alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Serangan Jantung, Legenda Bulu Tangkis Markis Kido Meninggal Dunia

RADAR MALANG – Kabar duka datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Sang legenda bulu tangkis Markis Kido meninggal dunia. Kido meninggal pada usia 36 tahun saat bermain bulu tangkis di Tangerang. Dia meninggal karena serangan jantung.

“Kaget sekali. Sedih sekali. Kido memang puya riwayat tensi yang tinggi,” kata Kepala Sub Bidang Hubungan Internasional PBSI Bambang “Rudy” Roedyanto. “Ini berita yang mengejutkan. Tiba-tiba sekali karena usianya baru 30-an tahun,” imbuh Rudy seperti dilansir JawaPos.com Senin (14/6).

Mantan pemain bulu tangkis nasional Yuni Kartika mengatakan terkejut dan tidak menyangka Kido meninggal dunia secepat ini. Yuni memastikan bahwa Kido terkena serangan jantung.

Kadang, kata Yuni, mantan pemain sering memaksakan diri ketika bermain. Walau sudah capek, tetapi tetap bermain. Mungkin ini penyebab meninggalnya Kido. “Beberapa hari lalu saya baru bertemu. Ngobrol. Selfie bareng. Kaget sekali,” kata Yuni.

”Sebagai peraih emas Olimpiade, Kido adalah salah satu yang terbaik bagi Indonesia. Dia punya serangan yang oke. Sebagai pribadi, orangnya ramah dan baik. Nggak nyangka saja. Waktu ketemu baik-baik dan ketawa-ketawa. Umur orang nggak ada yang tahu,” imbuh Yuni lirih.

Kido mengawali karier profesionalnya sebagai atlet pada 2005. Dia menyumbang medali emas di Olimpiade 2008 di Beijing berpasangan dengan Hendra Setiawan. Selain itu, pada 2007 ia menjuarai BWF World Championship di Kuala Lumpur Malaysia. Kido juga menyabet medali emas di ajang Asian Games 2010 di Guangzhou, China.

Duetnya dengan Hendra inilah yang mengharumkan nama Indonesia dengan membuahkan banyak gelar termasuk 7 medali emas SEA Games.

Sumber: Ambarul Fatima S.

RADAR MALANG – Kabar duka datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Sang legenda bulu tangkis Markis Kido meninggal dunia. Kido meninggal pada usia 36 tahun saat bermain bulu tangkis di Tangerang. Dia meninggal karena serangan jantung.

“Kaget sekali. Sedih sekali. Kido memang puya riwayat tensi yang tinggi,” kata Kepala Sub Bidang Hubungan Internasional PBSI Bambang “Rudy” Roedyanto. “Ini berita yang mengejutkan. Tiba-tiba sekali karena usianya baru 30-an tahun,” imbuh Rudy seperti dilansir JawaPos.com Senin (14/6).

Mantan pemain bulu tangkis nasional Yuni Kartika mengatakan terkejut dan tidak menyangka Kido meninggal dunia secepat ini. Yuni memastikan bahwa Kido terkena serangan jantung.

Kadang, kata Yuni, mantan pemain sering memaksakan diri ketika bermain. Walau sudah capek, tetapi tetap bermain. Mungkin ini penyebab meninggalnya Kido. “Beberapa hari lalu saya baru bertemu. Ngobrol. Selfie bareng. Kaget sekali,” kata Yuni.

”Sebagai peraih emas Olimpiade, Kido adalah salah satu yang terbaik bagi Indonesia. Dia punya serangan yang oke. Sebagai pribadi, orangnya ramah dan baik. Nggak nyangka saja. Waktu ketemu baik-baik dan ketawa-ketawa. Umur orang nggak ada yang tahu,” imbuh Yuni lirih.

Kido mengawali karier profesionalnya sebagai atlet pada 2005. Dia menyumbang medali emas di Olimpiade 2008 di Beijing berpasangan dengan Hendra Setiawan. Selain itu, pada 2007 ia menjuarai BWF World Championship di Kuala Lumpur Malaysia. Kido juga menyabet medali emas di ajang Asian Games 2010 di Guangzhou, China.

Duetnya dengan Hendra inilah yang mengharumkan nama Indonesia dengan membuahkan banyak gelar termasuk 7 medali emas SEA Games.

Sumber: Ambarul Fatima S.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru