alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Striker Import Vs Lokal Bersaing Ketat Isi Posisi Inti Arema FC

MALANG KOTA – Penyerang asing anyar Arema FC Carlos Manuel dos Santos Fortes tampaknya harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan satu posisi inti di tim. Bagaimana tidak, lini serang tim Singo Edan saat ini berisikan pemain-pemain yang bagus. Tercatat ada 3 penggawa yang punya label timnas, yakni Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan Muhammad Rafli. Kualitas ketiganya juga tak perlu diragukan lagi.

Contohnya tersaji ketika Arema FC melawan Rans Cilegon FC beberapa waktu lalu. Tanpa penyerang asing, Dedik Setiawan mampu menunjukkan taringnya dengan sukses menciptakan satu gol. Lalu, ketika uji coba melawan PS Hizbul Wathan, Dedik juga sukses menyumbangkan dua gol. Sepak terjang Rafli dan Yudo juga sudah teruji saat Liga 1 musim 2020 lalu. Kala itu keduanya sering dipercaya mengisi lini serang Arema FC.

Menanggapi potensi persaingan yang ketat di lini depan Arema FC, Carlos Fortes mengaku tidak khawatir. Bagi dia, hal semacam itu merupakan sebuah yang wajar. Selama berkarir di Eropa, dia juga mengaku sering dihadapkan dengan hal yang serupa.

”Saya rasa hal itu (persaingan) bagus untuk kami. Saya juga semakin termotivasi untuk menunjukkan yang terbaik,” kata pesepak bola kelahiran 1994 itu.

Menurutnya, setiap pemain memang harus menunjukkan yang terbaik saat latihan dan pertandingan. Sebelumnya, saat bermain reguler di Liga 2 Portugal bersama tim UD Vilafranquense, dia telah mencatatkan 25 penampilan.

”Saya akan mencoba maksimal. Tapi, terkait pilihan semua ada di tangan pelatih,” jelas pemain dengan gaya rambut gimbal itu. Lebih lanjut, pemain bertinggi 188 cm itu mengaku kalau untuk kompetisi mendatang dia tidak punya target harus mencetak berapa gol.

Baginya, yang terpenting adalah Arema FC bisa mendapatkan hasil terbaik di Liga 1. ”Target saya tidak hanya untuk pencapaian pribadi. Tapi juga menang bersama dengan semua elemen tim ini,” kata dia.

Untuk mewujudkan hal itu, Fortes saat ini kabarnya sudah mulai bekerja. Dia memulai start untuk latihan secara individu. Salah satu tujuannya adalah agar saat tim kembali menggelar latihan di lapangan, dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi.

Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, program pertama yang dihadapinya adalah peningkatkan kondisi fisik. Terpisah, tidak hanya Fortes yang siap bersaing secara sehat di tim. Para penyerang lokal tim Singo Edan juga mengaku tidak risau dengan hadirnya Carlos Fortes. Bagi mereka, pemain baru yang bergabung bukan untuk persaingan, namun untuk menambah kekuatan tim dan bersama-sama membawa Arema FC mendapatkan hasil maksimal di Liga 1.

”Terkait ada striker asing saya rasa tidak apa-apa. Sebab, kami juga bisa belajar dari mereka,” kata Muhammad Rafli.

Senada dengan Fortes, dia juga menyebut bila tujuan utama tim adalah meraih hasil maksimal di setiap laga. ”Sejatinya ada atau tidak ada stiker asing, setiap pemain ya harus kerja keras, baik saat latihan dan pertandingan,” terangnya. (gp/by/rmc)

MALANG KOTA – Penyerang asing anyar Arema FC Carlos Manuel dos Santos Fortes tampaknya harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan satu posisi inti di tim. Bagaimana tidak, lini serang tim Singo Edan saat ini berisikan pemain-pemain yang bagus. Tercatat ada 3 penggawa yang punya label timnas, yakni Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan Muhammad Rafli. Kualitas ketiganya juga tak perlu diragukan lagi.

Contohnya tersaji ketika Arema FC melawan Rans Cilegon FC beberapa waktu lalu. Tanpa penyerang asing, Dedik Setiawan mampu menunjukkan taringnya dengan sukses menciptakan satu gol. Lalu, ketika uji coba melawan PS Hizbul Wathan, Dedik juga sukses menyumbangkan dua gol. Sepak terjang Rafli dan Yudo juga sudah teruji saat Liga 1 musim 2020 lalu. Kala itu keduanya sering dipercaya mengisi lini serang Arema FC.

Menanggapi potensi persaingan yang ketat di lini depan Arema FC, Carlos Fortes mengaku tidak khawatir. Bagi dia, hal semacam itu merupakan sebuah yang wajar. Selama berkarir di Eropa, dia juga mengaku sering dihadapkan dengan hal yang serupa.

”Saya rasa hal itu (persaingan) bagus untuk kami. Saya juga semakin termotivasi untuk menunjukkan yang terbaik,” kata pesepak bola kelahiran 1994 itu.

Menurutnya, setiap pemain memang harus menunjukkan yang terbaik saat latihan dan pertandingan. Sebelumnya, saat bermain reguler di Liga 2 Portugal bersama tim UD Vilafranquense, dia telah mencatatkan 25 penampilan.

”Saya akan mencoba maksimal. Tapi, terkait pilihan semua ada di tangan pelatih,” jelas pemain dengan gaya rambut gimbal itu. Lebih lanjut, pemain bertinggi 188 cm itu mengaku kalau untuk kompetisi mendatang dia tidak punya target harus mencetak berapa gol.

Baginya, yang terpenting adalah Arema FC bisa mendapatkan hasil terbaik di Liga 1. ”Target saya tidak hanya untuk pencapaian pribadi. Tapi juga menang bersama dengan semua elemen tim ini,” kata dia.

Untuk mewujudkan hal itu, Fortes saat ini kabarnya sudah mulai bekerja. Dia memulai start untuk latihan secara individu. Salah satu tujuannya adalah agar saat tim kembali menggelar latihan di lapangan, dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi.

Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, program pertama yang dihadapinya adalah peningkatkan kondisi fisik. Terpisah, tidak hanya Fortes yang siap bersaing secara sehat di tim. Para penyerang lokal tim Singo Edan juga mengaku tidak risau dengan hadirnya Carlos Fortes. Bagi mereka, pemain baru yang bergabung bukan untuk persaingan, namun untuk menambah kekuatan tim dan bersama-sama membawa Arema FC mendapatkan hasil maksimal di Liga 1.

”Terkait ada striker asing saya rasa tidak apa-apa. Sebab, kami juga bisa belajar dari mereka,” kata Muhammad Rafli.

Senada dengan Fortes, dia juga menyebut bila tujuan utama tim adalah meraih hasil maksimal di setiap laga. ”Sejatinya ada atau tidak ada stiker asing, setiap pemain ya harus kerja keras, baik saat latihan dan pertandingan,” terangnya. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru