke-20, skema permainan PSS Sleman berjalan lebih lancar. Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida turut menyadari hal itu. ”Iya, di babak pertama kami cukup kesulitan,” kata dia. Satu-satunya peluang berbahaya dari Arema FC di babak pertama tercipta di menit ke 15. Saat Kushedya Hari Yudo menanduk hasil tendangan penjuru yang dilepaskan Hanif Sjahbandi. Sayangnya, meski sudah cukup bebas di depan kiper lawan, pemain asal Kabupaten Malang itu belum mampu mengarahkan bola ke gawang.

Setelah peluang tersebut, praktis permainan di babak pertama lebih dikuasai Tim Elang Jawa-julukan PSS Sleman. Itu terlihat dari penguasaan bola di interval pertama. PSS membukukan 63 persen. Sementara Arema FC hanya 37 persen. Unggul dalam penguasaan bola itulah yang membuat mereka kerap mengirimkan ancaman ke gawang Arema FC. Salah satu yang cukup berbahaya tercipta di menit ke-23. Akselerasi dari Juninho sempat melewati dua defender Singo Edan. Beruntung ada Renshi Yamaguchi yang memberi bantuan. Intercept darinya mampu menggagalkan peluang dari PSS Sleman.

Untuk menambah daya gedor, di awal babak kedua Arema FC memasukkan Muhammad Rafli dan Sandi Sute. Keduanya menggantikan Hanif Sjahbandi dan Jayus Hariono. Pergantian itu terbukti mampu menambah daya serang Singo Edan. Di menit-menit awal babak pertama, mereka langsung menggebrak dengan tendangan on target dari Kushedya Hari Yudo.

Gol yang dinanti-nanti akhirnya tercipta di menit ke-53. Berawal dari umpan yang dilepaskan Dendi Santoso, Yudo dengan tenang mampu menempatkan bola di sisi kanan gawang PSS Sleman. Muhammad Rafli yang baru masuk juga langsung memberi warna terhadap skema permainan tim. Pada menit ke-56, dia mampu membuat assist yang mampu dituntaskan Dendi Santoso dengan sempurna. ”Salah satu kunci dari kemenangan hari ini (tadi malam) saya pikir karena kami terus mencoba lebih baik dan lebih baik lagi. Kami juga berusaha memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya,” imbuh Eduardo.

Setelah dua gol tercipta, Bagas Adi Nugroho dan kawan-kawan makin percaya diri. Tiga rekrutan anyar Arema FC, yakni Genta Alparedo, Sandi Sute, dan Ryan Kurnia dimasukkan pada babak kedua. Performa ketiganya cukup memuaskan. Khususnya Genta dan Ryan, yang diujung babak kedua mampu menciptakan sejumlah peluang. Baik lewat umpan maupun sontekannya.

Menanggapi kekalahan timnya, Pelatih PSS Sleman I Putu Gede mengakui bila skuadnya agak mengendur di babak kedua. ”Di babak pertama kami mampu bermain sesuai intruksi. Namun, di babak kedua, kami kebobolan terlalu mudah. Ini menjadi pengalaman untuk kami,” terang dia. Kepada awak media, dia juga membeber beberapa strategi yang disiapkan timnya. ”Sebenarnya kami ingin memancing mereka (Arema FC) untuk bermain jauh dari pertahanan mereka. Lalu memanfaatkan ruang antar lini tersebut,” kata dia. Namun, karena bola yang mengalir ke lini tengah dan depan tidak terlalu lancar, skema itu kurang berjalan maksimal. Kondisi itu akhirnya membawa pengaruh terhadap lini depan PSS Sleman. ”Wander Luiz punya kemampuan (untuk menciptakan gol, red). Tapi tidak ada suplai (bola untuknya, red),” imbuh mantan kapten tim Arema itu. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru