alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Bersiap Lawan PSM, Pilih Pulang ke Malang untuk Bertemu Keluarga

BALI – Arema FC sudah menyiapkan strategi khusus untuk dua laga tandang di pekan keempat dan kelima BRI Liga 1. Setelah menjalani laga away di Bali tadi malam (13/8), kini Singo Edan langsung menatap laga selanjutnya. Sesuai jadwal, pada 20 Agustus nanti mereka akan bertandang ke markas PSM Makassar. 

Agar persiapan berjalan maksimal, skuad Arema FC memilih pulang dulu ke Malang. ”Manajemen sudah ambil keputusan untuk pulang dulu, baru setelah itu away lagi,” jelas Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki. Jika rombongan tim langsung away ke Parepare, Sulawesi Selatan, manajemen khawatir fisik para pemain akan terkuras. Sebab dari kabar yang didapat manajemen Singo Edan, perjalanan dari Makassar menuju Parepare membutuhkan waktu tiga jam. 

Selain itu, dengan pulang ke Malang dulu, psikologi pemain juga lebih terjaga. Itu karena Dendi Santoso dan kawankawan bakal punya waktu untuk bertemu dengan keluarga. ”Tentunya (kesempatan) itu akan memberikan semangat tersendiri untuk pemain,” tambah Ali Rifki. 

Dalam perjalanannya, away panjang sempat dilakoni Arema FC pada Liga 1 2019 lalu. Saat itu, mereka harus away ke Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Barat. Setelah itu baru kembali ke Malang. Momentum itu terjadi di tiga laga awal putaran kedua. Saat itu, hasil yang didapatkan Singo Edan kurang bagus. Sebab potensi tujuh poin melayang. 

Sementara itu, keputusan manajemen untuk pulang dulu ke Malang disambut baik Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida. Dia menyebut bila di Malang para pemainnya bisa berlatih lebih nyaman dan leluasa. ”Saya pikir itu bisa membuat mereka berlatih lebih maksimal,” kata dia. 

Di Malang, timnya memang tidak kesulitan untuk mencari lapangan. Bisa berlatih di Stadion Gajayana, atau di lapangan sepak bola Universitas Brawijaya (UB). Sementara saat away, mereka umumnya harus mencari lapangan secara mandiri. Kondisi itu membuat tim harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih besar. Juga belum tentu mereka bisa mendapat lapangan yang bagus. Lebih lanjut, Eduardo juga menyebut bila kesempatan berkumpul dengan keluarga akan membuat pemainnya lebih fresh. (gp/by)

BALI – Arema FC sudah menyiapkan strategi khusus untuk dua laga tandang di pekan keempat dan kelima BRI Liga 1. Setelah menjalani laga away di Bali tadi malam (13/8), kini Singo Edan langsung menatap laga selanjutnya. Sesuai jadwal, pada 20 Agustus nanti mereka akan bertandang ke markas PSM Makassar. 

Agar persiapan berjalan maksimal, skuad Arema FC memilih pulang dulu ke Malang. ”Manajemen sudah ambil keputusan untuk pulang dulu, baru setelah itu away lagi,” jelas Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki. Jika rombongan tim langsung away ke Parepare, Sulawesi Selatan, manajemen khawatir fisik para pemain akan terkuras. Sebab dari kabar yang didapat manajemen Singo Edan, perjalanan dari Makassar menuju Parepare membutuhkan waktu tiga jam. 

Selain itu, dengan pulang ke Malang dulu, psikologi pemain juga lebih terjaga. Itu karena Dendi Santoso dan kawankawan bakal punya waktu untuk bertemu dengan keluarga. ”Tentunya (kesempatan) itu akan memberikan semangat tersendiri untuk pemain,” tambah Ali Rifki. 

Dalam perjalanannya, away panjang sempat dilakoni Arema FC pada Liga 1 2019 lalu. Saat itu, mereka harus away ke Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Barat. Setelah itu baru kembali ke Malang. Momentum itu terjadi di tiga laga awal putaran kedua. Saat itu, hasil yang didapatkan Singo Edan kurang bagus. Sebab potensi tujuh poin melayang. 

Sementara itu, keputusan manajemen untuk pulang dulu ke Malang disambut baik Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida. Dia menyebut bila di Malang para pemainnya bisa berlatih lebih nyaman dan leluasa. ”Saya pikir itu bisa membuat mereka berlatih lebih maksimal,” kata dia. 

Di Malang, timnya memang tidak kesulitan untuk mencari lapangan. Bisa berlatih di Stadion Gajayana, atau di lapangan sepak bola Universitas Brawijaya (UB). Sementara saat away, mereka umumnya harus mencari lapangan secara mandiri. Kondisi itu membuat tim harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih besar. Juga belum tentu mereka bisa mendapat lapangan yang bagus. Lebih lanjut, Eduardo juga menyebut bila kesempatan berkumpul dengan keluarga akan membuat pemainnya lebih fresh. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/