alexametrics
20.7 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Ini Kesan Pertama Enam Pemain Anyar Arema FC tentang Tim dan Aremania

MALANG-Suara bass drum dan lantunan chants dari Aremania kembali menggema Rabu lalu (11/5) di Stadion Gajayana, Kota Malang. Memori itu masih cukup segar di ingatan striker muda Hanis Saghara. Baginya, support para pendukung Singo Edan itu luar biasa.”Atmosfer yang dihadirkan sangat positif. Saya pikir semua senang dengan kehadiran mereka di lapangan,” jelas eks pemain Bali United tersebut.

Karena itu, Hanis menolak anggapan kalau kehadiran para pemain ke-12 justru memberikan pressure atau tekanan tersendiri kepada para pemain. Menurutnya, kemauan mereka meluangkan waktu demi mendampingi tim saat berlatih adalah sesuatu yang istimewa. Apalagi, sebelumnya kompetisi berjalan tanpa penonton. ”Dukungan mereka menjadi penambah motivasi pemain,” terang pesepakbola asal Bojonegoro itu. Pada latihan Rabu lalu (11/5), memang cukup banyak pendukung Singo Edan yang datang.

Dari pantauan koran ini, ada ratusan Aremania dari berbagai kalangan yang hadir memberikan support kepada tim. Mereka juga menunjukkan kreativitas dengan memasang spanduk motivasi, sembari menyanyikan chants untuk menyemangati pemain. Selain dibuat bersemangat para pemain ke-12, Hanis juga mengaku bila suasana tim yang penuh kekeluargaan membuat dia merasa nyaman berkostum Singo Edan. Dia mengaku bila semua komponen yang ada di tim Arema FC sangat welcome dengan pemain baru. ”Tim ini sangat kompak, semua saling menjaga, dan tidak jarak. Semua jadi kesatuan,” kata pemain berusia 21 tahun itu.

Sama dengan Hanis, pemain anyar Ilham Udin Armiyn juga merasa tim Arema FC memberikan sebuah kenyamanan yang baik untuk pemain. Para pemain anyar langsung bisa menyatu dengan lingkungan baru. ”Ibaratnya sebagai ‘warga’ baru kami diterima dengan tangan terbuka,” kata eks pemain PSM Makassar itu. Dia juga menyebut bila para pemain senior atau lama di Arema FC tidak canggung untuk memberikan masukan. Dia kerap diajak diskusi usai latihan, atau saat menjalani dilakukan game internal.

Selama beberapa hari gabung latihan tim Singo Edan, Ilham menyebut kalau Asisten Pelatih Kuncoro menjadi sosok vital yang membuat tim tetap kompak. Lewat karakternya yang suka mencairkan suasana, latihan terasa menyenangkan. ”Guyonan dari beliau membuat semua pemain merasa enjoy dan tidak jenuh,” jelasnya. Meski senang, namun Ilham mengaku selalu berhati-hati dengan Kuncoro. Sebab, dia menyebut bila eks pemain Persija Jakarta itu cukup usil, dengan beberapa kali mengerjai pemain. ”Mudah-mudahan saya jangan sampai dikerjai,” kata eks pemain Bhayangkara FC sembari tertawa.

Sementara itu, Gian Zola mengaku bila sejauh ini tidak merasakan kesulitan untuk beradaptasi dengan tim Singo Edan. ”Alhamdulillah semua berjalan baik. Tidak merasa sebagai pemain baru, karena banyak yang sudah kenal di tim ini,” jelasnya. Sebelumnya, dia memang sempat bareng-bareng berkostum garuda bersama Jayud Hariono, Muhammad Rafli, Bagas Adi Nugroho, Evan Dimas, dan Rizky Dwi Febrianto. Di sisi lain, Zola juga mengaku tidak ada masalah dengan cuaca di Kota Malang. Sebab, Malang dan Bandung, daerah kelahirannya, sama-sama sejuk.

Beranjak dari dua hal tersebut, Zola mengaku optimistis bisa melanjutkan tren positif dari musim lalu. Saat itu, dia memang mampu bermain bagus dengan mencatatkan 24 penampilan, 4 gol, dan satu assist. Sama dengan kedua pemain sebelumnya, Zola mengatakan bila atmosfer suporter di Malang luar biasa. Dia melihat bila Aremania punya fanatisme yang bagus. ”Dukungan mereka sangat bermakna untuk kami pemain,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan Syaeful Anwar, Rendika Rama, dan Evan Dimas Darmono. Ketiganya takjub ketika pertama latihan langsung disambut nyanyian Aremania dari tribun Stadion Gajayana. (gp/by)

MALANG-Suara bass drum dan lantunan chants dari Aremania kembali menggema Rabu lalu (11/5) di Stadion Gajayana, Kota Malang. Memori itu masih cukup segar di ingatan striker muda Hanis Saghara. Baginya, support para pendukung Singo Edan itu luar biasa.”Atmosfer yang dihadirkan sangat positif. Saya pikir semua senang dengan kehadiran mereka di lapangan,” jelas eks pemain Bali United tersebut.

