KOTA MALANG – Liga 1 bakal kembali bergulir 1 Oktober mendatang dan harus tuntas pada 28 Februari 2021. Konsekuensinya, pemain bakal melakoni jadwal laga superpadat.
Seperti diketahui, sebelum liga terhenti karena pandemi, mayoritas klub baru melakoni tiga laga. Hanya ada dua klub saja yang melakoni dua laga, yakni Persebaya dan Persija.
Ini artinya, klub masih harus menjalani 31 sampai 32 laga lagi. Seluruh laga itu harus diselesaikan hanya dalam waktu 151 hari. Artinya, pemain bakal bertanding setiap 4 atau 5 hari sekali.
Bandingkan dengan Liga 1 2019 lalu, dimana setiap klub menyelesaikan 34 laga dalam waktu 222 hari.
Asisten Pelatih Arema FC Charis Yulianto menyebutkan, ada beberapa risiko jika jadwal pertandingan cukup padat. Di antaranya, karena waktu recovery yang pendek sehingga berpotensi mengganggu kebugaran pemain. ”Jika terlalu pendek, jeda antara satu pertandingan ke pertandingan lain akan membuat pemain kelelahan dan berisiko cedera,” kata dia.
”(Dengan jadwal padat), pelatih juga tidak bisa menyiapkan pemain secara maksimal untuk pertandingan selanjutnya,” sambung asisten pelatih asal Blitar tersebut.
Jika hal itu terjadi, dipastikan kekuatan tim akan tereduksi. Tenaga lawan yang terkuras juga akan membuat kualitas pertandingan menurun.
”Ya, bisa juga berdampak kepada kualitas permainan,” tutur mantan kapten Timnas Indonesia itu.
Menurut Charis, idealnya dalam satu minggu tim menjalani satu kali pertandingan. ”Layaknya jadwal lalu di mana tim bermain setiap 6 hari juga bagus,” kata Charis.
Pewarta: Galih Prasetyo
Editor: Indra M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here