Karena itu, Hanis menolak anggapan kalau kehadiran para pemain ke-12 justru memberikan pressure atau tekanan tersendiri kepada para pemain. Menurutnya, kemauan mereka meluangkan waktu demi mendampingi tim saat berlatih adalah sesuatu yang istimewa. Apalagi, sebelumnya kompetisi berjalan tanpa penonton. ”Dukungan mereka menjadi penambah motivasi pemain,” terang pesepakbola asal Bojonegoro itu. Pada latihan Rabu lalu (11/5), memang cukup banyak pendukung Singo Edan yang datang.

Dari pantauan koran ini, ada ratusan Aremania dari berbagai kalangan yang hadir memberikan support kepada tim. Mereka juga menunjukkan kreativitas dengan memasang spanduk motivasi, sembari menyanyikan chants untuk menyemangati pemain. Selain dibuat bersemangat para pemain ke-12, Hanis juga mengaku bila suasana tim yang penuh kekeluargaan membuat dia merasa nyaman berkostum Singo Edan. Dia mengaku bila semua komponen yang ada di tim Arema FC sangat welcome dengan pemain baru. ”Tim ini sangat kompak, semua saling menjaga, dan tidak jarak. Semua jadi kesatuan,” kata pemain berusia 21 tahun itu.

Sama dengan Hanis, pemain anyar Ilham Udin Armiyn juga merasa tim Arema FC memberikan sebuah kenyamanan yang baik untuk pemain. Para pemain anyar langsung bisa menyatu dengan lingkungan baru. ”Ibaratnya sebagai ‘warga’ baru kami diterima dengan tangan terbuka,” kata eks pemain PSM Makassar itu. Dia juga menyebut bila para pemain senior atau lama di Arema FC tidak canggung untuk memberikan masukan. Dia kerap diajak diskusi usai latihan, atau saat menjalani dilakukan game internal.

Selama beberapa hari gabung latihan tim Singo Edan, Ilham menyebut kalau Asisten Pelatih Kuncoro menjadi sosok vital yang membuat tim tetap kompak. Lewat karakternya yang suka mencairkan suasana, latihan terasa menyenangkan. ”Guyonan dari beliau membuat semua pemain merasa enjoy dan tidak jenuh,” jelasnya. Meski senang, namun Ilham mengaku selalu berhati-hati dengan Kuncoro. Sebab, dia menyebut bila eks pemain Persija Jakarta itu cukup usil, dengan beberapa kali mengerjai pemain. ”Mudah-mudahan saya jangan sampai dikerjai,” kata eks pemain Bhayangkara FC sembari tertawa.

Sementara itu, Gian Zola mengaku bila sejauh ini tidak merasakan kesulitan untuk beradaptasi dengan tim Singo Edan. ”Alhamdulillah semua berjalan baik. Tidak merasa sebagai pemain baru, karena banyak yang sudah kenal di tim ini,” jelasnya. Sebelumnya, dia memang sempat bareng-bareng berkostum garuda bersama Jayud Hariono, Muhammad Rafli, Bagas Adi Nugroho, Evan Dimas, dan Rizky Dwi Febrianto. Di sisi lain, Zola juga mengaku tidak ada masalah dengan cuaca di Kota Malang. Sebab, Malang dan Bandung, daerah kelahirannya, sama-sama sejuk.

Beranjak dari dua hal tersebut, Zola mengaku optimistis bisa melanjutkan tren positif dari musim lalu. Saat itu, dia memang mampu bermain bagus dengan mencatatkan 24 penampilan, 4 gol, dan satu assist. Sama dengan kedua pemain sebelumnya, Zola mengatakan bila atmosfer suporter di Malang luar biasa. Dia melihat bila Aremania punya fanatisme yang bagus. ”Dukungan mereka sangat bermakna untuk kami pemain,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan Syaeful Anwar, Rendika Rama, dan Evan Dimas Darmono. Ketiganya takjub ketika pertama latihan langsung disambut nyanyian Aremania dari tribun Stadion Gajayana. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/